Breaking News

Sayonara Maluku Tenggara

Vakum Dua Tahun, Raja Kat...

Pemkot Tual Target Kepemi...

Advertorial

Merawat Luka Indonesia dengan Empati

Category: Advertorial
User Rating:  / 0

                                                    

(Editorial Koran Pilar Timur Edisi 73, 4 Oktober 2019)

 

Wajar jika pernyataan Menkopolhukam RI Wiranto menuai kecaman dari berbagai tokoh masyarakat Ambon dan Maluku. Apalagi tentu kita tidak lupa bahwa salah satu tujuan negara ini berdiri sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

 

Indonesia sedang ditimpa banyak masalah. Bencana kemanusiaan dan bencana alam sementara melanda sebagian warga negara ini dalam beberapa waktu belakangan mulai dari masalah rasisme yang berujung kerusuhan di Papua, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera, meninggalnya dua mahasiswa di Kendari, demonstrasi dimotori mahasiswa dan anak STM yang berujung anarkis, kekerasan terhadap jurnalis dan mahasiswa oleh aparat, serta tentu saja bencana alam gempa bumi yang masih terus mengintai warga Ambon dan Maluku Tengah.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi tentang siapa yang salah, siapa yang benar, atau siapa yang bertanggung jawab dalam berbagai bencana tersebut. Yang pasti adalah bahwa berbagai bencana kemanusiaan dan bencana alam yang sementara melanda Indonesia hari-hari ini telah menimbulkan luka, kesedihan dan penderitaan bagi sebagian umat manusia. Oleh karena itu, sebagai sesama anak bangsa sudah sepantasnyalah kita berlaku bijaksana dan lebih sensitif untuk bisa berempati atau sekurang-kurangnya bisa menjaga perasaan mereka yang menjadi korban dari berbagai bencana tersebut.

 

Baca juga editorial 71: Menolak #ReformasiDikorupsi

 

Memang sangat disayangkan bahwa di tengah penderitaan yang sedang dialami warga Ambon dan Maluku Tengah, ada pejabat negara yang mengucapkan kalimat yang malah menambah luka di hati para korban. Ujaran Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Wiranto yang menyebutkan pengungsi Ambon dan Maluku Tengah sebagai beban pemerintah pusat jelas merupakan kesalahan fatal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pejabat tinggi negara apapun alasannya.

Wajar jika pernyataan Menkopolhukam RI Wiranto menuai kecaman dari berbagai tokoh masyarakat Ambon dan Maluku. Apalagi tentu kita tidak lupa bahwa salah satu tujuan negara ini berdiri sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Warga pengungsi Ambon dan Maluku Tengah berhak untuk mendapatkan perhatian negara. Hak yang sama tentu dimiliki segenap warga negara ini dari Sabang sampai Merauke.

 

Baca juga editorial 70: Menyelamatkan Bumi Evav

 

Blunder fatal yang dilakukan salah satu petinggi negara ini, meski beliau telah berusaha keras untuk mengklarifikasinya, semacam menjadi alarm bagi segenap warga negara ini untuk menjadi lebih sensitif, solider dan berempati terhadap sesama anak bangsa. Kita sadar betul bahwa para pendiri bangsa ini sepakat untuk mendirikan negara ini karena sebuah kesadaran akan nasib yang sama. Solidaritas dan empati sebagai sesama korban penindasan penjajahlah yang menjadi alasan berdirinya negara ini.

Solider berarti mempunyai atau memperlihatkan perasaan bersatu. Sementara empati berarti kemampuan untuk menempatkan diri dan melihat situasi dari perspektif orang lain. Merawat Indonesia berarti menumbuhkan rasa solider dan empati kita sebagai sesama bangsa. Kebijaksanaan dalam bertutur kata dan bertingkah laku di era digital ini sangatlah diperlukan. Kita berharap semoga Indonesia kita segera mampu keluar dari berbagai persoalan yang sedang membelitnya hari-hari ini. (NR)

 

Dapatkan Koran Pilar Timur Edisi 73, 4 September 2019

Edisi 73

Hubungi No HP: 0812-4791-6759 (David) atau langsung ke Kantor Redaksi Pilar Timur di Jalan Langgur - Kolser (500 m dari STIA Langgur)

 

Menolak #ReformasiDikorupsi

Category: Advertorial
User Rating:  / 0

 

(Editorial Koran Pilar Timur Edisi 71, 28 September 2019)

 

Kita bersyukur bahwa aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Tual boleh berjalan dengan damai dan lancar serta tidak ditunggangi para penumpang gelap. Aparat setempat pun tidak represif dalam mengawal aksi ini.

 

Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Persoalan rasisme di Papua serta persoalan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan telah menimbulkan penderitaan bagi sebagian warga negara ini. Masalah Papua yang ditangani secara represif oleh aparat keamanan telah membuat situasi menjadi semakin tidak kondusif. Sementara itu, penanganan karhutla di Sumatera dan Kalimantan juga dinilai tidak serius. Sejumlah korporasi pembakar hutan disinyalir sengaja dipelihara negara.

Situasi negara semakin diperparah dengan persekongkolan Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah yang berupaya menggoalkan pengesahan sejumlah rancangan undang-undang yang mengandung pasal-pasal kontroversial dan berpotensi menyengsarakan masyarakat, tepat di penghujung masa jabatannya.

Revisi Undang-Undang KPK yang dinilai semakin melemahkan eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi, ditambah dengan proses pemilihan komisi KPK yang dinilai bermasalah semakin mengundang tanda tanya. Sejumlah rancangan undang-undang bermasalah lainnya ingin dikebut pengesahannya. Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana, RUU Pertambangan dan Minerba, RUU Pemasyarakatan dan RUU Ketenagakerjaan misalnya.

 

Editorial edisi 70: Menyelamatkan Bumi Evav

 

Di sisi lain, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga yang mendesak dan penting malah tidak kunjung disahkan. Negara dinilai terlalu mencampuri urusan privasi serentak tidak serius melindungi hak-hak warganya. Indonesia dinilai mengalami kemunduran dalam demokrasi. Nilai-nilai reformasi dikorupsi oleh oligarki para penguasa.

Wajarlah jika warga negara bereaksi. Mahasiswa yang didukung berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan menggelar demonstrasi menolak #ReformasiDikorupsi. Aksi ini tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi merata hampir ke seluruh Indonesia. Tidak terkecuali di Kota Tual. Kita bersyukur bahwa aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Tual boleh berjalan dengan damai dan lancar serta tidak ditunggangi para penumpang gelap. Aparat setempat pun tidak represif dalam mengawal aksi ini.

Di sisi lain, kita menyayangkan cara-cara aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi di sejumlah tempat di Indonesia yang dinilai terlalu represif dan otoriter hingga memakan korban jiwa seperti yang terjadi di Kendari. Belum lagi tindakan kekerasan yang dialami para jurnalis di sejumlah daerah serta kriminalisasi terhadap sejumlah aktivis.

 

Editorial edisi 69: Mendukung Ekofeminisme Ala PKK Tual-Malra

 

Sungguh sangat disayangkan mengingat di antara 7 tuntutan utama aksi mahasiswa terdapat sejumlah poin yang berkaitan langsung dengan kinerja kepolisian yang juga dianggap sebagai kemunduran demokrasi. Poin tersebut antara lain menolak TNI dan Polri menempati jabatan sipil, stop militerisme di Papua dan daerah lain, hentikan kriminalisasi aktivis, serta tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan.

Kita mengecam berbagai kekerasan yang terjadi akibat situasi yang menimpa negeri ini. Tetapi serentak kita juga harus konsisten menolak #ReformasiDikorupsi. Stabilitas keamanan seharusnya tidak menjadi alasan pembiaran terhadap berbagai ketidakadilan. Kita mendoakan agar para pengambil kebijakan dan pengelola negara ini dapat mengambil keputusan yang bijaksana. Dan semoga negara ini segera keluar dari berbagai persoalan yang sementara membelitnya. Tak lupa, kita doakan juga saudara-saudara kita di Kota Ambon yang menderita dan sementara diliputi kecemasan akibat gempa bumi beruntun yang mengguncang. (NR)

 

Dapatkan Koran Pilar Timur Edisi 71, 28 September 2019

Edisi 71

Hubungi No HP: 0812-4791-6759 (David) atau langsung ke Kantor Redaksi Pilar Timur di Jalan Langgur - Kolser (500 m dari STIA Langgur)

 

Mendukung Ekofeminisme Ala PKK Tual-Malra

Category: Advertorial
User Rating:  / 0

 

(Editorial Koran Pilar Timur Edisi 69, 20 September 2019)

 

Bumi kita sedang sekarat. Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim tengah mengancam eksistensi satu-satunya planet pemberi kehidupan ini. Perilaku manusia adalah penyebab utama kerusakan bumi. Penggunaan plastik yang masif adalah salah satu contoh perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan. Padahal butuh waktu 400 tahun supaya plastik bisa terurai dalam tanah. Sementara keberadaan sampah plastik di laut pun tidak kalah mencemaskan. Sejak setahun lalu, berulangkali Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengkampanyekan hasil riset bahwa jika perilaku manusia tidak diubah, pada tahun 2030 nanti jumlah plastik akan lebih banyak dari jumlah ikan di laut. Bumi bukan lagi sekadar perlu dijaga dan dirawat, tetapi harus diselamatkan!

Upaya menyelamatkan bumi sejatinya bukanlah merupakan hal baru dalam peradaban manusia. Dalam sejarah filsafat barat, upaya mengembangkan sebuah etika lingkungan hidup sudah dimulai sejak beberapa abad lalu. Etika lingkungan hidup ala filsafat barat itu mengalami tahapan perkembangan dari etika antroposentrisme, biosentrisme hingga ekosentrisme. Etika Antroposentrisme menganggap manusia sebagai pusat kehidupan, etika biosentrisme memperluas wilayah moralnya dengan mencakup seluruh makhluk hidup, sementara ekosentrisme menyempurnakannya dengan memperjuangkan kesetaraan hak setiap entitas, makhluk hidup maupun benda mati, di muka bumi ini. Sejarah filsafat China bahkan jauh lebih maju. Sejak abad 6 SM, filsuf Lao Tzu telah memperkenalkan konsep kesetaran setiap entitas di muka bumi melalui filsafat taoisme yang diajarkannya.

 

Baca juga editorial: Livi Zheng, Joko Anwar dan Napak Tilas Nen Dit Sakmas

 

Etika ekofeminisme adalah salah satu bagian dari etika ekosentrisme. Ekofeminisme adalah sebuah gerakan untuk menentang dominasi dan memperjuangkan kesetaraan hak asasi. Gerakan ekofeminisme berangkat dari sebuah kesadaran bahwa sebagaimana wanita harus melawan dominasi laki-laki, demikian pula bumi harus melawan dominasi manusia. Atas dasar itu, kita tidak harus menjadi perempuan untuk sepakat dengan ekofeminisme. Kita hanya butuh kerendahan hati untuk tidak mendominasi alam dan mau berbagi kehidupan dengan setiap entitas di muka bumi ini. Itu adalah cara terbaik untuk menyelamatkan bumi.

Yang paling penting dari antara semuanya itu adalah bahwa menyelamatkan bumi memang seharusnya tidak tinggal sebatas konsep dan teori. Konsep dan teori filosofis harusnya dijadikan landasan dalam melaksanakan sebuah langkah konkret. Kita pantas bergembira karena gerakan sistematis dalam menyelamatkan bumi sudah mulai dilaksanakan di Kepulauan Kei, misalnya lewat teladan yang ditunjukkan komunitas Trash Hero. Lalu kabar gembira lainnya datang di hari-hari ini ketika tim penggerak PKK Kota Tual menyatakan sikap perang terhadap sampah plastik. Juga ketika tim penggerak PKK Malra mendorong pengembangan wisata Ohoi Wab Ngufar dengan bebas plastik.

 

Baca juga editorial: Menggugah Kesadaran Mitigasi Bencana

 

Penting untuk digarisbawahi bahwa gerakan ini dimulai dari kaum perempuan Kei yang tergabung dalam tim penggerak PKK. Apalagi gerakan memerangi sampah plastik dari perempuan Kei ini terjadi ketika publik masih dalam euforia peringatan Nen Dit Sakmas. Tentunya kita berharap agar gerakan memerangi sampah plastik ala ibu-ibu penggerak PKK Tual-Malra ini tidak berhenti sebatas sebuah acara seremonial semata, tetapi terus berlangsung secara sistematis dengan tidak lagi menggunakan air mineral kemasan plastik dalam setiap kegiatannya.

Dan sebagaimana sudah diutarakan di atas, kita tidak harus menjadi perempuan untuk bisa menyelamatkan bumi. Kita patut mendorong agar teladan yang telah ditunjukkan ibu-ibu PKK Tual-Malra boleh menular kepada seluruh lapisan birokrasi di Kabupaten Maluku Tenggara maupun Kota Tual, bahkan untuk setiap lapisan masyarakat di Kepulauan Kei untuk semakin meminimalisir penggunaan plastik dalam setiap aktivitasnya. (NR)

 

Dapatkan Koran Pilar Timur Edisi 69, 20 September 2019

Edisi 69

Hubungi No HP: 0812-4791-6759 (David) atau langsung ke Kantor Redaksi Pilar Timur di Jalan Langgur - Kolser (500 m dari STIA Langgur)

 

Menyelamatkan Bumi Evav

Category: Advertorial
User Rating:  / 0

 

(Editorial Koran Pilar Timur Edisi 70, 25 September 2019)

 

Sampai saat ini, bumi masih menjadi satu-satunya planet dalam galaksi yang mampu mendukung ekosistem kehidupan secara alamiah. Sebagai satu-satunya rumah alami bagi kehidupan, bumi sedang sekarat akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Ironisnya, perilaku manusia adalah penyebab utama terjadinya kerusakan pada bumi. Bumi bukan hanya perlu dijaga dan dirawat. Bumi harus diselamatkan. Menyelamatkan bumi mengandaikan adanya sebuah kemendesakan.

Kita menyayangkan bahwa kesadaran untuk merawat dan menyelamatkan bumi belum banyak dimiliki oleh masyarakat Kepulauan Kei. Yang paling mencolok adalah justru hal yang paling sederhana, kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat. Hampir di setiap sudut di daerah ini, kita bisa dengan gampang menemukan orang membuang sampah sembarangan. Dari plastik bekas bungkusan rokok yang baru dibuka, plastik bekas kemasan air mineral, plastik bekas gula-gula, plastik bekas bungkusan makanan, atau bahkan puntung rokok sekali pun hingga sampah-sampah lainnya.

Perilaku membuang sampah sembarangan ini bahkan terkesan berlaku merata di semua lapisan masyarakat. Tingkat kemakmuran pun tidak berbanding lurus dengan tingkat peradaban. Tidak jarang kita temukan bahwa sampah-sampah tersebut meluncur indah dari dalam kendaraan mewah yang sementara melaju di jalanan. Maka jangan heran kalau kita bisa dengan gampang menemukan berserakannya sampah plastik di ruas-ruas jalan yang bahkan jarang dilewati. Sampah yang berserakan di tempat-tempat pariwisata juga semacam sudah menjadi kewajaran.

Agama pun sepertinya tidak banyak membantu dalam mendorong para penganutnya untuk berperilaku ramah kepada bumi. Berulangkali ketika meliput atau pun sekadar mengikuti event keagamaan di daerah ini, saya menemukan perilaku membuang sampah di sembarang tempat terjadi juga pada mereka yang baru saja selesai memuji Tuhan sesuai ritual agamanya.

Di tengah segala kemirisan yang telah diutarakan, sejatinya ada secercah harapan yang muncul di Kepulauan Kei lewat Komunitas Trash Hero. Secara konsisten, komunitas ini menggelar ritual bersih-bersih sampah plastik di sejumlah tempat di Kepulauan Kei. Gerakan ini seharusnya menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mulai berperilaku sopan terhadap bumi. Tanpa kesadaran masyarakat, Komunitas Trash Hero selamanya hanya akan menjadi semacam petugas pungut sampah independen, sesuatu yang bukan merupakan tujuan dan cita-cita dari gerakan ini.

Demikianlah ada banyak hal yang mengharuskan kita untuk mulai menyelamatkan bumi. Menyelamatkan bumi secara sederhana bisa mulai dieksekusi dengan membangun kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalau realitas kerusakan bumi dirasa terlalu jauh untuk dijadikan alasan ramah lingkungan, maka mulailah dengan alasan-alasan yang sederhana. Misalnya bahwa dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita secara tidak langsung mendukung pengembangan daerah ini dari segi pariwisata.

Dari segi kebijakan daerah, rasanya memang sudah saatnya pemerintah kedua daerah ini baik Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara untuk menelorkan perda demi menertibkan perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah dengan seenaknya. Keberadaan perda lingkungan hidup dengan sanksi-sanksi yang tegas bagi para pelanggarnya mungkin bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk mulai melaksanakan slogan yang sudah didengar sejak masih di bangku pendidikan dasar: ‘Buanglah Sampah Pada Tempatnya!”

 

Dapatkan Koran Pilar Timur Edisi 70, 25 September 2019

Edisi 70

 

Hubungi No HP: 0812-4791-6759 (David) atau langsung ke Kantor Redaksi Pilar Timur di Jalan Langgur - Kolser (500 m dari STIA Langgur)

 

Menggugah Kesadaran Mitigasi Bencana

Category: Advertorial
User Rating:  / 0

 

(Editorial Koran Pilar Timur No 68, 18 September 2019)

 

Masyarakat Kei patut bersyukur. Selain dikaruniai alam yang indah, daerah ini pun belum pernah dilanda bencana alam yang dahsyat, sekurang-kurangnya berdasarkan catatan informasi sejarah. Informasi historis tentang bencana masa lalu di kawasan Kepulauan Kei dan bahkan seluruh kawasan Maluku Tenggara Raya antara Timor dan Papua terbilang minim. Tercatat hanya beberapa sumber yang menjelaskan mengenai bencana alam besar yang terjadi di wilayah Teon, Nila dan Serua yang terletak di bagian utara Kepulauan Maluku Tenggara (Marlon Ririmasse, 2013).

 

Baca juga editorial Edisi 67: Menyelaraskan Adat, Agam dan Kubni

 

Memang beberapa kali hingga tahun-tahun terakhir ini, wilayah bagian Maluku Tenggara termasuk wilayah Kepulauan Kei merasakan getaran yang disebabkan oleh Gempa Bumi. Juga catatan peristiwa angin puting beliung yang memporak-porandakan sejumlah rumah di Ohoi Ohoirenan beberapa waktu lalu. Tetapi peristiwa-peristiwa tersebut rasa-rasanya masih cukup jauh dari frase bencana alam besar. Dari segi ini, seharusnya upaya mitigasi bencana di wilayah ini menjadi jauh lebih mudah.

Minim bukan berarti tidak ada sama sekali. Bencana atau kecelakaan yang rawan terjadi di wilayah Kepulauan Kei adalah menyangkut situasi gelombang perairan. Momok yang cukup menjadi ancaman bagi masyarakat adalah apa yang disebut sebagai Musim Timur yang biasanya terjadi sekitar pertengahan tahun.

Dalam periode Musim Timur, tinggi gelombang perairan biasanya selalu berada di atas normal. Terkait hal ini, BMKG Maluku sudah sangat rutin mengeluarkan peringatan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Peringatan BMKG ini pula yang dijadikan rujukan pihak Syahbandar Tual dalam mengeluarkan izin pelayaran bagi kapal.

 

Baca juga editorial edisi 66: Berdialektika untuk Evav

 

Publik Kei berduka untuk peristiwa kecelakaan yang menimpa longboat BUMO Watkidat yang tenggelam di perairan Teluk Nerong Kei Besar. Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (14/09/2019) lalu telah merenggut nyawa salah seorang penumpang. Selain 39 penumpang lainnya yang harus mendapatkan perawatan medis. Meski bukan yang pertama kali terjadi sepanjang tahun ini, peristiwa ini bisa dibilang merupakan bencana laut terbesar di tahun ini.

Sungguh miris karena longboat tersebut tidak memiliki izin operasional sebagai kapal penumpang. Menjadi ironi juga bahwa kecelakaan itu terjadi ketika pihak Syahbandar Tual telah mengeluarkan peringatan untuk tidak melakukan pelayaran di perairan selatan Kei. Tanpa bermaksud menyalahkan pihak manapun, peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran bagi publik Kepulauan Kei.

 

Baca juga editorial edisi 65: Livi Zheng, Joko Anwar dan Napak Tilas Nen Dit Sakmas

 

Kita perlu menyadari bahwa upaya mitigasi bencana semaksimal apapun tidak akan berjalan efisien bila tidak diiringi kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadapnya. Apalagi di era sekarang ketika masyarakat cukup mudah mengakses informasi peringatan bencana dari pihak-pihak terkait. Sebagai masyarakat daerah kepulauan, masyarakat Kei haruslah lebih rendah hati untuk tidak menantang gelombang lautan. Kita berharap semoga peristiwa semacam ini tidak lagi terjadi di masa-masa yang akan datang. (NR)

 

Dapatkan Koran Pilar Timur Edisi 68, 18 September 2019

Edisi 68

 

Hubungi No HP: 0812-4791-6759 (David) atau langsung ke Kantor Redaksi Pilar Timur di Jalan Langgur - Kolser (500 m dari STIA Langgur)

 

BERITA TERKINI

Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

Sosial
on Senin, 14 Oktober 2019
Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

  Peringatan bulan Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktifitas PRB sebagai investasi untuk ketanggu...

Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

Sosial
on Sabtu, 12 Oktober 2019
Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

  “Mari terus kita rawat kebersamaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat buru,” ajak Bupati Ramlly. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon Mohammad Irfan Suryaward...

Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan...

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan Tanggung Jawab

  Wali Kota Tual meyakini bahwa melalui kerjasama yang baik dan harmonis, DPRD bersama pemkot akan mampu menyusun dan menetapkan APBD tahun 2020 sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan penyelengg...

Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai B...

Lingkungan Kita
on Jumat, 11 Oktober 2019
Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai Babyotang MBD

  Ini merupakan fenomena alam setiap tahun. Tetapi kali ini juga ada kandungan minyak. Air laut berubah warna menjadi kuning kecokelatan di Desa Babyotang, Babar Timur, MBD.   Tual, suaradam...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba Pidato Bahasa Kei

  Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membangkitkan rasa cinta, rasa memiliki, menjaga dan melestarikan serta mengimplementasikan bahasa dan budaya Kei dalam pergaulan setiap ha...

Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

  Selama ini para ASN sudah diberi peringatan dan himbauan tegas terkait masalah kedisiplinan melalui pelaksanaan apel pagi, namun hal itu tidak dihiraukan oleh sebagian oknum. Wawali Tual Usman...

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lem...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lembaga Pendidikan

  Pendidikan adalah cara terbaik menyiapkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan yang lebih baik. Pendirian SMA Katolik Johanis Aerts Katlarat dilandasi pada keputusan Musyawarah Pastora...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Panda...

Opini
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Pandangan Masyarakat Adat

  Apabila perubahan nomenklatur Kabupaten Maluku Tenggara tidak dilegitimasi oleh pemerintah provinsi, maka Pemkab Malra perlu berinisiatif untuk mewadahi dan mengakomodir kembali segala aspirasi...

Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rok...

Hukum & Kriminal
on Kamis, 10 Oktober 2019
Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rokok

  Bahaya rokok dan HIV – AIDS merupakan ancaman potensial yang akan menghambat bahkan menghancurkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prajurit Lantamal IX menandatangani Komitmen Sehari Tid...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

Sosial
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

  Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan kedua kali ini, merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayan terbaik kepada warga negaranya. Kepala BNPB Doni Monardo bersama para pengungsi.(...

Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kem...

Ekonomi & Pembangunan
on Rabu, 09 Oktober 2019
Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kemenkeu

  Di lain sisi, mantan Bupati MBD ini juga mengatakan, pembangunan sebuah daerah memerlukan peran banyak pihak. Selain dukungan dana dari APBN dan APBD, peran swasta juga sangat diharapkan. Suasa...

Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

  DPRD berharap peraturan daerah tentang desa adat dapat diterima dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat adat dalam wilayah Pemerintahan Kota Tual. Ketua DPRD Kota Tual Taufik Hamud. (Foto...

Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum Ada Surat Perintah Pimpinan

  Taman Kota Tual dijadikan sebagai pub atau tempat minum minuman keras. Meski begitu, Satpol PP Tual terkesan melakukan pembiaran.   Tamkot Tual saat malam hari. (Dok. Instasaver)   Tu...

RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akredit...

Kesehatan
on Rabu, 09 Oktober 2019
RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akreditasi

  Akreditasi merupakan dasar bagi semua instansi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. RSUD KS Langgur telah melakukan persiapan secara bertahap, baik terkait dokumen maupun unsur fisik lainny...

Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

  Pendirian Koramil dan Kodim di wilayah Kota Tual akan memperpendek rentang kendali kesatuan TNI dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai abdi negara. Komandan Satgas BKO Kodim/Koramil Per...

MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN...

Politik
on Rabu, 09 Oktober 2019
MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN Maluku

  Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Maluku yang dilaksanakan pada 26 Juni 2019 lalu, dinyatakan tidak sah dan dibatalkan Ket...

Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Am...

Pendidikan
on Selasa, 08 Oktober 2019
Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Ambon

  Wagub berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha. Suasana pembukaan kegiatan EXPO Kewirausahaan di halaman SMA Kristen YPKPM Ambon. (Foto. Chintia S)   Ambon, suaradamai.com...

«
||
»

BUDAYA KITA

Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Wakt...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 24 September 2019
Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Waktu Dekat

  Berdasarkan sejarah Hukum Larvul, Raja Raschap Mer Ohoi Nean akan dikukuhkan oleh Raja Bal Du Wahadat dari Dullah. Pemasangan Gelang Mas Kei kepada Ketua Ikatan Maskei Papua oleh Raja Fer Drs....

Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan N...

Peristiwa Budaya
on Sabtu, 14 September 2019
Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas

  Lembaga Dewan Adat Rat Ur Siu, Lor Lim dan Lor Labai merupakan benteng terakhir penjaga kelestarian adat Evav. Hakim dari setiap penyimpangan dan pelanggaran terhadap hukum adat Larvul Ngabal....

Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit...

Asal Usul
on Rabu, 11 September 2019
Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit Sakmas

  Tingginya nilai luhur dan martabat perempuan Kei tercermin dalam diri Nen Dit Sakmas. Pelaksanaan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan aktualisasi dari penghargaan terhadap tingginya...

Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat E...

Asal Usul
on Selasa, 10 September 2019
Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat Evav

  Pakaian adat dipahami sebagai kostum yang mengekspresikan identitas yang biasanya dikaitkandengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Perdebatan terkait corak pakaian adat Evav...

Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Duku...

Peristiwa Budaya
on Jumat, 06 September 2019
Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Dukungan dan Kritik

  Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bagi pelestarian kearifan lokal budaya Suku Bangsa Kei. Sebuah maha karya yang dihasilkan pemerintah daerah Kab...

Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

Peristiwa Budaya
on Jumat, 23 Agustus 2019
Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.   “Saya janji tidak akan memberikan rekomendasi pecalonan bagi marga lain yang bukan punya hak. Khususnya untuk Desa Fiditan, selain marga Raha...

Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

Asal Usul
on Rabu, 07 Agustus 2019
Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

  Pengangkatan sesajen bagi leluhur di Woma El Fangvur, Langgur.   Suatu ketika sekelompok masyarakat bertemu satu sama lain dan sepakat membentuk ohoi. Kebutuhan pertama mereka adalah tempa...

Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di De...

Peristiwa Budaya
on Senin, 05 Agustus 2019
Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di Desa Tamedan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Safari Adat adalah salah satu upaya Pemkot Tual dalam memulihkan kembali tatanan adat dalam masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkua...

Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemko...

Peristiwa Budaya
on Kamis, 25 Juli 2019
Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemkot Tual

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw. Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota Tual Usman Tamnge bersama para Rat/Raja. (Foto: Gerry Ngamel)   Langgur (Tetoat), suaradamai.com...

Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

Peristiwa Budaya
on Rabu, 24 Juli 2019
Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

  Reporter: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Keempat Rat (Raja) yang wilayahnya berada dalam lingkungan Pemerintahan Kota Tual didampingi Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota T...

Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

Asal Usul
on Senin, 22 Juli 2019
Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

  Rat Yab Ratchap Oholim Tahit Patris Renwarin   Istilah Meti Kei dan Met Ef masih menjadi perdebatan, mana yang tepat mana yang keliru. Untuk memberi kepastian, Suaradamai.com mewawancarai...

Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Bangl...

Misil Masal
on Minggu, 21 Juli 2019
Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Banglu"

  Pemerhati Adat, Robert Remetwa   Berucap dan mendengar ayat tersebut bagi orang yang paham Bahasa Kei akan berpikir pada suasana perang. Memang benar, bahwa perang di Kei zaman dulu, para...

Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer B...

Peristiwa Budaya
on Senin, 18 Februari 2019
Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer Budaya Kei Era 1940an

  Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa Para Wanita berpose di depan tempat pameran   Langgur (Ngilngof), suaradamai.com – Kali ini ada yang unik dari perayaan Valentine’s Day tahun...

Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jad...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 05 Februari 2019
Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jadi Contoh

Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa   Mulai dari persiapan, penyampaian undangan, cara memasak, alat makan, makanan, gaya makan, dan prosesi pengukuhan, menggunakan kebiasaan orang tua...

Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 02 Oktober 2018
Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran, Buku Larvul Ngabal

Langgur, suaradamai.com - Ketua Dewan Adat Rat Ursiuw Rat Lorlim Kepulauan Kei (Dewan Adat Kei) Drs. Hi. Abdul Hamid Rahayaan mendesak kepada penerbit agar menarik buku berjudul “Larvul Ngabal: Anasir...

«
||
»

Maluku Tenggara

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Apa...

Maluku Tenggara
on Minggu, 06 Oktober 2019
Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Aparatur Disdukcapil

  Administrasi kependudukan perlu didukung dengan strategi pelaksanaan dan penganggaran guna mendorong kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal pemerintah.Sehubungan dengan hal tersebut...

Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. S...

Maluku Tenggara
on Rabu, 02 Oktober 2019
Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. Selebihnya Kita Satu

  Budaya maren merupakan warisan leluhur yang mempersatukan perbedaan. Melalui budaya maren setiap sekat perbedaan menjadi tidak berarti. Diharapkan melalui momen bakti sosial di Masjid Ohoi Mast...

Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

Maluku Tenggara
on Senin, 30 September 2019
Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

  Pemkab Malra melalui Disperindag sementara berupaya membenahi Pasar Ikan Langgur lewat pengerjaan saluran pembuangan limbah dan pengadaan sejumlah fasilitas pendukung. Meski demikian, diharapka...

Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jad...

Maluku Tenggara
on Rabu, 25 September 2019
Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jadi Pupuk

  Masyarakat diharapkan dapat memilah antara sampah organik dan sampah anorganik sejak dari rumah tangga. Nantinya sampah organik akan diolah kembali menjadi pupuk sehingga dapat mengurangi pasok...

Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Ikan bagi 68 Nelayan

  Para nelayan peserta pelatihan dan pendampingan akan diberikan sertifikasi sebagai jaminan bahwa produk mereka telah melewati 18 fase yang dipersyaratkan Dinas Perikanan Malra. Suasana Pelatiha...

PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Mi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Miring

  Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada tim penggerak PKK Malra dan Pemerintah Ohoi Wab Ngufar melalui program pengembangan pariwisata. Upaya ini diharapkan kelak semakin menjadi acuan dal...

Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hu...

Maluku Tenggara
on Minggu, 08 September 2019
Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hukum Larvul Ngabal

  Pengajaran Nen Dit Sakmas menjadi fondasi bagi Hukum Adat Larvul Ngabal yang telah merasuki sendi-sendi hidup orang Kei jauh sebelum hukum positif negara ini dibentuk dan sebelum agama dikenal....

PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan...

Maluku Tenggara
on Selasa, 03 September 2019
PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan Martabat Perempuan Kei

  Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali jati diri vat-vat Evav yang kini hilang, serta menceritakan perjalanan Nen Dit Sakmas sebagai pencetus Hukum Larvul Ngabal. Ketua Tim Penggerak P...

Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Se...

Maluku Tenggara
on Kamis, 29 Agustus 2019
Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Sebesar 0,75 Persen

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Catatan peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara mencapai angka Rp. 951,45 milyar (0,75 persen). Sejalan dengan kenaikan pendapata...

Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh...

Maluku Tenggara
on Minggu, 25 Agustus 2019
Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh Kelola Kearsipan

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Aparatur birokrasi harus mampu menjadi pelopor pertanggungjawaban arsip dan kearsipan dalam proses manajemen pemerintahan dan pembangunan di ling...

Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Momen peringatan HUT ke-74 kemerdekaan dimaknai dengan upaya mengejar ketertinggalan di Malra. Ditandai dengan pelaksanaan upacara detik-detik pr...

Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Ko...

Maluku Tenggara
on Senin, 19 Agustus 2019
Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Komoditas Pertanian

  Penulis: Nela Lobya. Editor: Nick Renleuw.   Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan kebutuhan daerah dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Upaya pemenu...

Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 11 Agustus 2019
Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidikan Malra

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, setiap satuan pendidikan formal dan non-formal wajib melakukan pen...

Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Den...

Maluku Tenggara
on Sabtu, 03 Agustus 2019
Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0

  Reporter: Ella Kudubun. Editor: Nick Renleuw Bupati Malra M. Thaher Hanubun. (Dok. Humas Malra)   Langgur, suaradamai.com – Gerakan Nasional masih membudayakan kewirausahaan dan menjadi ko...

Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya...

Maluku Tenggara
on Kamis, 01 Agustus 2019
Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya!

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Bupati Maluku Tenggara, Drs M. Thaher Hanubun menerima pesan singkat dari salah seorang oknum PNS yang berisikan tawaran sejumlah uang yang dituj...

Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sa...

Maluku Tenggara
on Selasa, 30 Juli 2019
Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sail To Indonesia

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Sebagai pintu masuk Wonderful Sail to Indonesia, Maluku Tenggara dinilai oleh wisatawan sukses dalam penyelenggaraan. Suksesnya pelaksanaan Wonde...

Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Ke...

Maluku Tenggara
on Rabu, 24 Juli 2019
Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Kei Besar Merupakan Peluang Ekonomi Daerah

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Pulau Kei Besar memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Identifikasi potensi perikanan dan kelautan di Kei Besar menjadi sangat pentin...

«
||
»

e-Paper Majalah & Pilar Timur

Tentang Kami