Breaking News

Sayonara Maluku Tenggara

Vakum Dua Tahun, Raja Kat...

Pemkot Tual Target Kepemi...

Kota Tual

Pemkot Tual Target Kepemilikan Akta Lahir Capai 85 Persen

Category: Kota Tual
User Rating:  / 0

 

Data Dukcapil tahun 2019 menyebutkan dari total jumlah anak sebanyak32.190 jiwa, baru 19.562 jiwa atau 60.77% yang memiliki akta kelahiran. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan - Akta Kelahiran - 3-10-19 - Nella

Wali Kota Tual Adam Rahayaan menyampaikan sambutan saat sosialisasi kebijakan percepatan kepemilikan akta kelahiran di Ball Room Grand Villia Langgur, Kamis (3/10/19) pagi.

 

Tual, suaradamai.com – Masih berada di bawah target nasional, Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat, terus menggenjot ketertinggalan angka cakupan kepemilikan akta kelahiran bagi penduduk 0−18 tahun. Bahkan, pada akhir tahun 2019 ini, Pemkot Tual berupaya keras agar dapat mencapai target 85% sesuai standar nasional.

Demikian disampaikan Wali Kota Tual Adam Rahayaan dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan sosialisasi kebijakan percepatan kepemilikan akta kelahiran di Kota Tual. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak RI, bertempat di Ball Room Grand Villia Langgur, Kamis (3/10/19) pagi.

 

Baca juga: Kota Tual Kekurangan 392 Guru, Wali Kota: Tak Ada Lagi Toleransi

 

Wali Kota Rahayaan menjelaskan, Kota Tual merupakan wilayah kepulauan yang membawahi lima kecamatan, yang terdiri dari 27 desa dan tiga kelurahan. “Spesifiknya, dua kecamatan berada di wilayah daratan dan tiga kecamatan lainnya berada di wilayah pulau−pulau, dengan jarak tempuh sekitar empat sampai delapan jam, mengunakan transportasi laut,” sebutnya.

Lanjutnya memaparkan, menurut data Dukcapil saat ini, total penduduk Kota Tual sebanyak 88.546 jiwa. Dari dari jumlah tersebut penduduk dengan usia 0−18 tahun (anak) sebanyak 32.190 jiwa. “Hal ini berarti bahwa sepertiga jumlah penduduk Kota Tual adalah anak anak,” jelas Wali Kota Rahayaan.

 

Baca juga: Wali Kota Rahayaan Ingin Bangun Gedung Khusus bagi Pemuda Kota Tual

 

Berdasarkan data tahun 2019, dari total jumlah anak tersebut, yang sudah memiliki akta kelahiran telah mencapai 19.562 jiwa atau 60.77%. “ini mengalami kenaikan daripada tahun sebelumnya,” kata Wali Kota.

Orang nomor satu di Bumi Maren menegaskan, data tersebut menunjukan bahwa Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Dukcapil dan dinas terkait lainnya senantiasa memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan hak sipil anak di Bumi Maren.

“Capaian ini tentu tak luput pula dari dukungan dan peran serta Forum Anak Maren Kota Tual dalam mensosialisasikan kepada teman sebaya tentang pentingnya memiliki akta kelahiran dan kartu identitas anak,” ungkap dia.

 

Baca juga: Wali Kota Tual: Kita Harus Responsif Tanggap Peluang Blok Masela

 

Sementara itu, demi mencapai standar nasional, Wali Kota Rahayan katakan bahwa sosialisasi saat itu akan turut mendorong pencapaian sebagaimana yang diharapkan.

“Melalui kegiatan ini, tentunya akan membawa manfaat dan berhasil guna peningkatan pemenuhan hak−hak di Kota Tual, yakni mendorong percepatan anak-anak Kota Tual untuk memiliki akta kelahiran dengan cakupannya yang lebih tinggi sesuai target nasional yakni 85% di tahun 2019 ini,” ucap Wali Kota.

 

Baca juga: Petani Maluku Minim Adopsi Teknologi Pertanian, Ini Alasannya

 

Wali Kota Rahayaan mengingatkan, upaya pemenuhan terhadap hak sipil anak, menjadi salah satu bagian dari proses pembangunan kota Tual. Pentingnya pemenuhan tersebut dimaksudkan agar anak dapat memiliki identitas diri berupa kepemilikan akta kelahiran serta Kartu Identitas Anak (KIA).

“Ketiadaan kepemilikan akta kelahiran menyebabkan ketidakjelasan identitas anak yang akan membawa sejumlah implikasi seperti diskriminasi tidak memiliki akses tehadap pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan, rawan menjadi korban perdagangan manusia, dan dijadikan pekerja anak, serta korban kejahatan seksual. Oleh karena itu, negara harus memberikan perlindungan dan jaminan terhadap pelaksanaan hak−hak anak,” tandas Wali Kota. (Gege&Nela/LR).

 

Suasana kegiatan sosialisasi kebijakan percepatan kepemilikan akta kelahiran - Nella

 Suasana kegiatan sosialisasi kebijakan percepatan kepemilikan akta kelahiran di Ball Room Grand Villia Langgur, Kamis (3/10/19) pagi.

 

Kota Tual Kekurangan 392 Guru, Wali Kota: Tak Ada Lagi Toleransi

Category: Kota Tual
User Rating:  / 0

 

Kurangnya tenaga guru PNS di Kota Tual antara lain disebabkan oleh adanya moratorium nasional yang menunda perekrutan PNS serta faktor perpindahan tempat tugas. Wali Kota Rahayaan menegaskan, tidak ada lagi toleransi bagi para guru PNS dalam hal urusan pindah daerah.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan - Rakerda Kepala Sekolah - Gerry Ngamel

Wali Kota Tual Adam Rahayaan ketika menyampaikan sambutan pada Pembukaan Rakerda Kepala Sekolah/Madrasah IX Kota Tual (Foto: Gerry Ngamel).

 

Tual, suaradamai.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Tual Mohamad Zein Renhoat menyatakan, saat ini Kota Tual masih kekurangan tenaga pendidik atau guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia menyebutkan, Kota Tual kekurangan 392 guru PNS untuk total 89 unit sekolah dari jenjang TK, SD dan SMP.

“Perlu saya laporkan bahwa masih terdapat kekurangan guru PNS di daerah ini, khususnya untuk tingkat TK, SD dan SMP se-Kota Tual,” ungkap Renhoat dalam sambutannya pada pembukaan Rakerda Kepala Sekolah/Madrasah IX Kota Tual, Senin (30/09/2019).

Lebih rinci ia menjelaskan, ada sebanyak 15 unit sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Tual dengan total keseluruhan guru PNS berjumlah 11 orang yang tersebar di masing-masing unit. Menurutnya, jumlah tersebut sangat tidak ideal karena 1 unit TK seharusnya dibina oleh minimal 3 orang guru PNS. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sebanyak 34 guru PNS di tingkat TK.

 

Baca juga: Wali Kota Rahayaan Ingin Bangun Gedung Khusus bagi Pemuda Kota Tual

 

Sementara untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), lanjutnya, sebanyak 258 orang guru PNS tersebar di 51 unit SD yang ada di Kota Tual. Ia menilai, berdasarkan jumlah tersebut masih terdapat kekurangan sebanyak 231 orang guru PNS yang terdiri dari guru kelas, guru agama dan guru penjaskes olahraga serta guru seni budaya.

Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama, Renhoat menjelaskan, jumlah guru PNS sebanyak 236 orang tersebar di 23 unit SMP di Kota Tual. Menurutnya, dari jumlah tersebut masih terdapat kekurangan sebanyak 127 orang untuk semua mata pelajaran, kecuali mata pelajaran Agama Kristen Protestan.

Selain itu ia melaporkan bahwa untuk bangunan fisik lembaga pendidikan, Kota Tual sudah berada pada level cukup memuaskan.“Hanya saja ada beberapa hal kecil yang harus dibenahi ke depan,” katanya.

Menyikapi kondisi ini, Wali Kota Tual Adam Rahayaan menilai bahwa persoalan kekurangan guru PNS di berbagai jenjang pendidikan merupakan akibat dari adanya moratorium nasional yang melakukan penundaan perekrutan PNS. Menurutnya, moratorium tidak boleh diberlakukan bagi sektor pendidikan dan kesehatan.

“Itu sebenarnya tidak boleh, apalagi di wilayah timur Indonesia, oleh karena kelangkaan guru dan dokter sangatlah tinggi. Tetapi, oleh kebijakan nasional menunda pengangkatan pegawai merata untuk semua,” ujar Wali Kota Rahayaan.

 

Baca juga: Harapan Guru SMA Kristen Tual di HUT Ke-74

 

Menurut Rahayaan, seharusnya moratorium ini hanya diberlakukan untuk tenaga administrator dan tenaga teknisi saja dan tidak untuk tenaga pendidik dan kesehatan. “Seharusnya setiap tahun harus dilakukan perekerutan bagi tenaga pendidik, agar bisa mengatasi permasalahan ini,” katanya.

Selain itu, menurut Wali Kota Tual, permasalahan lain yang mengakibatkan terjadinya kekurangan tenaga pendidik pada lembaga pendidikan adalah adanya perpindahan guru PNS dari satu sekolah ke sekolah yang lain, atau dari yang satu ke daerah yang lainnya termasuk di daerah kepulauan.

“Kita punya data peta sekarang ini, banyak guru numpuk di daerah daratan saja. Sehingga saya sudah pending di beberapa bulan terakhir ini, yang namanya urusan pindah-pindah itu saya tidak mau lagi, apalagi untuk tenaga guru, saya tidak akan menoleransi lagi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jika ada salah satu guru PNS yang menginginkan pindah karena suatu alasan, seperti ikut suami/istri yang pindah dinas di luar daerah ataupun karena hamil dan alasan lainnya, tidak akan diperkenankan. “Saya hanya akan beri SK titipan saja dan itu hanya berlaku 1 tahun saja,” tegasnya.

Rahayaan mengakui, persoalan SK titipan memang hanya akan merugikan daerah. Ia mencontohkan, tugas pengabdian seorang Guru PNS yang dititipkan untuk sementara bertugas di daerah lain tapi gajinya tiap bulan tetap dibayar oleh daerah ini. “Alangkah baiknya, guru tersebut pindah tugas saja, sehingga gajinya dapat dibayar oleh daerah yang dituju,” ujarnya.

 

Baca juga: Wali Kota Tual: Kita Harus Responsif Tanggap Peluang Blok Masela

 

Di sisi lain, Wali Kota Rahayaan mengakui bahwa jika guru PNS tersebut dipindahkan, maka akan berdampak bagi keberadaan siswa dan sekolah. “Misalnya guru mata pelajaran fisika pindah, sebagai gantinya pasti akan susah dicari lagi. Sementara sekian tahun baru ada rekrutmen pegawai, lalu kalau tiap tahun pindah, pastinya pegawai di daerah ini akan tidak ada lagi. Untuk itu hal ini tidak mungkin untuk dibijaki,” tegasnya.

Untuk mengatasi permasalahan distribusi tenaga guru dan kependidikan yang tidak merata sesuai kebutuhan sekolah, Rahayaan memandang perlu untuk ke depannya dibuat pendataan ulang. “Dan pastinya tidak akan ada toleransi lagi bagi yang menginginkan pindah,” pungkasnya. (gerryngamel/NR)

 

Wali Kota Tual: Kita Harus Responsif Tanggap Peluang Blok Masela

Category: Kota Tual
User Rating:  / 0

 

Blok Masela rencananya akan berproduksi pada tahun 2027. Dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai 800.000 orang, ada banyak aspek yang nantinya menjadi kebutuhan perusahaan.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan S.Ag M.Si

Wali Kota Tual Adam Rahayaan (Foto: Dok. Nick Renleuw).

 

Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan menginginkan agar warga beserta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Bumi Maren dapat lebih responsif menyikapi peluang keberadaan Blok Masela yang direncanakan akan berproduksi pada tahun 2027 nanti. Hal ini disampaikan Wali Kota, seiring dengan pernyataan Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon yang menginginkan adanya andil semua pihak di 11 kabupaetn/kota dalam memperlancar proses keberlangsungan Blok Masela.

“Saat rapat pada beberapa waktu lalu di Ambon, Bupati Kepulauan Tanimbar mengungkapkan keterbukaan, yang mana ingin membagi tanggung jawab untuk 11 kabupaten/kota di Maluku. Beliau mengatakan bahwa Blok Masela bukan saja tanggungjawab orang MTB (KKT) dan MBD, sehingga harus dilakukan pertemuan khusus untuk seluruh kepala daerah di 11 kabupaten/kota guna merumuskan dan segera membagi tugas dan tanggungjawab, kira-kira tiap-tiap kabupaten harus bikin apa di Blok Masela,” ungkap Walikota Adam Rahayaan beberapa waktu lalu, di aula Balai Kota Tual.

 

Baca juga: Jemput Peluang Blok Masela, Walikota Tual Ingin Proyeksi Peningkatan SDM

 

Menurut Wali Kota Rahayaan, sebelum adanya pernyataan ini ia beranggapan bahwa nantinya pintu perusahan gas abadi ini akan tertutup bagi pendistribusian pangan dari daerah-daerah lain yang ada di Maluku. “Saya tadinya berfikir, jangan-jangan mereka menutup diri dan tidak memberikan ruang bagi kota/kabupaetn lain, karena Blok Masela adalah perusahan besar, dengan jumlah tenaga kerja berkisar 800.000 orang,” katanya.

Lebih lanjut ia mencontohkan, dari jumlah 800.000 orang tersebut, dalam sehari saja pihak perusahaan memiliki kebutuhan pangan seperti beras, sayur dan daging dalam jumlah yang tidak sedikit. Oleh karena itu menurutnya apa yang telah dipikirkan oleh Bupati Kepulauan Tanimbar adalah hal yang cerdas, karena mampu melihat kebutuhan yang menjadi penopang keberlangsungan jangka panjang perusahaan.

“Untuk itu maka kita harus responsif, tanggap cepat baca peluang. Kalau kita tunggu nanti perusahan itu sudah mulai berproduksi baru kita buat, misalnya tebaran hewan, tanam sayur, tentu sudah terlambat. Tetapi jika kita pandai baca peluang sejak saat ini, maka kita akan dapat turut berpeluang mendistribusikannnya,” ujarnya.

 

Baca juga: Pemkot Tual MoU dengan Polikant Tual Tingkatkan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

 

Dengan adanya kesiapan dari masyarakat dan instansi yang ada, ke depannya menurut Wali Kota Rahayaan, dirinya akan dapat mempresentasikan pencapaian tersebut pada rapat koordinasi yang dimaksud. “Misalnya dari hasil produksi pertanian yang ada saat ini, katong Kota Tual siap untuk distribusi sayur dan daging-daging,” imbuhnya.

Selain itu, Wali Kota Rahayaan menyatakan bahwa dirinya juga akan turut mengundang pengusaha ayam penghasil telur yang berada di Desa Ngadi agar sekiranya dapat membahas progres ini, di mana dapat diketahui jumlah produksi telur yang dihasilkan dalam sehari. “Kira-kira produksi telur satu berapa ribu, kalau perlu tambah lagi. Supaya sebagian dapat melayani kebutuhan masyarakat di Kota Tual dan sebagian kita dapat menyatakan sanggup, Kota Tual juga bisa mendistribusakan telur,” katanya.

Sementara terkait tenaga kerja, Wali Kota Rahayaan mengatakan bahwa dirinya akan berkonsultasi dengan pihak PTSP, karena saat ini ada sejumlah tenaga kerja yang disalurkan melalui PTSP yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Meskipun demikian, ia meminta agar semua unsur, baik dari segi pertanian, peternakan, perikanan dan lain sebagainya perlu untuk ditata semaksimal mungkin. (gerryngamel/NR)

 

Wali Kota Rahayaan Ingin Bangun Gedung Khusus bagi Pemuda Kota Tual

Category: Kota Tual
User Rating:  / 0

 

Inisiatif DPD KNPI dalam menggagas jalan santai bersama Pemkot Tual mendapat apresiasi dari Wali Kota Tual Adam Rahayaan. Guna mengintegrasikan para pemuda di Kota Tual, Rahayaan berencana membangun sebuah gedung kesekretariatan bersama OKP.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan rombongan jalan sehat - Gerry Ngamel

Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan rombongan jalan sehat disambut dengan ritual adat oleh para tetua Desa Taar (Foto: Gerry Ngamel).

 

Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan mengapresiasi kinerja Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tual yang turut berkontribusi mewujudkan cita-cita pemerintah dalam upaya menyatukan ormas dan OKP setempat dengan menggagas terlaksananya kegiatan jalan santai dengan tema ‘Pemuda Sehat Kota Tual Maju.’ Kegiatan yang dimulai dari depan Balai Kota Tual lewat Jalan Taar Baru dan finish di Desa Taar tersebut melibatkan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) bersama Pemerintah Daerah Kota Tual, Minggu (29/09/2019).

“Sebenarnya saya sudah lama menginginkan untuk adanya gerakan jalan santai bersama antara pemerintah daerah dengan seluruh ormas dan alhamdulillah berkat gagasan DPD KNPI, hal itu dapat terselenggarakan hari ini. Namun, saya ingin pula agar tokoh MUI, Klasis dan Pastoral yang ada di daerah ini, ke depannya dapat terlibat dalam kegiatan seperti ini,” ungkap Wali Kota Rahayaan saat menyampaikan sambutannnya usai gerak jalan santai.

 

Baca juga: Walikota Tual: BLK, Langkah Efektif Atasi Pengangguran

 

Menurut Rahayaan, pelaksanaan kegiatan rekreasi seperti ini dapat turut membangun keharmonisan dalam hubungan interelasi yang baik antara berbagai pihak, khususnya antara pemuda dengan tokoh-tokoh agama dan pemerintah. “Ini semua agar kita semua bisa membaur dan saling bercerita. Dan itu perlu dikemas dalam momen-momen tertentu, sehingga tidak ada kesan di mana hidup saling curiga,” terangnya.

Wali kota menilai bahwa jumlah peserta gerak jalan santai yang terlibat saat itu belum secara representatif mewakilkan keberadaan ormas-ormas yang ada. Meski demikian, menurutnya hal ini tak perlu dipermasalahkan karena pelaksanaan kegiatan tersebut bertepatan di hari Minggu ketika umat Kristiani harus melaksanakan ibadat.

Di sisi lain, Rahayaan menyatakan permohonan maafnya karena kegiatan tersebut seharusnya sudah diselanggarakan sejak hari Jumat kemarin. Namun, mengingat ada tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan daerah yang harus dituntaskan sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut baru bisa berlangsung. “Ada tugas dinas di luar daerah yang harus diselesaikan, jadi harap dimaklumi,” ungkapnya.

 

Baca juga: Walikota Tual: Festival Hijrah Kei 2019 Wujud Kontribusi Pemuda Dukung Visi-Misi ‘Mentari’

 

Menyikapi pentingnya keberadaan dan peran pemuda dalam kemajuan pembangunan daerah, Wali Kota Rahayaan memandang perlu adanya perhatian khusus pemerintah daerah melalui kebijakan-kebijakan yang mengintegrasikan para pemuda. “Saya ingin agar di tahun 2020 ini, apabila kemampuan anggaran cukup, maka perlu dibangun satu gedung kesekretariatan bersama bagi para pemuda,” katanya.

Menurut Walikota, ketersediaan fasilitas gedung kesekretariatan akan menjadi wadah berkumpulnya para pemuda yang terlibat dalam ormas dan OKP. Apalagi menurutnya hampir semua organisasi ini tidak memiliki sarana penunjang yang tetap. Untuk itu, ia memandang sangat penting bagi organisasi kemasyarakatan yang ada memiliki satu kesekretariatan khusus yang di dalamnya terdapat semua OKP Cipayung.

“Saya amati, hampir semua organisasi ini, belum memilki sekretariat yang tetap, dalam hal ini hanya bersifat kontrakan atau kos-kosan. Sebaiknya kita pikirkan bersama agar ada satu gedung yang di dalamnya terhimpun semua organisasi,” imbuh Sang Wali Kota.

 

Baca juga: Wali Kota Tual Sampaikan Permohonan Maaf bagi Masyarakat Pulau Kur

 

Sementara itu, Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Tual Adrian Koljaan saat ditemuai awak media ini mengapresiasi niat baik Wali Kota Tual yang menginginkan agar dibangunnya kesekretariatan tetap bagi organisasi kepemudaan di Bumi Maren. Lebih lanjut ia mengatakan, keinginan sang pemimpin Kota Tual ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan antara DPD KNPI, GAMKI dan seluruh OKP bersama wali kota pada beberapa waktu lalu.

“Harapan akan adanya gedung kesekretariatan ini juga telah dibahas bersama dengan Ketua DPRD Kota Tual. Dan oleh Ketua DPRD sendiri telah mengakomodirnya untuk dibahas dalam Paripurna Pembahasan APBD 2020. Sehingga, mudah-mudahan dapat tereaslisasikan dalam pembahasan APBD nanti,” pungkas Koljaan berharap. (gerryngamel/NR)

 

Kegiatan jalan santai yang dipelopori DPD KNPI - Gerry Ngamel

Kegiatan jalan santai yang dipelopori DPD KNPI bekerja sama dengan Pemkot Tual (Foto: Gerry Ngamel).

 

Petani Maluku Minim Adopsi Teknologi Pertanian, Ini Alasannya

Category: Kota Tual
User Rating:  / 0

 

Balitbang Pertanian Kemenpan RI telah menghasilkan ratusan inovasi teknologi. Namun masyarakat petani di Maluku sangat minim dalam mengadopsi inovasi teknologi yang telah dihasilkan.

Wali Kota Tual Adam Rahayaan menandatangani MoU dengan Balitbang Kemenpan RI

Wali Kota Tual Adam Rahayaan menandatangani MoU dengan Balitbang Kemenpan RI, disaksikan Wawali Usman Tamnge, Kepala BPTP Maluku Abdul Gafar dan Kadis Pertanian Tual Irene A. Ngabalin (Foto: Bagian Kerja Sama Setda Tual).

 

Tual, suaradamai.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku mengidentifikasi 2 persoalan utama yang menjadi biang penyebab minimnya pengadopsian inovasi teknologi pertanian oleh masyarakat petani di kawasan Provinsi Maluku. Pertama, minimnya kerja sama antara pihak Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kemenpan RI) dengan pemerintah daerah setempat. Kedua, adanya jarak antara sumber teknologi dengan para stakeholder.

“Pada tahun ini Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian RI telah mengasilkan sekitar 600 inovasi teknologi. Namun sayangnya, dari ratusan inovasi yang direkomendasikan untuk dimanfaatkan, tercatat masih sangat sedikit yang diadopsi oleh para petani di hampir sebagian besar wilayah Maluku,” ungkap Kepala BPTP Maluku Abdul Gafur di Aula Balai Kota Tual, Sabtu (14/09/2019).

“Provinsi Maluku dengan wilayahnya yang terdiri dari pulau-pulau, tentunya sangat berdampak pada biaya transportasi yang terlalu mahal. Hal ini mengakibatkan pihak BPTP kesulitan untuk mempercepat pendistribusian dan pengadopsian teknologi,” tambahnya.

Gafur menjelaskan, dari antara 12 pulau besar di Provinsi Maluku, termasuk di dalamnya pulau Seram, Tanimbar dan Tual, BPTP Maluku hanya baru memiliki 1 cabang Kebun Percobaan (KP) di Pulau Seram, yakni Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Makariki atau yang lebih dikenal dengan Kebun Percobaan Makariki. Padahal di provinsi lainya, minimal ada 5, bahkan sampai 7 KP. “KP Makariki merupakan perpanjangan tangan dari BPTP Maluku ke setiap daerah,” sebutnya.

Menurut Gafur, apabila upaya pemekaran Provinsi Kepulauan Maluku Tenggara Raya kelak bisa terwujud, tentu akan mempermudah BPTP dalam menjalankan program-program pertanian. “Jika cikal bakal wilayah tenggara menjadi salah satu provinsi baru di Maluku, mau tidak mau, pasti akan ada BPTP Provinsi Maluku Tenggara Raya,” katanya.

Namun terlepas dari upaya pemekaran provinsi baru, pihak BPTP Maluku berharap agar pemerintah daerah di wilayah Maluku Tenggara Raya melalui Dinas Pertaniannya dapat menyediakan lahan agar bisa dibangun kebun percobaan atau IP2TP. “Nah, kalau seandainya itu bisa direalisasikan, maka teknologi pertanian yang dihasilkan oleh BPTP atau Badan Litbang Pertanian akan bisa semakin cepat diadopsi petani di wilayah ini,” ungkap Gafur.

Gafur mengklaim, Balitbang Pertanian Kemenpan RI dan BPTP Maluku akan siap membuat terobosan dengan membangun dan menyiapkan IP2TP di setiap daerah termasuk di Kota Tual. Meski begitu, ia tegaskan bahwa pemkot atau pemda setempat perlu menyiapkan lahan minimal 5 hektare. “1 hektare untuk pembangunan kantor dan 4 hektare untuk kegiatan-kegiatan dempot dan kegiatan gelar teknologi,” urainya. (gerryngamel/NR)

 

BERITA TERKINI

Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

Sosial
on Senin, 14 Oktober 2019
Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

  Peringatan bulan Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktifitas PRB sebagai investasi untuk ketanggu...

Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

Sosial
on Sabtu, 12 Oktober 2019
Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

  “Mari terus kita rawat kebersamaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat buru,” ajak Bupati Ramlly. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon Mohammad Irfan Suryaward...

Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan...

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan Tanggung Jawab

  Wali Kota Tual meyakini bahwa melalui kerjasama yang baik dan harmonis, DPRD bersama pemkot akan mampu menyusun dan menetapkan APBD tahun 2020 sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan penyelengg...

Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai B...

Lingkungan Kita
on Jumat, 11 Oktober 2019
Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai Babyotang MBD

  Ini merupakan fenomena alam setiap tahun. Tetapi kali ini juga ada kandungan minyak. Air laut berubah warna menjadi kuning kecokelatan di Desa Babyotang, Babar Timur, MBD.   Tual, suaradam...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba Pidato Bahasa Kei

  Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membangkitkan rasa cinta, rasa memiliki, menjaga dan melestarikan serta mengimplementasikan bahasa dan budaya Kei dalam pergaulan setiap ha...

Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

  Selama ini para ASN sudah diberi peringatan dan himbauan tegas terkait masalah kedisiplinan melalui pelaksanaan apel pagi, namun hal itu tidak dihiraukan oleh sebagian oknum. Wawali Tual Usman...

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lem...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lembaga Pendidikan

  Pendidikan adalah cara terbaik menyiapkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan yang lebih baik. Pendirian SMA Katolik Johanis Aerts Katlarat dilandasi pada keputusan Musyawarah Pastora...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Panda...

Opini
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Pandangan Masyarakat Adat

  Apabila perubahan nomenklatur Kabupaten Maluku Tenggara tidak dilegitimasi oleh pemerintah provinsi, maka Pemkab Malra perlu berinisiatif untuk mewadahi dan mengakomodir kembali segala aspirasi...

Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rok...

Hukum & Kriminal
on Kamis, 10 Oktober 2019
Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rokok

  Bahaya rokok dan HIV – AIDS merupakan ancaman potensial yang akan menghambat bahkan menghancurkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prajurit Lantamal IX menandatangani Komitmen Sehari Tid...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

Sosial
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

  Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan kedua kali ini, merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayan terbaik kepada warga negaranya. Kepala BNPB Doni Monardo bersama para pengungsi.(...

Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kem...

Ekonomi & Pembangunan
on Rabu, 09 Oktober 2019
Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kemenkeu

  Di lain sisi, mantan Bupati MBD ini juga mengatakan, pembangunan sebuah daerah memerlukan peran banyak pihak. Selain dukungan dana dari APBN dan APBD, peran swasta juga sangat diharapkan. Suasa...

Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

  DPRD berharap peraturan daerah tentang desa adat dapat diterima dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat adat dalam wilayah Pemerintahan Kota Tual. Ketua DPRD Kota Tual Taufik Hamud. (Foto...

Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum Ada Surat Perintah Pimpinan

  Taman Kota Tual dijadikan sebagai pub atau tempat minum minuman keras. Meski begitu, Satpol PP Tual terkesan melakukan pembiaran.   Tamkot Tual saat malam hari. (Dok. Instasaver)   Tu...

RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akredit...

Kesehatan
on Rabu, 09 Oktober 2019
RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akreditasi

  Akreditasi merupakan dasar bagi semua instansi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. RSUD KS Langgur telah melakukan persiapan secara bertahap, baik terkait dokumen maupun unsur fisik lainny...

Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

  Pendirian Koramil dan Kodim di wilayah Kota Tual akan memperpendek rentang kendali kesatuan TNI dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai abdi negara. Komandan Satgas BKO Kodim/Koramil Per...

MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN...

Politik
on Rabu, 09 Oktober 2019
MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN Maluku

  Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Maluku yang dilaksanakan pada 26 Juni 2019 lalu, dinyatakan tidak sah dan dibatalkan Ket...

Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Am...

Pendidikan
on Selasa, 08 Oktober 2019
Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Ambon

  Wagub berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha. Suasana pembukaan kegiatan EXPO Kewirausahaan di halaman SMA Kristen YPKPM Ambon. (Foto. Chintia S)   Ambon, suaradamai.com...

«
||
»

BUDAYA KITA

Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Wakt...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 24 September 2019
Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Waktu Dekat

  Berdasarkan sejarah Hukum Larvul, Raja Raschap Mer Ohoi Nean akan dikukuhkan oleh Raja Bal Du Wahadat dari Dullah. Pemasangan Gelang Mas Kei kepada Ketua Ikatan Maskei Papua oleh Raja Fer Drs....

Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan N...

Peristiwa Budaya
on Sabtu, 14 September 2019
Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas

  Lembaga Dewan Adat Rat Ur Siu, Lor Lim dan Lor Labai merupakan benteng terakhir penjaga kelestarian adat Evav. Hakim dari setiap penyimpangan dan pelanggaran terhadap hukum adat Larvul Ngabal....

Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit...

Asal Usul
on Rabu, 11 September 2019
Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit Sakmas

  Tingginya nilai luhur dan martabat perempuan Kei tercermin dalam diri Nen Dit Sakmas. Pelaksanaan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan aktualisasi dari penghargaan terhadap tingginya...

Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat E...

Asal Usul
on Selasa, 10 September 2019
Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat Evav

  Pakaian adat dipahami sebagai kostum yang mengekspresikan identitas yang biasanya dikaitkandengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Perdebatan terkait corak pakaian adat Evav...

Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Duku...

Peristiwa Budaya
on Jumat, 06 September 2019
Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Dukungan dan Kritik

  Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bagi pelestarian kearifan lokal budaya Suku Bangsa Kei. Sebuah maha karya yang dihasilkan pemerintah daerah Kab...

Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

Peristiwa Budaya
on Jumat, 23 Agustus 2019
Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.   “Saya janji tidak akan memberikan rekomendasi pecalonan bagi marga lain yang bukan punya hak. Khususnya untuk Desa Fiditan, selain marga Raha...

Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

Asal Usul
on Rabu, 07 Agustus 2019
Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

  Pengangkatan sesajen bagi leluhur di Woma El Fangvur, Langgur.   Suatu ketika sekelompok masyarakat bertemu satu sama lain dan sepakat membentuk ohoi. Kebutuhan pertama mereka adalah tempa...

Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di De...

Peristiwa Budaya
on Senin, 05 Agustus 2019
Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di Desa Tamedan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Safari Adat adalah salah satu upaya Pemkot Tual dalam memulihkan kembali tatanan adat dalam masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkua...

Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemko...

Peristiwa Budaya
on Kamis, 25 Juli 2019
Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemkot Tual

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw. Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota Tual Usman Tamnge bersama para Rat/Raja. (Foto: Gerry Ngamel)   Langgur (Tetoat), suaradamai.com...

Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

Peristiwa Budaya
on Rabu, 24 Juli 2019
Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

  Reporter: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Keempat Rat (Raja) yang wilayahnya berada dalam lingkungan Pemerintahan Kota Tual didampingi Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota T...

Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

Asal Usul
on Senin, 22 Juli 2019
Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

  Rat Yab Ratchap Oholim Tahit Patris Renwarin   Istilah Meti Kei dan Met Ef masih menjadi perdebatan, mana yang tepat mana yang keliru. Untuk memberi kepastian, Suaradamai.com mewawancarai...

Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Bangl...

Misil Masal
on Minggu, 21 Juli 2019
Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Banglu"

  Pemerhati Adat, Robert Remetwa   Berucap dan mendengar ayat tersebut bagi orang yang paham Bahasa Kei akan berpikir pada suasana perang. Memang benar, bahwa perang di Kei zaman dulu, para...

Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer B...

Peristiwa Budaya
on Senin, 18 Februari 2019
Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer Budaya Kei Era 1940an

  Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa Para Wanita berpose di depan tempat pameran   Langgur (Ngilngof), suaradamai.com – Kali ini ada yang unik dari perayaan Valentine’s Day tahun...

Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jad...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 05 Februari 2019
Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jadi Contoh

Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa   Mulai dari persiapan, penyampaian undangan, cara memasak, alat makan, makanan, gaya makan, dan prosesi pengukuhan, menggunakan kebiasaan orang tua...

Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 02 Oktober 2018
Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran, Buku Larvul Ngabal

Langgur, suaradamai.com - Ketua Dewan Adat Rat Ursiuw Rat Lorlim Kepulauan Kei (Dewan Adat Kei) Drs. Hi. Abdul Hamid Rahayaan mendesak kepada penerbit agar menarik buku berjudul “Larvul Ngabal: Anasir...

«
||
»

Maluku Tenggara

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Apa...

Maluku Tenggara
on Minggu, 06 Oktober 2019
Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Aparatur Disdukcapil

  Administrasi kependudukan perlu didukung dengan strategi pelaksanaan dan penganggaran guna mendorong kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal pemerintah.Sehubungan dengan hal tersebut...

Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. S...

Maluku Tenggara
on Rabu, 02 Oktober 2019
Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. Selebihnya Kita Satu

  Budaya maren merupakan warisan leluhur yang mempersatukan perbedaan. Melalui budaya maren setiap sekat perbedaan menjadi tidak berarti. Diharapkan melalui momen bakti sosial di Masjid Ohoi Mast...

Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

Maluku Tenggara
on Senin, 30 September 2019
Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

  Pemkab Malra melalui Disperindag sementara berupaya membenahi Pasar Ikan Langgur lewat pengerjaan saluran pembuangan limbah dan pengadaan sejumlah fasilitas pendukung. Meski demikian, diharapka...

Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jad...

Maluku Tenggara
on Rabu, 25 September 2019
Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jadi Pupuk

  Masyarakat diharapkan dapat memilah antara sampah organik dan sampah anorganik sejak dari rumah tangga. Nantinya sampah organik akan diolah kembali menjadi pupuk sehingga dapat mengurangi pasok...

Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Ikan bagi 68 Nelayan

  Para nelayan peserta pelatihan dan pendampingan akan diberikan sertifikasi sebagai jaminan bahwa produk mereka telah melewati 18 fase yang dipersyaratkan Dinas Perikanan Malra. Suasana Pelatiha...

PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Mi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Miring

  Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada tim penggerak PKK Malra dan Pemerintah Ohoi Wab Ngufar melalui program pengembangan pariwisata. Upaya ini diharapkan kelak semakin menjadi acuan dal...

Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hu...

Maluku Tenggara
on Minggu, 08 September 2019
Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hukum Larvul Ngabal

  Pengajaran Nen Dit Sakmas menjadi fondasi bagi Hukum Adat Larvul Ngabal yang telah merasuki sendi-sendi hidup orang Kei jauh sebelum hukum positif negara ini dibentuk dan sebelum agama dikenal....

PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan...

Maluku Tenggara
on Selasa, 03 September 2019
PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan Martabat Perempuan Kei

  Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali jati diri vat-vat Evav yang kini hilang, serta menceritakan perjalanan Nen Dit Sakmas sebagai pencetus Hukum Larvul Ngabal. Ketua Tim Penggerak P...

Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Se...

Maluku Tenggara
on Kamis, 29 Agustus 2019
Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Sebesar 0,75 Persen

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Catatan peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara mencapai angka Rp. 951,45 milyar (0,75 persen). Sejalan dengan kenaikan pendapata...

Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh...

Maluku Tenggara
on Minggu, 25 Agustus 2019
Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh Kelola Kearsipan

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Aparatur birokrasi harus mampu menjadi pelopor pertanggungjawaban arsip dan kearsipan dalam proses manajemen pemerintahan dan pembangunan di ling...

Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Momen peringatan HUT ke-74 kemerdekaan dimaknai dengan upaya mengejar ketertinggalan di Malra. Ditandai dengan pelaksanaan upacara detik-detik pr...

Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Ko...

Maluku Tenggara
on Senin, 19 Agustus 2019
Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Komoditas Pertanian

  Penulis: Nela Lobya. Editor: Nick Renleuw.   Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan kebutuhan daerah dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Upaya pemenu...

Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 11 Agustus 2019
Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidikan Malra

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, setiap satuan pendidikan formal dan non-formal wajib melakukan pen...

Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Den...

Maluku Tenggara
on Sabtu, 03 Agustus 2019
Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0

  Reporter: Ella Kudubun. Editor: Nick Renleuw Bupati Malra M. Thaher Hanubun. (Dok. Humas Malra)   Langgur, suaradamai.com – Gerakan Nasional masih membudayakan kewirausahaan dan menjadi ko...

Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya...

Maluku Tenggara
on Kamis, 01 Agustus 2019
Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya!

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Bupati Maluku Tenggara, Drs M. Thaher Hanubun menerima pesan singkat dari salah seorang oknum PNS yang berisikan tawaran sejumlah uang yang dituj...

Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sa...

Maluku Tenggara
on Selasa, 30 Juli 2019
Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sail To Indonesia

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Sebagai pintu masuk Wonderful Sail to Indonesia, Maluku Tenggara dinilai oleh wisatawan sukses dalam penyelenggaraan. Suksesnya pelaksanaan Wonde...

Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Ke...

Maluku Tenggara
on Rabu, 24 Juli 2019
Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Kei Besar Merupakan Peluang Ekonomi Daerah

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Pulau Kei Besar memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Identifikasi potensi perikanan dan kelautan di Kei Besar menjadi sangat pentin...

«
||
»

e-Paper Majalah & Pilar Timur

Tentang Kami