Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Banglu"

Category: Misil Masal

 Robertus Remetwa

Pemerhati Adat, Robert Remetwa

 

Berucap dan mendengar ayat tersebut bagi orang yang paham Bahasa Kei akan berpikir pada suasana perang.

Memang benar, bahwa perang di Kei zaman dulu, para pasukan juga menggunakan kut sebagai peluru api untuk membakar kemah / rumah musuh. Pada suatu masa digunakan banglu atau peluru biji besi untuk menembak musuh.

Kut dalam pengertian sebenarnya adalah sejenis alat penerang yang dibuat dari batang kering, biasanya seludang kelapa kering diiris menjadi batang batangan kecil agar mudah terbakar. Foeng artinya "ikat" , kut diikat karena banyak batangan seludang harus disatukan menjadi satu ikatan yang kuat. Kegunaan sebenarnya Kut adalah sebagai alat penerang .

Secara filosofis, batang batangan kecil yang diikat adalah kesatuan orang-orang yang terikat dalam satu cita rasa kebersamaan dan satu semangat jiwa untuk berjuang.

Banglu berarti peluru, fau berarti menempa. Fau fo banglu berarti menempa menjadi peluru. Maksudnya adalah besi atau logam yang bentuknya biasa harus ditempa sedemikian rupa menjadi peluru yang melayang lurus menuju sasaran tembak. Jikalau besi atau logam tidak ditempa menjadi bentuk yang sesuai maka tidak tepat mencapai sasaran.

Secara filosofis, Fau fo banglu berarti merumuskan tujuan yang pasti dan menggodok rencana secara matang untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Intinya, foeng fo kut ne fau fo banglu berarti "kita terjalin menjadi satu, dan kuat untuk mewujudkan satu tujuan yang telah ditentukan demi kepentingan bersama"

Jadi di lain sisi, foeng fo kut ne fau fo banglu juga berarti bergabung atau bersatu menjadi penerang yang kokok dan menata sesuatu secara baik dan cermat untuk mewujudkan tujuan bersama yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Tonton Misil Masal "It Foeng Fu Kut It Fau Fo Banglu" 

Cinema Icon