Kendati Anggaran Kecil, Malra Siap Dukung Pempus Sukseskan Wonderful Sail 2019

Category: Maluku Tenggara

 

Reporter/Penulis Piet Res, editor Labes Remetwa

 

Keterbasan anggaran menjadi motivasi tersendiri bagi Pemda Malra guna mensukseskan pelaksanaan Wonderful Sail to Indonesia. Kerja keras pemda menyiapkan iven akbar ini patut diberi apresiasi karena pemerintah pusat sama sekali tidak memberi suntikan anggaran.

Kepala Dinas Pariwisata Malra Roy Rahayaan 2

Kepala Dinas Pariwisata Malra Roy Rahajaan.

 

Langgur, suaradamai.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) optimis mensukseskan program Wonderful Sail to Indonesia. Kesuksesan program yang diprakarsai oleh Kemenko Kemaritiman ini, dinilai tepat untuk menunjukan keberpihakan Pemkab Malra pada pelaksanaan program pemerintah pusat, kendati tidak didukung dengan anggaran yang cukup.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Malra Roy Rahayaan ketika ditemui Wartwan Pilar Timur di ruang kerjanya, (18/7/19). Rahayaan meyakini, kendati tanpa dukungan anggaran dari Pempus, lewat sinergitas yang terbangun diantara SKPD lingkup Malra, pelaksanaan WS tahun ini akan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya.

“WS tahun 2007 Pemerintah Pusat menanggagung biaya technical meeting. Sementara pada tahun 2018 dari kemenko kemaritiman tidak memberikan retribusi apa-apa. Sama halnya pada tahun ini. Jadi tahun ini, semuanya dibiayai dari APBD. Semua SKPD punya konstribusi masing-masing. Kali ini acaranya agak beda dengan dua tahun sebelumnya. Jadi ini semua SKPD bijaki saja. Walau begitu kemungkinan WS tahun ini akan sangat ramai,” tutur Rahayaan.

Guna mendukung keberhasilan pelaksanaan WS Pemkab Malra menyediakan anggaran sebesar 100 juta rupiah. Jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan iven seakbar WS. Meski demikian, Rahayaan mengungkapkan bahwa persiapan pelaksanaan sudah mencapai 99 persen. Hal ini menunjukan kepada publik bahwa Pemkab serius mendukung program Pempus, sekaligus sebagai ajang memperkenalkan pariwisata Malra yang dijadikan sebagai salah satu leading sector pembangunan.

“Ini iven nasional milik kemenko kemaritiman. Di sini kita punya leading sector itu pariwisata. Jadi kendati kita tidak punya anggaran, tetap harus jalan. Kita tunjukan kepada pemerintah bahwa pemerintah daerah bisa bekerja, sekalipun tanpa dibiayai oleh pemerintah pusat. Pemda harus menunjukan keberpihakan terhadap program pemerintah agar kedepan kita bisa mendapatkan suport”, ungkap Rahayaan.

Menurut Rahayaan, persiapan WS yang dibuka pada 22 Juli ini telah rampung 99 persen. Bangunan baru di Ohoi (desa) Debut juga sudah ditempati oleh custom, imigration, carantine dan port. Beberapa perusahaan seperti Bir Bintang, Telkomsel, money changers (penukar uang) dan lainnya, bahkan sudah menyatakan kesiapan untuk membuka stand guna mendukung pelaksanaan Wonderful Sail.

Tercatat pada tanggal 17 Juli 2019, telah ada 20 kapal layar yang masuk. Sebelumnya empat kapal layar sudah berlabu di perairan Malra. Pagelaran pesta pariwisata nasional ini direncanakan akan diikuti oleh 150 wisatawan mancanegara yang berasal dari 15 negara.

Beberapa negara yang sudah menyatakan akan berpartisipasi pada pelaksanaan tahunan ini antara lain, Perancis, Australia, USA, Belgia, Selandia Baru, Jerman, Kanada, United Kingdom (Inggris), Swedia, Italia, Turki, Finlandia, dan Belanda.