Breaking News

Sayonara Maluku Tenggara

Vakum Dua Tahun, Raja Kat...

Pemkot Tual Target Kepemi...

Asal Usul

Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit Sakmas

Category: Asal Usul
User Rating:  / 0

 

Tingginya nilai luhur dan martabat perempuan Kei tercermin dalam diri Nen Dit Sakmas. Pelaksanaan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan aktualisasi dari penghargaan terhadap tingginya nilai dan martabat seorang perempuan suku bangsa Kei.

Peringatan Nen Dit Sakmas

Peringatan Nen Dit Sakmas

 

Langgur (Semawi), suaradamai.com - Puncak perayaan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas di Ohoi Semawi berjalan dengan sukses. Kegiatan yang diprakarsai langsung oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara ini merupakan suksesi kegiatan penetapan hari bagi Nen Dit Sakmas yang sebelumnya telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Aula Kantor Bupati Lantai III.

Pelaksanaan sejarah napak tilas perjalanan Nen Dit Sakmas di Ohoi Semawi, Sabtu (07/09/2019), merupakan langkah positif dari pemerintah daerah dalam rangka menunjukkan kepada publik tentang tingginya harkat dan martabat perempuan Kei. Nilai perjalanan sosok Nen Dit Sakmas setidaknya dapat menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi masyarakat suku bangsa Kei, yang saat ini tengah bergelut dengan maraknya masalah kekerasan yang menimpa kaum perempuan.

 

Baca juga: Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat Evav

 

Ketua PKK Kabupaten Maluku Tenggara, Eva Hanubun dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perkembangan zaman yang begitu maju saat ini berdampak pada berkurangnya penghargaan kepada kaum perempuan Kei. Realitas ini dinilai tepat mengingat kasus pemerkosaan dan kekerasan fisik bagi perempuan Kei hingga saat ini masih menjadi persoalan yang marak di kepulauan Kei pada umumnya.

Hal ini dibuktikan dengan masih terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, komersialisasi perempuan, pelecehan seksual terhadap kaum perempuan, maupun anak anak perempuan di bawah umur. Ini menjadi sebuah keprihatinan.

 

Baca juga: Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Dukungan dan Kritik

 

Kendati sempat menuai kritikan terkait penetapan tanggal dan keabsahan keikutsertaan pihak-pihak yang terkait secara historis dengan perjalanan sosok Nen Dit Sakmas, namun menurut Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Drs. M. Thaher Hanubun, kegiatan ini merupakan awal dan babak baru bagi upaya untuk mengembalikan harkat dan martabat perempuan Evav yang mulai dicemari dengan tindakan tidak bermoral seperti tersebut diatas.

Menurut Bupati Thaher, nilai-nilai agung tentang kearifan kualitas diri yang ditampilkan oleh Nen Dit Sakmas harus diaktualisasikan dalam hidup semua orang Kei tanpa terkecuali. Nilai- nilai yang diwariskan turun-temurun oleh Nen Dit Sakmas wajib dihidupi pada generasi kita saat ini.

Thaher menaruh harapan besar bahwa melalui momen bersejarah ini, nilai-nilai filosofi hidup orang Kei yang tertuang dalam hukum adat Larvul Ngabal maupun cara hidup Nen Dit Sakmas dapat merasuki seluruh gerak hidup masyarakat Evav, lebih khusus perempuan-perempuan Evav di mana pun berada. (pietres/NR)

 

Peringatan Nen Dit Sakmas 2

 

Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat Evav

Category: Asal Usul
User Rating:  / 0

 

Pakaian adat dipahami sebagai kostum yang mengekspresikan identitas yang biasanya dikaitkandengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Perdebatan terkait corak pakaian adat Evav mengindikasikan bahwa setiap pemerhati budaya dan pemangku adat serta pemerintah daerahsudah seharusnya duduk dan menetapkan khazanah berpakaian adat ala masyarakat suku bangsa Kei.

Corak pakaian masyarakat Kei pada masa kolonial Belanda

Corak pakaian masyarakat Kei pada masa kolonial Belanda (Foto: Dok. H. Geurtjens).

 

Langgur, suaradamai.com – Selepas pelaksanaan napak tilas Nen Dit Sakmas beberapa waktu lalu, beberapa hal kemudian menjadi topik pembicaraan yang hangat di kalangan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara. Salah satunya terkait dengan penggunaan pakaian adat Bali yang dikonversikan sebagai pakaian adat Evav. Perdebatan tentang khazanah berpakaian adat Evav telah menjadi trending topic di media sosial Facebook sepekan terakhir.

Dalam konteks beberapa pengertian, Pakaian adat dipahami sebagai kostum yang mengekspresikan identitas yang biasanya dikaitkan dengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Pakaian adat juga menunjukan status sosial, perkawinan. Biasanya pakaian adat pada konteks masyarakat tertentu hadir sebagai karya asli dari masyarakat setempat.

Beberapa pihak terkesan menolak pengenaan pakaian adat Bali yang dikonversikan oleh PemerintahDaerah Kabupaten Maluku Tenggara sebagai pakaian adat khas Kepulauan Kei. Jika ditilik dari sejarahmasuknya penduduk di Kepulauan Kei, selain penduduk lokal yang telah lama mendiami kepulauan Kei,mayoritas masyarakat Evav berasal dari luar Kepulauan Kei (Maf-Mafan), atau dalam konsep kosmologiKei dimengerti sebagai negeri bayangan, negeri para dewa.

Berdasarkan pada tradisi lisan, sebagian penduduk Evav mengaku berasal dari Bali, Jawa, Nusa Tenggara,Luang (Maluku Barat Daya), dan daerah lainnya di Nusantara. Catatan sejarah pada dinding goa diOhoidertawun menandakan bahwa Kepulauan Kei sejak ribuan tahun lalu telah didiami oleh pendudukdengan latar belakang kebudayaan Melanesia.

Masuknya penduduk dengan latar belakang budaya yang berbeda di Kepulauan Kei mengharuskanadanya pembauran kebudayaan, termasuk didalamnya tentang corak berpakaian.Kendati demikian, sangat sulit menemukan konteks berpakaian yang cocok mengekspresikan identitas, wilayah geografis, serta periode sejarah yang menjadi karya asli masyarakat suku bangsa Kei.

Beberapa pihak yang kemungkinan secara historis berasal dari Bali dalam beberapa komentar di media sosialnya terkesansetuju dengan pengenaan pakaian adat Bali pada pesta akbar peringatan sosok Nen Dit Sakmas. Tetapi,layakkah pakaian adat Bali disejajarkan dengan pakaian adat Evav yang mengekspresikan kerasnyakehidupan diatas batu karang dan kencangnya ombak laut, yang turut membentuk watak aslimasyarakat suku bangsa Kei yang keras? Ataukah khazanahberpakaian adat khas Bali mampu mewakilipluralitas keberagaman suku bangsa Kei yang berasal dari beberapa kebudayaan yang berbeda? Apakahpakaian adat yang ke-Bali-Bali-an merupakan karya khas penduduk Evav periode tertentu di masa lalu?

Sudahkah beberapa corak pakaian adat yang sempat dipakai telah mewakili setiap golongan masyarakat di Kepulauan Kei, atau justru menunjukan hegemoni kelompok tertentu di Kepulauan Kei? Semuapertanyaan yang muncul bermuara pada satu pertanyaan penting bahwa, apakah pakaian adat yangditampilkan sudah diterima oleh seluruh masyarakat adat suku bangsa Kei?

Aleks Lakesubun dalam akun Facebooknya bahkan mengusulkan agar karya pakaian khas leluhur berupa cawat yang terbuat dari kulit kayu dapat dimodifikasi menjadi pakaiaan adat khas Evav. “Pakaian adat orang Kei dari dulu adalah cawat dari kulit kayu yang dililit di bagian pinggul sampai ke paha bahkan sampai ke lutut untuk laki-laki dan perempuan. Juga dililit pada bagian dada. Ketika adapertemuan orang kei pada zaman dahulu selalu bepakaian cawat, tulisnya.

Sementara Amandus J. Balubun menekankan aspek fleksibilitas kreatifitas manusia dalam menentukan pakaian adat Evav. Menurutnya, budaya merupakan hasil kreatifitas manusia. Budaya bersifat dinamis dan selaluterbuka. Karena itu dirinya menilai bahwa budaya itu tidak bersifat statis dan absolut. Baginya, budaya, termasuk didalamnya konteks berpakaian adat, terbuka untuk selalu diperbaharui.

Terlepas dari pertanyaan dan pro kontra terkait pakaian adat Evav, pemerintah dan pemangku adatsudah selayaknya duduk bersama, dan membahas konteks pakaian adat Evav yang layak dan tepat yangsesuai dengan budaya, geografis, sosial kemasyarakatan dan periode sejarah di Kepulauan Kei.

 

Penari tarian adat tanam padi ladang

Salah satu corak pakaian adat Kei yang dikenakan para penari tarian adat tanam padi ladang dalam acara puncak peringatan Hari Nen Dit Sakmas (Foto: Piet Res).

 

Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

Category: Asal Usul
User Rating:  / 0

 

Rat Yab Faan Patris Renwarin

Rat Yab Ratchap Oholim Tahit Patris Renwarin

 

Istilah Meti Kei dan Met Ef masih menjadi perdebatan, mana yang tepat mana yang keliru. Untuk memberi kepastian, Suaradamai.com mewawancarai Rat Yab Ratchap Ohoilim Tahit Patris Renwarin dan Pemerhati Adat Robert Remetwa. 

Rat Yab Ratchap Ohoilim Tahit Patris Renwarin menjelaskan, Met Ef terdiri atas dua kata yaitu Met dan Ef. Met artinya Meti (air laut surut), sedangkan Ef adalah musim kemarau. Singkatnya, Met Ef adalah meti atau surut terendah yang terjadi pada musim kemarau.

“Met ef adalah suatu kondisi dimana terjadi kekeringan yang tidak sepeti biasanya, dan terjadi setiap tahun,” jelas Renwarin.

Met Ef terbagi atas tujuh (7) meti, mulai sejak akhir September (Kei: Atoar) sampai awal Januari (Kei: Amarar). Kekeringan tertinggi terjadi pada bulan Oktober sampai awal November.

Meskipun terjadi saat kemarau panjang, Met Ef merupakan musim panen yang melimpah baik di laut maupun darat. Di laut, orang memanen ikan, siput, kepiting, dan hasil laut lainnya. Di darat, panen kacang-kacangan dan ubi-ubian.

“Bulan Oktober disebut Ngafohot, karena pada bulan itu hasil panen Ngafohot (sejenis kacang-kacangan) banyak. Adapula ubi-ubian seperti Bo atau Bo’o (ubi hutan) dan Viir (talas hutan),” tutur Renwarin.

Sementara itu, frasa Meti Kei berkaitan erat dengan pelayaran. Disebut Meti Kei karena wilayah perairan Kei mengalami penurunan ketinggian air dan naiknya permukaan meti (karang). Pada kondisi ini, pelaut yang berlayar di sekitar Kei akan sangat berhati-hati terhadap meti. Para pelaut itu menyebut kenaikan karang ini sebagai Meti Kei.

 

Tonton video selengkapnya tentang "Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef"

Cinema Icon

 

 

Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

Category: Asal Usul
User Rating:  / 0

 

Woma

Pengangkatan sesajen bagi leluhur di Woma El Fangvur, Langgur.

 

Suatu ketika sekelompok masyarakat bertemu satu sama lain dan sepakat membentuk ohoi. Kebutuhan pertama mereka adalah tempat berkumpul. Tempat yang dicari yaitu lokasi yang dingin sehingga memberikan kenyamanan bagi mereka. Tidak hanya kenyamanan, tempat itu diyakini mampu memberikan kehidupan bagi sebuah ohoi.

Setelah menemukan lokasi yang tepat, kemudian diabadikan sebagai tempat pertemuan. Setiap pertemuan atau rapat temasuk mengangkat persembahan kepada leluhur dilaksanakan di situ. Tempat itu disebut sebagai Voma.

Menurut Rat Jab Ratschaap Ohoilim Tahit Patrisius Renwarin, Voma secara harafiah berarti vo’o ma. Vo’o artinya panggil dan ma berarti datang. Voma juga diartikan sebagai vuhar, pusar atau pusat kehidupan masyarakat setempat.

Pemilihan lokasi Voma tidak sembarangan, melainkan ditentukan atas dasar kesakralan sebuah tempat. Renwarin mengatakan, kemampuan leluhur Kei mengetahui lokasi yang tepat tidak diragukan lagi, mereka mempunyai firasat yang tinggi karena bersahabat dengan alam.

Pemerhati adat Robert Remetwa menambahkan, sebagian Ohoi di Kei menggunakan awalan El pada nama Vomanya. El, menurut Remetwa adalah yang di atas, tertinggi, atau yang ditinggikan, tempat tinggalnya penguasa atas sebuah tempat.

“Voma sebagai pusat kampung yang disakralkan, di situlah tempat semua aktivitas masyarakat ohoi, taflurut nit sob duad di situ, ta tul hukum di situ, madivun untuk fadoar fangnanan dan mensahkan atau memutuskan sesuatu juga di Voma,” papar Renwarin tentang fungsi dan peranan Voma.

Menurut Renwarin, baik atau buruknya kondisi sebuah ohoi ditentukan oleh Voma. “Suasana kampung itu, bisa sejuk dan tidaknya itu tergantung tempatnya (Voma) itu,” imbuhnya.

Sesuai penelusuran para pemerhati adat, Remetwa ungkap banyak orang sekarang tidak tahu pengertian, fungsi, dan peranan Voma bahkan kesakralannya. Banyak menganggap Voma sebagai formalitas. Tidak hanya itu, ada juga yang tidak tahu lokasi Voma yang sebenanrya.

Renwarin tekankan, lokasi Voma sebaiknya diberikan tanda untuk menegaskan keberadaannya. Voma juga harus dilindungi dari aktivitas perkembangan saat ini sehingga kesakralan Voma tetap terjaga.

“Di Voma itu butuh ketenangan, karena di situ orang harus bekonsentrasi untuk kontak dengan leluhur dan juga kepada Tuhan penguasa alam semesta ini dan juga kita punya hukum yang sakral ini,” pungkas Renwarin.

“Kita di Faan berpikir untuk jalan (raya) utama digeser ke belakang. Kita berpikir untuk bagaimana sakralitas Voma harus dikembalikan di era ini,” ungkapnya.

 

Tonton video "Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma"

Cinema Icon

 

 

 

Saat ini pemerintah gencar membangun Balai Ohoi sebagai lokasi pertemuan, apakah Balai Ohoi ini tidak mengganggu keberadaan Voma? Nantikan penjelasan di artikel dan video selanjutnya.

BERITA TERKINI

Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

Sosial
on Senin, 14 Oktober 2019
Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

  Peringatan bulan Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktifitas PRB sebagai investasi untuk ketanggu...

Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

Sosial
on Sabtu, 12 Oktober 2019
Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

  “Mari terus kita rawat kebersamaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat buru,” ajak Bupati Ramlly. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon Mohammad Irfan Suryaward...

Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan...

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan Tanggung Jawab

  Wali Kota Tual meyakini bahwa melalui kerjasama yang baik dan harmonis, DPRD bersama pemkot akan mampu menyusun dan menetapkan APBD tahun 2020 sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan penyelengg...

Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai B...

Lingkungan Kita
on Jumat, 11 Oktober 2019
Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai Babyotang MBD

  Ini merupakan fenomena alam setiap tahun. Tetapi kali ini juga ada kandungan minyak. Air laut berubah warna menjadi kuning kecokelatan di Desa Babyotang, Babar Timur, MBD.   Tual, suaradam...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba Pidato Bahasa Kei

  Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membangkitkan rasa cinta, rasa memiliki, menjaga dan melestarikan serta mengimplementasikan bahasa dan budaya Kei dalam pergaulan setiap ha...

Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

  Selama ini para ASN sudah diberi peringatan dan himbauan tegas terkait masalah kedisiplinan melalui pelaksanaan apel pagi, namun hal itu tidak dihiraukan oleh sebagian oknum. Wawali Tual Usman...

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lem...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lembaga Pendidikan

  Pendidikan adalah cara terbaik menyiapkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan yang lebih baik. Pendirian SMA Katolik Johanis Aerts Katlarat dilandasi pada keputusan Musyawarah Pastora...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Panda...

Opini
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Pandangan Masyarakat Adat

  Apabila perubahan nomenklatur Kabupaten Maluku Tenggara tidak dilegitimasi oleh pemerintah provinsi, maka Pemkab Malra perlu berinisiatif untuk mewadahi dan mengakomodir kembali segala aspirasi...

Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rok...

Hukum & Kriminal
on Kamis, 10 Oktober 2019
Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rokok

  Bahaya rokok dan HIV – AIDS merupakan ancaman potensial yang akan menghambat bahkan menghancurkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prajurit Lantamal IX menandatangani Komitmen Sehari Tid...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

Sosial
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

  Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan kedua kali ini, merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayan terbaik kepada warga negaranya. Kepala BNPB Doni Monardo bersama para pengungsi.(...

Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kem...

Ekonomi & Pembangunan
on Rabu, 09 Oktober 2019
Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kemenkeu

  Di lain sisi, mantan Bupati MBD ini juga mengatakan, pembangunan sebuah daerah memerlukan peran banyak pihak. Selain dukungan dana dari APBN dan APBD, peran swasta juga sangat diharapkan. Suasa...

Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

  DPRD berharap peraturan daerah tentang desa adat dapat diterima dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat adat dalam wilayah Pemerintahan Kota Tual. Ketua DPRD Kota Tual Taufik Hamud. (Foto...

Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum Ada Surat Perintah Pimpinan

  Taman Kota Tual dijadikan sebagai pub atau tempat minum minuman keras. Meski begitu, Satpol PP Tual terkesan melakukan pembiaran.   Tamkot Tual saat malam hari. (Dok. Instasaver)   Tu...

RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akredit...

Kesehatan
on Rabu, 09 Oktober 2019
RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akreditasi

  Akreditasi merupakan dasar bagi semua instansi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. RSUD KS Langgur telah melakukan persiapan secara bertahap, baik terkait dokumen maupun unsur fisik lainny...

Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

  Pendirian Koramil dan Kodim di wilayah Kota Tual akan memperpendek rentang kendali kesatuan TNI dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai abdi negara. Komandan Satgas BKO Kodim/Koramil Per...

MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN...

Politik
on Rabu, 09 Oktober 2019
MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN Maluku

  Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Maluku yang dilaksanakan pada 26 Juni 2019 lalu, dinyatakan tidak sah dan dibatalkan Ket...

Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Am...

Pendidikan
on Selasa, 08 Oktober 2019
Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Ambon

  Wagub berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha. Suasana pembukaan kegiatan EXPO Kewirausahaan di halaman SMA Kristen YPKPM Ambon. (Foto. Chintia S)   Ambon, suaradamai.com...

«
||
»

BUDAYA KITA

Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Wakt...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 24 September 2019
Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Waktu Dekat

  Berdasarkan sejarah Hukum Larvul, Raja Raschap Mer Ohoi Nean akan dikukuhkan oleh Raja Bal Du Wahadat dari Dullah. Pemasangan Gelang Mas Kei kepada Ketua Ikatan Maskei Papua oleh Raja Fer Drs....

Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan N...

Peristiwa Budaya
on Sabtu, 14 September 2019
Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas

  Lembaga Dewan Adat Rat Ur Siu, Lor Lim dan Lor Labai merupakan benteng terakhir penjaga kelestarian adat Evav. Hakim dari setiap penyimpangan dan pelanggaran terhadap hukum adat Larvul Ngabal....

Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit...

Asal Usul
on Rabu, 11 September 2019
Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit Sakmas

  Tingginya nilai luhur dan martabat perempuan Kei tercermin dalam diri Nen Dit Sakmas. Pelaksanaan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan aktualisasi dari penghargaan terhadap tingginya...

Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat E...

Asal Usul
on Selasa, 10 September 2019
Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat Evav

  Pakaian adat dipahami sebagai kostum yang mengekspresikan identitas yang biasanya dikaitkandengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Perdebatan terkait corak pakaian adat Evav...

Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Duku...

Peristiwa Budaya
on Jumat, 06 September 2019
Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Dukungan dan Kritik

  Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bagi pelestarian kearifan lokal budaya Suku Bangsa Kei. Sebuah maha karya yang dihasilkan pemerintah daerah Kab...

Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

Peristiwa Budaya
on Jumat, 23 Agustus 2019
Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.   “Saya janji tidak akan memberikan rekomendasi pecalonan bagi marga lain yang bukan punya hak. Khususnya untuk Desa Fiditan, selain marga Raha...

Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

Asal Usul
on Rabu, 07 Agustus 2019
Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

  Pengangkatan sesajen bagi leluhur di Woma El Fangvur, Langgur.   Suatu ketika sekelompok masyarakat bertemu satu sama lain dan sepakat membentuk ohoi. Kebutuhan pertama mereka adalah tempa...

Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di De...

Peristiwa Budaya
on Senin, 05 Agustus 2019
Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di Desa Tamedan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Safari Adat adalah salah satu upaya Pemkot Tual dalam memulihkan kembali tatanan adat dalam masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkua...

Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemko...

Peristiwa Budaya
on Kamis, 25 Juli 2019
Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemkot Tual

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw. Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota Tual Usman Tamnge bersama para Rat/Raja. (Foto: Gerry Ngamel)   Langgur (Tetoat), suaradamai.com...

Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

Peristiwa Budaya
on Rabu, 24 Juli 2019
Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

  Reporter: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Keempat Rat (Raja) yang wilayahnya berada dalam lingkungan Pemerintahan Kota Tual didampingi Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota T...

Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

Asal Usul
on Senin, 22 Juli 2019
Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

  Rat Yab Ratchap Oholim Tahit Patris Renwarin   Istilah Meti Kei dan Met Ef masih menjadi perdebatan, mana yang tepat mana yang keliru. Untuk memberi kepastian, Suaradamai.com mewawancarai...

Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Bangl...

Misil Masal
on Minggu, 21 Juli 2019
Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Banglu"

  Pemerhati Adat, Robert Remetwa   Berucap dan mendengar ayat tersebut bagi orang yang paham Bahasa Kei akan berpikir pada suasana perang. Memang benar, bahwa perang di Kei zaman dulu, para...

Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer B...

Peristiwa Budaya
on Senin, 18 Februari 2019
Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer Budaya Kei Era 1940an

  Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa Para Wanita berpose di depan tempat pameran   Langgur (Ngilngof), suaradamai.com – Kali ini ada yang unik dari perayaan Valentine’s Day tahun...

Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jad...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 05 Februari 2019
Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jadi Contoh

Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa   Mulai dari persiapan, penyampaian undangan, cara memasak, alat makan, makanan, gaya makan, dan prosesi pengukuhan, menggunakan kebiasaan orang tua...

Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 02 Oktober 2018
Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran, Buku Larvul Ngabal

Langgur, suaradamai.com - Ketua Dewan Adat Rat Ursiuw Rat Lorlim Kepulauan Kei (Dewan Adat Kei) Drs. Hi. Abdul Hamid Rahayaan mendesak kepada penerbit agar menarik buku berjudul “Larvul Ngabal: Anasir...

«
||
»

Maluku Tenggara

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Apa...

Maluku Tenggara
on Minggu, 06 Oktober 2019
Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Aparatur Disdukcapil

  Administrasi kependudukan perlu didukung dengan strategi pelaksanaan dan penganggaran guna mendorong kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal pemerintah.Sehubungan dengan hal tersebut...

Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. S...

Maluku Tenggara
on Rabu, 02 Oktober 2019
Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. Selebihnya Kita Satu

  Budaya maren merupakan warisan leluhur yang mempersatukan perbedaan. Melalui budaya maren setiap sekat perbedaan menjadi tidak berarti. Diharapkan melalui momen bakti sosial di Masjid Ohoi Mast...

Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

Maluku Tenggara
on Senin, 30 September 2019
Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

  Pemkab Malra melalui Disperindag sementara berupaya membenahi Pasar Ikan Langgur lewat pengerjaan saluran pembuangan limbah dan pengadaan sejumlah fasilitas pendukung. Meski demikian, diharapka...

Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jad...

Maluku Tenggara
on Rabu, 25 September 2019
Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jadi Pupuk

  Masyarakat diharapkan dapat memilah antara sampah organik dan sampah anorganik sejak dari rumah tangga. Nantinya sampah organik akan diolah kembali menjadi pupuk sehingga dapat mengurangi pasok...

Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Ikan bagi 68 Nelayan

  Para nelayan peserta pelatihan dan pendampingan akan diberikan sertifikasi sebagai jaminan bahwa produk mereka telah melewati 18 fase yang dipersyaratkan Dinas Perikanan Malra. Suasana Pelatiha...

PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Mi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Miring

  Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada tim penggerak PKK Malra dan Pemerintah Ohoi Wab Ngufar melalui program pengembangan pariwisata. Upaya ini diharapkan kelak semakin menjadi acuan dal...

Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hu...

Maluku Tenggara
on Minggu, 08 September 2019
Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hukum Larvul Ngabal

  Pengajaran Nen Dit Sakmas menjadi fondasi bagi Hukum Adat Larvul Ngabal yang telah merasuki sendi-sendi hidup orang Kei jauh sebelum hukum positif negara ini dibentuk dan sebelum agama dikenal....

PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan...

Maluku Tenggara
on Selasa, 03 September 2019
PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan Martabat Perempuan Kei

  Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali jati diri vat-vat Evav yang kini hilang, serta menceritakan perjalanan Nen Dit Sakmas sebagai pencetus Hukum Larvul Ngabal. Ketua Tim Penggerak P...

Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Se...

Maluku Tenggara
on Kamis, 29 Agustus 2019
Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Sebesar 0,75 Persen

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Catatan peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara mencapai angka Rp. 951,45 milyar (0,75 persen). Sejalan dengan kenaikan pendapata...

Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh...

Maluku Tenggara
on Minggu, 25 Agustus 2019
Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh Kelola Kearsipan

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Aparatur birokrasi harus mampu menjadi pelopor pertanggungjawaban arsip dan kearsipan dalam proses manajemen pemerintahan dan pembangunan di ling...

Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Momen peringatan HUT ke-74 kemerdekaan dimaknai dengan upaya mengejar ketertinggalan di Malra. Ditandai dengan pelaksanaan upacara detik-detik pr...

Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Ko...

Maluku Tenggara
on Senin, 19 Agustus 2019
Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Komoditas Pertanian

  Penulis: Nela Lobya. Editor: Nick Renleuw.   Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan kebutuhan daerah dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Upaya pemenu...

Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 11 Agustus 2019
Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidikan Malra

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, setiap satuan pendidikan formal dan non-formal wajib melakukan pen...

Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Den...

Maluku Tenggara
on Sabtu, 03 Agustus 2019
Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0

  Reporter: Ella Kudubun. Editor: Nick Renleuw Bupati Malra M. Thaher Hanubun. (Dok. Humas Malra)   Langgur, suaradamai.com – Gerakan Nasional masih membudayakan kewirausahaan dan menjadi ko...

Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya...

Maluku Tenggara
on Kamis, 01 Agustus 2019
Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya!

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Bupati Maluku Tenggara, Drs M. Thaher Hanubun menerima pesan singkat dari salah seorang oknum PNS yang berisikan tawaran sejumlah uang yang dituj...

Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sa...

Maluku Tenggara
on Selasa, 30 Juli 2019
Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sail To Indonesia

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Sebagai pintu masuk Wonderful Sail to Indonesia, Maluku Tenggara dinilai oleh wisatawan sukses dalam penyelenggaraan. Suksesnya pelaksanaan Wonde...

Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Ke...

Maluku Tenggara
on Rabu, 24 Juli 2019
Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Kei Besar Merupakan Peluang Ekonomi Daerah

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Pulau Kei Besar memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Identifikasi potensi perikanan dan kelautan di Kei Besar menjadi sangat pentin...

«
||
»

e-Paper Majalah & Pilar Timur

Tentang Kami