Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

Category: Asal Usul

 

Woma

Pengangkatan sesajen bagi leluhur di Woma El Fangvur, Langgur.

 

Suatu ketika sekelompok masyarakat bertemu satu sama lain dan sepakat membentuk ohoi. Kebutuhan pertama mereka adalah tempat berkumpul. Tempat yang dicari yaitu lokasi yang dingin sehingga memberikan kenyamanan bagi mereka. Tidak hanya kenyamanan, tempat itu diyakini mampu memberikan kehidupan bagi sebuah ohoi.

Setelah menemukan lokasi yang tepat, kemudian diabadikan sebagai tempat pertemuan. Setiap pertemuan atau rapat temasuk mengangkat persembahan kepada leluhur dilaksanakan di situ. Tempat itu disebut sebagai Voma.

Menurut Rat Jab Ratschaap Ohoilim Tahit Patrisius Renwarin, Voma secara harafiah berarti vo’o ma. Vo’o artinya panggil dan ma berarti datang. Voma juga diartikan sebagai vuhar, pusar atau pusat kehidupan masyarakat setempat.

Pemilihan lokasi Voma tidak sembarangan, melainkan ditentukan atas dasar kesakralan sebuah tempat. Renwarin mengatakan, kemampuan leluhur Kei mengetahui lokasi yang tepat tidak diragukan lagi, mereka mempunyai firasat yang tinggi karena bersahabat dengan alam.

Pemerhati adat Robert Remetwa menambahkan, sebagian Ohoi di Kei menggunakan awalan El pada nama Vomanya. El, menurut Remetwa adalah yang di atas, tertinggi, atau yang ditinggikan, tempat tinggalnya penguasa atas sebuah tempat.

“Voma sebagai pusat kampung yang disakralkan, di situlah tempat semua aktivitas masyarakat ohoi, taflurut nit sob duad di situ, ta tul hukum di situ, madivun untuk fadoar fangnanan dan mensahkan atau memutuskan sesuatu juga di Voma,” papar Renwarin tentang fungsi dan peranan Voma.

Menurut Renwarin, baik atau buruknya kondisi sebuah ohoi ditentukan oleh Voma. “Suasana kampung itu, bisa sejuk dan tidaknya itu tergantung tempatnya (Voma) itu,” imbuhnya.

Sesuai penelusuran para pemerhati adat, Remetwa ungkap banyak orang sekarang tidak tahu pengertian, fungsi, dan peranan Voma bahkan kesakralannya. Banyak menganggap Voma sebagai formalitas. Tidak hanya itu, ada juga yang tidak tahu lokasi Voma yang sebenanrya.

Renwarin tekankan, lokasi Voma sebaiknya diberikan tanda untuk menegaskan keberadaannya. Voma juga harus dilindungi dari aktivitas perkembangan saat ini sehingga kesakralan Voma tetap terjaga.

“Di Voma itu butuh ketenangan, karena di situ orang harus bekonsentrasi untuk kontak dengan leluhur dan juga kepada Tuhan penguasa alam semesta ini dan juga kita punya hukum yang sakral ini,” pungkas Renwarin.

“Kita di Faan berpikir untuk jalan (raya) utama digeser ke belakang. Kita berpikir untuk bagaimana sakralitas Voma harus dikembalikan di era ini,” ungkapnya.

 

Tonton video "Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma"

Cinema Icon

 

 

 

Saat ini pemerintah gencar membangun Balai Ohoi sebagai lokasi pertemuan, apakah Balai Ohoi ini tidak mengganggu keberadaan Voma? Nantikan penjelasan di artikel dan video selanjutnya.