Eliakim Teniwut (Komarudin) Putra Kei yang Diperebutkan Banyak Daerah

Category: Sosial

 

Penulis Piet Res

 

Komarudin atau Eliakim Teniwut adalah sosok pejuang kemerdekaan yang asal usulnya diklaim banyak daerah. Pemda Malra diharapkan berupaya menetapkan Komarudin sebagai Pejuang Kemerdekaan Nasional asli Maluku Tenggara.

Eliakim Teniwut Komarudin

 

Langgur, suaradamai.com – Publik Kabupaten Maluku Tenggara secara khusus, dan Kepulauan Kei secara umum belakangan digegerkan dengan anggapan terkait asal-usul dan anggapan negatif sehubungan dengan akhir masa pengabdian Letnan Komarudin.

Dilansir dari seri pahlawan yang menjadi preman (sebuah akun you tube), Komarudin digambarkan sebagai sosok pejuang hebat yang kemudian berubah profesi sebagai preman yang sangat disegani, di wilayah Tanjung Priuk. Sebelum menjadi preman Komarudin dikisahkan sempat bergabung dengan organisasi separatis Darul Islam (DI).

Kontroversi terkait Komarudin tidak hanya berhenti pada aktifitasnya pasca perang kemerdekaan. Asal usul Komarudin yang digambarkan secara luas di media-media sosial, berasal dari Sleman (Jawa) dan Sulawesi, sangat menyita perhatian publik masyarakat Kei yang yang menonton dan membaca.

Sekitar tahun 1998, beberapa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Maluku Tenggara, sempat membuat penelitian terkait Komarudin lewat Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dengan maksud agar hasil penelitian dapat menjadi acuan demi penetapan Komarudin sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang berasal dari Maluku Tenggara.

“Kami sebenarnya sudah jalan baik waktu itu dengan KIR, untuk penelitian tentang Komarudin ini sudah. Tapi karna keterbatasan biaya maka katong seng jadi bertahan lama. Apalagi untuk penelitian kita harus jalan dari kota ini, sampe Ohoidertom sana. Memang berat ”, ungkap Ariayanto salah satu alumni SMP Negeri 2 Tual.

Dari beberapa sumber yang diperoleh, Eliakim Teniwut atau Komarudin adalah Komandan Peleton di SWK 101, Brigade X, pimpinan Mayor Sardjono. Kisah Eliakim (Komarudin) yang sangat dikenal adalah, perihal keikutsertaannya dalam dalam serangan umum di Yogyakarta. Pria yang berasal dari Ohoi Ohoidertom, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara ini, setelah selesai perang kemerdekaan, kembali dan meninggal di ohoi (desa) Ohoidertutu.

“Kuburnya ada di Kampung Ohoidertutu, Maluku Tenggara”, ungkap Ricardo Kameubun, salah satu warga ohoi Ohoidertutu.

Elias Lefteuw, seorang tokoh pemuda desa Kelanit mengungkapkan bahwa, “nama Komarudin pernah itu ada yang usulkan untuk jadi nama Bandara di Ibra sana tapi seng tau kenapa, usulan itu tidak diterima”, ungkapnya.

Polemik terkait klaim asal usul Eliakim Teniwut yang berasal dari luar Maluku Tenggara, oleh beberapa orang justru sangat disesalkan. Beberapa narasumber yang ditemui bahkan menuntut agar Pemerintah Daerah dapat mengambil sikap, terkait dengan hidup, perjuangan dan asal usul Komarudin.

“Sejarah Komarudin harus diluruskan, Komarudin bukan orang Sleman, Beliau berasal dari Maluku Tenggara. Harus diluruskan”, ungkap Shito Layan, dalam akun Facebooknya.

Senada dengan itu, Karolina Elmas, seorang guru pada salah satu SMA di Langgur, mengungkapkan bahwa, “Pemerintah Daerah harus bertindak cepat dengan mengambil sikap yang tegas, agar Komarudin dapat diakui sebagai salahsatu pejuang kemerdekaan yang berasal dari Maluku Tenggara. Beta pikir ini hal yang penting, karna Komarudin itu bukan persoalan dia dari Ohoider saja, tapi dia itu orang asli Kei”, ungkapnya.

“Beta sangka bahwa, Komarudin itu katong semua punya kebanggaan. Jadi pemerintah daerah harus cepat ambil sikap untuk menghentikan semua berita bohong, yang bilang kalo Komarudin itu bersal dari Sleman ”, ungkap Jimi Inuhan, tokoh pemuda Ohoi Letfuan.

 

Berita lainnya:

- Berhasil Bangun Ohoi Rumadian, Masyarakat Apresiasi Kinerja Tethool

- Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer Budaya Kei Era 1940an

- Lewat Liturgi Gereja, Bahasa Kei Hidup Kembali

- Ev’art: Melestarikan Budaya Evav Lewat Hip hop

- Pesan Toleransi. Dari Bumi Maren untuk Nuhu Evav