Dorong Daya Kreasi dan Inovasi Desa, Wawali Tamnge Buka BID Klaster I Namser-Wearhir

Category: Kota Tual

 

Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.

 

Bursa Inovasi Desa akan menjadi salah satu media pertukaran cerita tentang keberhasilan desa dalam membangun negeri

Kadis PMD dan Wawali foto bersama Tim Inovasi Desa

Wawali Tual Usman Tamnge didampingi Kepala Dinas PMD Gufroni Rahanyamtel berfoto bersama Tim Inovasi Desa (Foto: Gerry Ngamel).

 

Tual, suaradamai.com – Wakil Wali Kota Tual Usman Tamnge membuka secara resmi kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Klaster I Namser - Wearhir Kota Tual yang meliputi gabungan dari Kecamatan Pulau Dulllah Utara dan Dullah Selatan. Kegiatan dipusatkan di Aula Pendopo Yarler Tual, Sabtu (03/08/19)

Pada periode pertama kegiatan BID Kota Tual Tahun 2019 bertema “Menggugah Komitmen, Menggerakan Desa, Menuju Kota Tual Inovatif”, Klaster I Namser - Wearhir menampilkan menu inovasi yang dibursakan sesuai standar menu nasional yang kemudian dikelompokan ke bidang Infrastruktur, Kewirausahaan dan Ekonomi serta Bursa Sumber Daya Manusia (SDM). Bursa Inovasi ini nantinya pula akan menjadi acuan bagi masyarakat dan Pemerintah Desa dalam merancang perencanaan pembangunan desa melalui Musrenbang di tingkat desa.

Berdasarkan pantauan media ini, turut hadir Kepala Dinas PMD Kota Tual Gufroni Rahanyamtel dan sejumlah OPD lainnya serta camat dan kepala-kepala desa dari Klaster I. Pada kesempatan ini juga, Wakil Wali Kota Usman Tamnge serta Kepala Dinas PMD dianugerahi penyematan pin oleh Tim Inovasi Desa dan berkesempatan meninjau secara langsung bursa inovasi yang ditampilkan Klaster I Namser - Wearhir.

Wawali Tamnge sesaat sebelum membuka kegiatan tersebut menyampaikan, Program Inovasi Desa (PID) merupakan bagian dari wujud gagasan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang pada dasarnya ingin terus berupaya untuk dapat lebih meningkatkan makna pemanfaatan dana desa bagi masyarakat di desa-desa di semua wilayah Indonesia.

“Sejak pertengahan tahun 2017 hingga saat ini, upaya yang dilakukan Kemendes PDTT yakni dengan mendorong kreativitas dan inovasi desa dalam merencanakan, hingga membelanjakan dana desa secara umum melalui sebuah program yang disebut Program Inovasi Desa (PID),” ungkapnya.  

Penyematan Pin bagi Kadis PMD dan Wawali Tual

Wawali Tual Usman Tamnge serta Kepala Dinas PMD Gufroni Rahanyamtel dianugerahi penyematan pin oleh Tim Inovasi Desa (Foto: Gerry Ngamel).

 

Lebih lanjut ia menegaskan, PID yang digagas Pemerintah Pusat tidak semata-mata untuk membawa misi bagi-bagi uang kepada desa, tetapi Pemerintah Pusat dengan bentuk strategi ini ingin berusaha menumbuhkan daya kreasi dan inovasi terhadap pemanfaatan dana desa ke dalam kerangka kebijakan pembangunan desa.

“Dengan kata lain, mendorong pelembagaan inovasi dalam kerangka dan struktur perencanaan dan distribusi pembelanjaan dana desa, sehingga struktur perencanaan dan distribusi pembelanjaan dana desa benar-benar dilakukan dengan cara ataupun terobosan yang kreatif dan inovatif, serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Wawali Tamnge.

Menurut Tamnge, salah satu bentuk implementasi dari adanya Program Inovasi Desa adalah melalui Bursa Inovasi Desa (BID). Dan untuk Pemerintah Kota Tual sendiri, inovasi ini telah dilakukan sejak tahun 2018. Ia menambahkan, BID merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, sehingga forum ini dapat menjadi media belajar bagi masyarakat dan Pemerintah desa untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan desa.

“BID akan menjadi salah satu media pertukaran cerita tentang keberhasilan desa dalam membangun negeri. Caranya, yakni dengan adanya cerita-cerita sukses desa membangun yang dikabarkan pada desa-desa lain yang masih lemah ataupun tertinggal dalam hal kreativitas, dan membuat program/kegiatan pembangunan yang kreatif dan inovatif,” terangnya.

Dengan adanya penyelenggaraan BID, lanjut Tamnge, pemerintah desa akan memiliki referensi dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan desa, serta menggunakan dana desa secara lebih optimal, inovatif dan berkualitas.

“Di Bursa Inovasi Desa inilah antar desa bisa saling belajar. Desa yang tertinggal dapat belajar pada desa yang maju. Desa yang minim inovasi bisa belajar dari desa yang kaya dengan pengalaman praktik inovatif. Sehingga dari tukar menukar pengalaman ini diharapkan mampu mendorong pelipatgandaan ide-ide kreatif, sehingga item-item belanja dana desa kelak terwarnai oleh rancangan program/kegiatan yang memiliki bobot inovasi cukup baik dari keadaan sebelumnya,” pintanya.

Menyadari adanya karakter dan potensi sumber daya alam serta masyarakat (manusia) yang dimiliki bumi Maren dan tersebar di 27 desa serta 11 dusun, Wawali Tamnge berharap agar masyarakat dan pemerintah masing-masing desa dapat mengembangkan potensi yang ada dan mengangkat nama serta produk inovasi desa yang nantinya akan menjadi sumber pendapatan asli desa.

“Fokus pengembangan desa harus diarahkan untuk pengembangan sumber daya manusia agar mampu mendayagunakan sumber daya alam yang tersedia. Melalui kelanjutan pelaksanaan Bursa Inovasi di Kota Tual tahun 2019 ini diharapkan dapat terhimpun banyak kegiatan inovatif dari seluruh desa dan dusun di Kota Tual,” harapnya.

Wawali Tamnge menegaskan, Pemerintah Daerah Kota Tual akan terus berkomitmen untuk bisa lebih mendorong agar bibit-bibit kreativitas dan inovasi, seperti yang ditonjolkan pada Bursa Inovasi Desa saat ini, akan terus-menerus bekembang sebagai bahan bakar atau penyemangat bagi orang lain atau desa lainnya. Dengan begitu, akan hadir pula lebih banyak kegiatan inovatif yang tercipta untuk memajukan berbagai bidang kehidupan di Kota Tual.