Ev’art: Melestarikan Budaya Evav Lewat Hip hop

Category: Budaya Kita

Penulis Linus Remetwa

Evart Melestarikan Budaya Evav Lewat Hiphop 2

Foto bersama pengurus Ev'art dengan Bupati Malra usai audiens di ruang kerja Bupati

 

Langgur, suaradamai.com – Melihat wajah Nuhu Evav (Kei) yang semakin terkikis nilai adatnya, komunitas Ev’art atau Evav Art yang berarti Kesenian Kei, merasa peduli untuk tetap mempertahankan dan melestarikan budaya evav melalui karya-karyanya di dunia hip-hop.

Koordinator Ev’art Tombak Sutrisno Fatubun menyebutkan, Ev’art yang dibentuk sejak 2016, baru menonjol pada November 2017 lalu.

Mulai sebagai Event Organizer (EO) atau penyedia jasa penyelenggara acara, Ev’art sudah menghandel dan menggelar sejumlah kegiatan, diantaranya Gema Goa Hawan di Letvuan, King of Competition di Ohoililir, Silaturahim Hip Hop di Merauke Papua, Evav Hip Hop Movement di Pasar Langgur, dan Hip Hop Parkiran Dobo.

“Kalau seandainya ada orang mau buat kegiatan tapi tidak ada waktu untuk persiapan, mereka bisa menghubungi ev’art,” kata Tombak Sutrisno Fatubun yang biasa disapa Tofan.

Tofan mengatakan bahwa pihaknya juga berupaya mencerdaskan generasi evav melalui berbagai program di bidang kesenian dan pendidikan.

“Kami punya program, meningkatkan kreativitas anak muda dalam bidang seni, pendidikan, dan lintas sejarah ohoi,” sebutnya.

Terkait lintas sejarah ohoi, Tofan katakan pihaknya akan mendalami sejarah di masing-masing ohoi/desa di Kei, kemudian dirangkum sedemikian rupa dalam bentuk video lalu diupload atau dimasukkan ke Youtube. Dengan demikian, generasi evav dapat belajar dari situ.

Tofan pastikan, lewat hip hop, budaya evav dapat dilestarikan, karena hampir 70-80% isi acara didominasi oleh budaya evav, sisanya hip hop.

“Hip hop itu budaya. Ada grup-grup dancer yang konsepnya mengarah ke tarian lokal setempat. Misalnya Taar dengan tarian burungnya. Jadi, kami menjamin lewat hip hop bisa mengangkat nilai budaya,” papar Tofan.

“Kembali kepada penonton, bagaimana mereka menyerap nilai yang diceritakan. Tetapi ev’art pastikan porsi adat besar dalam satu event,” pungkasnya.

Terkait pendidikan, pihaknya sementara menyiapkan satu kegiatan akbar yang akan dilaunching dalam waktu yang belum ditentukan.

Sedangkan dalam waktu dekat, Ev’art dan Mabuk Crew Family (MCF) akan membuat kegiatan hip hop party pada tanggal 14 Februari mendatang di Rumah Pohon Mangrove (RPM) Debut.

Tofan akui, mereka masih kesulitan dalam hal dokumentasi kegiatan. Untuk itu, dia berharap ada dukungan dari pemerintah untuk niat membangun budaya evav. Lanjut dia, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan dengan pemerintah namun masalahnya hanya terkait legalitas komunitas tersebut. Oleh karena itu, dalam waktu dekat mereka akan segera mengurus legalitas dari Kesbangpol Malra, kemudian dapat bekerjasama dengan Pemkab Malra.

“Kami sudah koordinasi dengan Bupati (M. Thaher Hanubun). Beliau minta supaya buat satu kegiatan budaya, dan kami akan gelar Bulan Agustus nanti,” bebernya.

Ev’art terdiri atas 19 anggota, dengan ketua Tombak Sutrisno Fatubun, sekretaris Desi Alerbitu, Bendahara Nia Leftungun, dan Kordinator Lapangan Dobertho A. Karmomjanan (salah satu pencetus Ev’art).

Evart Melestarikan Budaya Evav Lewat Hiphop 3

Foto bersama usai audiens dengan Ketua DPRD Malra S. Thadeus Welerubun di ruang kerjanya

 

Evart Melestarikan Budaya Evav Lewat Hiphop 4

 Foto bersama usai audiens dengan Wakil Ketua DPRD Malra Tonny Tunavarny di kediamannya

 

Berita lainnya:

Bupati Malra: Kalau Ketemu Saya pada Hari Jumat, Harus Berbahasa Kei

Bupati: Hari Jadi Malra akan Diwarnai dengan Lomba Adat dan Budaya

Isak Tangis Selimuti Prosesi Pedamaian di Ohoi Uat

Merawat Situs, Memelihara Budaya: Pemuda Ohoililir Bersihkan Lokasi Wear Butri dan Kampung Tua

Bangun Persatuan, Pemuda Islam Hoat Raan Gelar Natal Bersama