Nilai Nyaris Sempurna, Mahasiswi Kei Ini Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Respati Yogyakarta

Category: Pendidikan

Penulis Linus Remetwa

Petra Songjanan

Ellen Petra Songjanan

 

Langgur, suaradamai.com – Ellen Petra Songjanan (22), wisudawan sarjana Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) patut berbangga. Pasalnya, pada Upacara Wisuda Unriyo yang pertama tahun akademik 2017/2018, Rabu (9/5/18), ia adalah wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di Unriyo. Tidak tanggung-tanggung, IPK yang diraihnya mendekati angka sempurna, 3.97 dari 4.00.

Prestasi yang membanggakan ini ternyata bukanlah yang pertama baginya. Segudang prestasi pernah ia raih selama masih menjadi mahasiswa Unriyo. Menggemari bidang fisika, Petra sapaan akrabnya, tercatat pernah mendapat dua kali juara I Olimpeade Fisika tingkat Unriyo dan satu kali juara II mata lomba yang sama, juga tingkat Unriyo. Dengan prestasi tersebut, ia kemudian mewakili Unriyo pada tingkat regional.

 

Baca juga: Masbaitubun Optimis Tingkatkan Mutu Pendidikan SD K Warbal

 

Selain itu, Petra juga tercatat mendapat juara 1 gagasan tertulis dalam kegiatan Indonesian Public Health Perspektif Series tahun 2016 tingkat nasional. Ia pernah mengikuti kompetisi debat tingkat Jawa Tengah. Dan juga menjadi asisten peneliti bersama salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan penelitian kerjasama luar negeri tentang demam berdarah dan zika. Petra juga pernah menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Biomedis 1 dan Biomedis 2 selama dua semester.

Tidak seperti kebanyakan mahasiswa, Petra juga aktif berorganisasi meski baru terlibat ketika berada pada semester V. Ia adalah anggota Organisasi Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Ia juga terlibat dalam kepanitiaan salah satu seminar nasional.

 

Baca juga: Kembangkan Karakter Mahasiswa, Polikant Berorasi

 

Putri dari pasangan Winand Pieter Songjanan (52) yang bekerja pada Dinas Ketahanan Pangan Malra dan Huberta Rettob/S (55) bekerja sebagai guru pada SMK N 1 Kei Kecil ini, tentunya juga mengalami banyak suka duka selama kuliah. Mulai dari tahap penyesuaian sebagai perantau di Kota Yograkarta, menuntut dirinya harus hidup secara mandiri.

Petra mengaku, dia pernah kehabisan persediaan makanan dan juga uang. Kata dia, berkat kekuatan doa rosario dia sanggup melewati hari-hari suramnya itu.

“Kalau hari minggu pasti ke Gereja. Saya juga buat novena khusus selama 3 hari atau berdoa rosario selama 5 hari. Ini saya buat setiap bulan,” ungkap lulusan S1 Kesehatan Masyarakat Unriyo itu.

 

Baca juga: SDN Taar Butuh Perhatian Serius Pemkot Tual

 

Sebagai putri asal Kei, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, membantunya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kalau ada peluang keluar daerah, saya cuma berharap kuliah saja, supaya dapat pengetahuan banyak di luar untuk pulang kembangkan daerah,” kata dia optimis.

Kepada mahasiswa Kei yang saat ini kuliah di luar daerah, alumni SMA Sanata Karya (SAKA) Langgur ini mengimbau untuk giat belajar dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan orang tua.

 

Baca juga: Welafubun Ajak Sekolah Bangun Alumni Center

 

Ellen Petra Songjanan