Wali Kota Lantik Pengurus LPPD Pesparawi Kota Tual

Category: Sosial

 

Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw

 

Penyelenggaraan Pesparawi di Kabupaten Kepulauan Aru akan berdekatan dengan penyelenggaraan Pesparani di Kota Tual pada 2020 mendatang. Sebagai tuan rumah Pesparani sekaligus peserta Pesparani dan Pesparawi, Pemkot Tual akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 Miliar.

Pesparawi Tual 2020 3

 

Wali Kota Tual Adam Rahayaan bersama Wawali Tual, Ketua DPRD Tual dan Sekda Tual memberi ucapan selamat kepada Badan Pengurus LPPD Kota Tual 2019-2023 yang baru dilantik (Foto: Gerry Ngamel).

 

 

Tual, suaradamai.com – Wali Kota Tual Adam Rahayaan melantik Badan Pengurus Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Daerah (LPPD) Kota Tual masa bakti 2019-2023, bertempat di Aula Balai Kota Tual, Jumat (9/8/19). Pelantikan pengurus lembaga ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tual Nomor 20.A Tahun 2019.

“Saya menyambut gembira pelantikan pengurus lembaga ini, karena pada dasaranya wadah ini dibentuk untuk melaksanakan sebuah harapan terhadap pelaksanaan fungsi yang pada saatnya nanti akan mampu memberikan peluang yang cukup besar, baik dalam keikutsertaan maupun ketika menyelenggarakan kegiatan Pesparawi mulai dari tingkat daerah sampai tingkat nasional,” ucap Wali Kota Adam Rahayaan dalam sekapur sirihnya.

Rahayaan menegaskan, keberadaan Lembaga Pesparawi ini diharapkan dapat melahirkan program-program yang realistis dan terukur demi menjawab persoalan yang menjadi concern untuk berperan aktif memberi respon cerdas terhadap persoalan pemberdayaan kapasitas umat.

“Mampu juga membangun komitmen untuk melaksanakan nilai peradaban yang dilandasi dengan semangat mewujudkan Kota Tual yang religius sebagaimana tercermin secara kontekstual dalam visi misi Kota Tual 2018-2023,” pintanya.

Pembentukan Lembaga Pesparawi Kota Tual ini, tambahnya, kiranya juga dapat mampu merefleksikan semangat untuk mencapai target 3P, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggara dan sukses pemberdayaan SDM religius.

Dengan demikian lembaga ini ini juga diharapkan mampu menjaring manusia religi berpotensi, berbakat untuk dibina sehingga ke depan dapat dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan berskala besar yang mengharumkan bangsa dan daerah Kota Tual tercinta.

Wali Kota Rahayaan mengingatkan bahwa tugas berat dan mulia ada di pundak para pengurus saat ini yang mana harus dapat membina, menempa dan melatih duta-duta vokal rohani Kota Tual mengingat ada tanggung jawab besar yang sedang menanti di depan.

“Jadi kepengurusan baru ini akan diperhadapkan dengan lomba Pesparawi tingkat Propinsi di Kabupaten Kepulauan Aru pada tahun 2020 mendatang. Tetapi kemudian, lantas jangan membebani mereka (para peserta lomba -red) dengan target-target tinggi, tetapi kembangkanlah kualitas dan bakat mereka secara optimal sebagai modal dasar dalam meraih prestasi yang maksimal,” tuturnya.

“Bagi saya, juara memang hal yang sangat ideal karena setiap lomba pasti semua orang merindukan juara tetapi jangan sampai juara adalah satu-satunya yang dicari dalam kegiatan keagamaan,” tambah Rahayaan.

Lebih lanjut Wali Kota menggarisbawahi fenomena realitas yang sering terjadi dalam setiap kepengurusan baik Lembaga Pesparawi, Pesparani, ataupun LPTQ. Menurutnya, pada saat pelantikan, kepengurusan lembaga ini kelihatannya gemuk dan berjumlah besar serta sudah terhimpun dari semua potensi SDM terbaik. Tetapi biasanya dalam menghadapi ke tiga unsur event keagamaan tersebut, justru hanya segelintir orang saja yang terlibat di dalamnya.

Oleh karena itu ia mengingatkan, setiap orang yang mengambil bagian dalam mengemban tugas dan tanggung jawab dalam ketiga lembaga ini, menandakan bahwa orang tersebut sedang beramal dan beribadah sebagai muara akhir dari kehidupan di akhirat.

“Tiga lembaga ini beda dengan lembaga-lembaga lainnya, karena ini adalah lembaga keagamaan dan itu harus dapat dipahami. Sehingga, saya berharap bahwa pengurus lembaga yang baru saya lantik ini tidak seperti yang dimaksudkan,” harapnya.

Selanjutnya, orang nomor satu Kota Tual ini juga mengingatkan bahwa pada tahun 2020 nanti, Kota Tual juga akan menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat Provinsi Maluku. Dengan demikan, tambahnya, dalam waktu yang sama selain mempersiapkan Kota Tual sebagai tuan rumah, daerah ini akan mengirimkan dua delegasi sebagai duta yang mewakili Kota Tual baik untuk Pesparawi maupun Pesparani.

Wali Kota mengakui, kedua event ini tentunya akan menelan anggaran pembiayaan yang tidak sedikit yakni kurang lebih Rp. 14 Milyar. “Sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan Pesparani di kota Tual diperkirakan menelan biaya, setidaknya mencapai Rp. 12 Milyar. Sedangkan untuk anggaran kontingen Pesparawi di Kabupatan Kepulauan Aru, berdasarkan yang sudah pernah ada, maka akan dialokasikan biaya kisaran kurang lebih Rp.2 Milyar,” paparnya.

Menurut Wali Kota, besaran anggaran tersebut sudah selayaknya diperuntukkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. “Saya menyadari bahwa dari sinilah awal kita mulai membangun negeri ini dan itu mulai dari bidang keagamaan,” ungkapnya.

Rahayan juga mengingatkan, meski Kota Tual belum memperoleh prestasi yang memuaskan dari setiap lomba yang diikuti, tetapi jangan lalu kemudian semua lapisan masyarakat yang berada di Bumi Maren surut dalam semangat untuk setiap kegiatan keagamaan.

“Dari semuanya ini, harapan besar saya sebagai bagian dari wujud dukungan moril Pemerintah Kota Tual dan masyarakat bagi ketiga lembaga ini, agar dapat terus mengembangkan dan memajukan daerah ini melalui bidang keagamaan,” pungkasnya.

Pesparawi Tual 2020 2

Wali Kota Tual Adam Rahayaan didampingi Wawali Tual, Ketua DPRD Tual dan Sekda Tual ketika melantik LPPD Kota Tual 2019-2023 (Foto: Gerry Ngamel).

 

Pesparawi Tual 2020

Badan Pengurus LPPD Kota Tual 2019-2023 (Foto: Gerry Ngamel).