Wabup Malra Hadiri Prosesi Rafak Duad Ni Rahan Ohoi Wulurat

Category: Sosial

 

Gereja bukan terutama dilihat dari fisik gedung yang megah, tetapi sejauh mana peranan dan keberadaan gereja dalam membina dan mengembangkan iman umat.

Penerimaan Wakil Bupati Malra

 

Elat (Wulurat), suaradamai.com – Gereja adalah wadah sekaligus lambang untuk memperkokoh dan mempersatukan umat yang beriman, khususnya umat krsitiani. Gereja juga diharapkan agar menjadi bagian dari 3 tungku yang ada, Adat, Agam dan Kubni (Adat, Agama dan Pemerintah).

Demikian disampaikan Bupati Maluku Tenggara Drs. M. Thaher Hanubun dalam sambutannya yang dibacakan Wabup Ir. Petrus Beruatwarin saat saat menghadiri acara Rafak Duad Ni Rahan (tutup atap Gereja) St. Antonius de Padua Stasi Wulurat, Kamis (12/09/2019).

"Gereja sebagai wadah dan satu kesatuan bagi umat kristiani," ungkapnya. Menurut Bupati, gereja juga dapat dimaknai sebagai bentuk dan wujud nyata kehidupan umat beriman sehingga diharapkan peranan dan keberadaan gereja khususnya Gereja St. Antonius de Padua Stasi Wulurat dapat berdampak nyata di tengah masyarakat.

"Peranan dan makna gereja bukan dilihat karena fisik gedung yang megah tetapi sejauh mana peranan dan keberadaan gereja dalam membina dan mengembangkan iman umat," tegas Bupati.

 

Baca juga: Prosesi Adat Tutup Atap Gereja St. Antonius De Padua Stasi Wulurat

 

Untuk itu, Bupati menegaskan bahwa Pemda Maluku Tenggara tetap dan akan terus-menerus memberikan perhatian dan bantuan serta dukungan dalam rangka pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana peribadatan untuk semua golongan.

Bupati juga berterima kasih kepada masyarakat Ohoi Wulurat yang telah berinisiatif membangun gedung gereja baru dengan acara Rafak Duad Ni Rahan (tutup atap gereja) yang sarat dengan nuansa adat. "Momen tutup atap gereja hari ini sarat dengan nilai-nilai adat dan kultur budaya yang telah diwarisi oleh leluhur semoga tetap dipertahankan dan dilestarikan," pungkasnya.

Sebelum lembaran daun seng pertama diangkat oleh beberapa Yan Vat yang sudah ditunjuk, Pastor Elly Ohoiled, SVD sebagai bagian dari Rahan Yam Rahangiar dan didampingi Pastor Fred Sarkol, MSC memimpin doa pemberkatan daun seng. Setelah itu, perwakilan Yan Vat mengangkat dan mengantar daun seng pertama dan menyerahkannya kepada tukang dan pekerja. Selanjutnya daun seng kedua oleh Wabup Malra dan seterusnya oleh undangan yang lainnya. (tarsytemorubun/nickleuw).

 

Wulurat - Tutup Atap  Gereja Wulurat

Sebanyak 4 perwakilan Vat Yan Ur ditunjuk untuk mengangkat daun seng yang pertama. Mereka juga menyiapkan masing-masing sebesar 5-10 juta rupiah sebagai pengalas tangan saat mengangkat daun seng. (Foto: Tarsy Temorubun).

 

Wulurat - Tutup atap Gereja Wulurat 2

Keluarga Wandan (Depur, Wakol dan Elat) saat mengangkat dan mengantar daun seng ke-3 kepada para tukang (Foto: Tarsy Temorubun).