Masyarakat Duga Jalan Madwat-Wirin Sarat Kepentingan Politik

Category: Sosial

Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa

Jalan Madwat - Wirin

Ruas Jalan Madwat - Wirin (Dok. Gerry Ngamel)

 

Langgur (Madwat), suaradamai.com – Ruas jalan Madwat – Wirin Kecamatan Hoat Sorbay Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) sampai hari ini belum selesai.

Sekretaris Ohoi Wirin Arif Fernatubun (60) ungkap, jalan raya sepanjang ± 830 meter itu merupakan bagian dari proyek pembangunan daerah Provinsi Maluku, yang seharusnya telah rampung sejak bulan November kemarin. Tapi nampaknya ada yang tidak beres dengan pembangunan jalan raya yang masih tertinggal ini.

Arif sangat kesal dengan kondisi jalan saat ini. Tidak tanggung-tanggung, dengan nada bicara yang agak keras diselimuti api amarah yang berkobar-kobar, Arif ungkap pihaknya merasa belum merdeka karena jalan tidak diperhatikan.

“Sebenarnya ada apa dengan sepenggal jalan ini, mengapa terhambat, alasannya apa sampai jalannya hanya dibuat sepenggal-sepenggal?” tanya dia.

Arif menjelaskan, pembangunan jalan lingkar Kei Kecil, dari pesisir timur Kei Kecil sampai Tetoat Kecamatan Hoat Sorbay, memang sampai ke Ohoi Tetoat. Namun ada bagian yang tidak dikerjakan yaitu, Madwat – Wirin.

“Dari perbatasan Ohoi Madwat sampai di Ohoi Wirin tidak dikerjakan lagi dan dibiarkan begitu saja dengan kondisi jalan yang berlubang-lubang. Sedangkan pembangunan dilanjutkan dari ujung Ohoi Wirin ke Ohoi Tetoat,” jelas Arif.

Lebih lanjut Arif menyampaikan, pembangunan jalan ± 830 meter yang masih terbengkalai ini, nampaknya menyiratkan nuansa politik 2019. Di sela-sela penuturannya, sekali lagi dengan nada tinggi, dia katakan “Janganlah membodohi kami masyarakat kecil, tetapi perjuangkanlah aspirasi kami, yang kami kehendaki hanya sepenggal jalan ini dapat segera diselesaikan.”

Hal yang sama juga dirasakan Yusuf Fernatubun (35), salah satu warga Ohoi Wirin. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu menuturkan bahwa jalan itu ada hubungan dengan unsur politik.

“Yang kami dengar jalan ini baru akan diselesaikan setelah Pileg 2019. Hal inilah yang membuat kami masyarakat di wilayah ini merasa resah,” ujar dia.

Seperti halnya Arif dan Yusuf, Wakil Ketua Badan Saniri Ohoi Wirin (BSO) Mohamad Saleh (68), merasa sangat kecewa dengan kondisi jalan yang masih terbengkalai ini. Baginya, mereka merasa diabaikan oleh pihak-pihak yang berwenang.

“Kami masyarakat di sini tidak tahu kendala apa yang menyebabkan sehingga jalan ini belum dapat diselesaikan, padahal kami menginginkan agar secepatnya jalan ini diselesaikan. Apakah kendalanya ada di Pemerintah ataukah ada pada pemborong (Kontraktor)?. Satu yang kami harapkan adalah jangan membuat kami bertanya-tanya lagi atas sepenggal jalan ini, siapapun yang bertanggung jawab agar segera dapat menyelesaikannya,” ujar Saleh yang tampak kecewa dan sedih.

 

Berita Terkait:

Masyarakat Senang Jalan Madwat – Wirin Dibangun

Jembatan Gantung Dian-Tetoat Membahayakan, Warga Pesisir Barat Kei Kecil Tiap Hari Uji Nyali

Jembatan Dian Pulau – Tetoat Makin Parah, Masyarakat Resah

Ratusan Juta Habis untuk Seberangi Dian Pulau-Tetoat, Warga Minta Pemkab Malra Percepat Pembangunan