Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

Category: Peristiwa Budaya

 

Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.

 

“Saya janji tidak akan memberikan rekomendasi pecalonan bagi marga lain yang bukan punya hak. Khususnya untuk Desa Fiditan, selain marga Raharusun dan Sather, saya tidak akan beri rekomendasi, karena sesuai sejarah, dua marga ini punya hak.“

Wali Kota Tual Adam Rahayaan bersama rombongan Tim Safari Adat diterima masyarakat Desa Fiditan

Wali Kota Tual Adam Rahayaan bersama rombongan Tim Safari Adat diterima masyarakat Desa Fiditan (Foto: Bagian Kerjasama Setda Tual).

 

Tual, suaradamai.com − Tim safari adat Pemerintah Kota Tual di bawah pimpinan Wali Kota Adam Rahayaan dan Wakil Wali Kota Usman Tamnge, kembali melakukan kunjungan kerjanya di Desa Fiditan Kecamatan Dulllah Utara, Rabu (21/08/19).

Kunjungan tersebut merupakan agenda lanjutan Program Safari Adat dalam rangka persiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) di wilayah Pemerintahan Kota Tual tahun 2020 nanti. Selain itu, rangkaian Safari Adat ini sendiri merupakan wujud implementasi dari visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tual periode 2018-2023.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Tual Adam Rahayaan kembali menegaskan tujuan dari dilaksanakannya Safari Adat. “Safari adat ini bukan baru pertama dilaksanakan, melainkan sudah empat kali. Dan tujuan dari rangkaian agenda ini sendiri, yakni untuk mensosialisasikan mekanisme terkait pemilihan kepala desa, mengingat nantinya akan diberlakukan perda tentang mekanisme pemilihan kades berdasarkan hak adat masyarakat setempat,” tutur Rahayaan.

Terkait hal itu, tambahnya, potensi konfilk yang akan muncul saat pelaksanaan Pilkades, pastinya sangat besar. Sehingga untuk mengantisipasi timbulnya konflik terrsebut, maka perlu untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap hukum.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang mekanisme Pilkades di Kota Tual saat ini masih dalam tahap revisi oleh DPRD Kota Tual. “Saat ini pihak DPRD masih sementara merevisi beberapa pasal tertentu yang mengakomodir pencalonan calon tertentu berdasarkan hak adat yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, Rat Baldu Hadat (Raja Dullah) Bayan Renuat menyatakan keseriusannya dalam merekomendasikan calon sesuai hak adat yang diwariskan oleh para leluhur. “Saya janji tidak akan memberikan rekomendasi pecalonan bagi marga lain yang bukan punya hak. Khususnya untuk Desa Fiditan, selain marga Raharusun dan Sather, saya tidak akan beri rekomendasi, karena sesuai sejarah, dua marga ini punya hak,“ tegasnya.

Renuat meyakini bahwa apabila nanti pihaknya merekomendasikan calon di luar kedua marga tersebut, tentu akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Sehingga ia berharap agar masyarakat di Desa Fiditan nantinya dapat mengikuti semua proses dan mekanisme Pilkades yang berlaku dengan baik.

 

Tarian penyambutan rombongan Safari Adat di Desa Fiditan

Tarian penyambutan rombongan Safari Adat di Desa Fiditan (Foto: Bagian Kerjasama Setda Tual).