Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

Category: Sosial

 

“Mari terus kita rawat kebersamaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat buru,” ajak Bupati Ramlly.

Bupati Ramly terima penghargaan WTP -121019- Chintia

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon Mohammad Irfan Suryawardana menyerahkan penghargaan WTP kepada Bupati Ramly. (Foto. Chintia S)

 

Ambon, suaradamai.com – Kabupaten Buru merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke 20 di Tugu Tani Kota Namlea, Sabtu (12/10/19). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Buru Ramly Umasugi, Wakil Bupati Buru Amostafa Besan, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Danrem 151Binaiya Kolonel Info Hartono, Unsur Forkopimda Buru serta undangan lainnya.

Perayaan HUT tahun 2019 dirangkaikan dengan Pesona Bupolo ke-4 ini, mengangkat tema “Selamanya Merajut Kai Wait dengan Gelorakan Gencar.”

“Tema ini mengandung makna bahwa hubungan persaudaraan Ade Kaka ini merupakan kekuatan kita untuk membangun negeri kita bupolo tercinta,” jelas Bupati Buru Ramly Umasugi dalam sambutannya.

Bupati optimis Kabupaten Buru dapat menjadi laboratorium atau miniatur kehidupan beragama. Antar suku dan budaya semua hidup rukun, damai, menyatu tanpa membedakan satu dengan lain. “Mari terus kita rawat kebersamaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat buru,” ajak Bupati.

Dalam perayaan ini, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati memberikan penghargaan kepada Pemkab Buru atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2017 dengan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon Mohammad Irfan Suryawardana kepada Bupati.

Acara dilanjutkan dengan makan patita bersama.Perayaan HUT Kabupaten Buru yang bertemakan kerja nyata untuk senyum bupoloini juga dimeriahkan sejumlah tarian adat khas Maluku.

Pertunjukan sejumlah tarian adat dari daerah lain di luar kabupaten buru menunjukkan daerah itu menjadi rumah bersama atau minimatur kehidupan beragama, antar suku dan budaya dari semua masyarakat Indonesia, tandas Bupati. (chintias/LR)