Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

Category: Asal Usul

 

Rat Yab Faan Patris Renwarin

Rat Yab Ratchap Oholim Tahit Patris Renwarin

 

Istilah Meti Kei dan Met Ef masih menjadi perdebatan, mana yang tepat mana yang keliru. Untuk memberi kepastian, Suaradamai.com mewawancarai Rat Yab Ratchap Ohoilim Tahit Patris Renwarin dan Pemerhati Adat Robert Remetwa. 

Rat Yab Ratchap Ohoilim Tahit Patris Renwarin menjelaskan, Met Ef terdiri atas dua kata yaitu Met dan Ef. Met artinya Meti (air laut surut), sedangkan Ef adalah musim kemarau. Singkatnya, Met Ef adalah meti atau surut terendah yang terjadi pada musim kemarau.

“Met ef adalah suatu kondisi dimana terjadi kekeringan yang tidak sepeti biasanya, dan terjadi setiap tahun,” jelas Renwarin.

Met Ef terbagi atas tujuh (7) meti, mulai sejak akhir September (Kei: Atoar) sampai awal Januari (Kei: Amarar). Kekeringan tertinggi terjadi pada bulan Oktober sampai awal November.

Meskipun terjadi saat kemarau panjang, Met Ef merupakan musim panen yang melimpah baik di laut maupun darat. Di laut, orang memanen ikan, siput, kepiting, dan hasil laut lainnya. Di darat, panen kacang-kacangan dan ubi-ubian.

“Bulan Oktober disebut Ngafohot, karena pada bulan itu hasil panen Ngafohot (sejenis kacang-kacangan) banyak. Adapula ubi-ubian seperti Bo atau Bo’o (ubi hutan) dan Viir (talas hutan),” tutur Renwarin.

Sementara itu, frasa Meti Kei berkaitan erat dengan pelayaran. Disebut Meti Kei karena wilayah perairan Kei mengalami penurunan ketinggian air dan naiknya permukaan meti (karang). Pada kondisi ini, pelaut yang berlayar di sekitar Kei akan sangat berhati-hati terhadap meti. Para pelaut itu menyebut kenaikan karang ini sebagai Meti Kei.

 

Tonton video selengkapnya tentang "Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef"

Cinema Icon