ASN dan Honda Alpa Apel Perdana, Hanubun Tekankan Kepala OPD Beri Sanksi Tegas

Category: Maluku Tenggara

 

Penulis, Piet Res

 

Kabupaten Maluku Tenggara melaksanakan apel besar ASN dan Honorer. Kendati wajib, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sejumlah ASN dan tenaga honorer tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Menanggapi realitas tersebut, Bupati Hanubun perintahkan Kepala OPD beri sanksi tegas.

Bupati dan Wabup

Wakil Bupati Malra Petrus Beruawarin mendampingi Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat apel. (Dok. Humas Malra)

 

Langgur, suaradamai.com – Menindaklanjuti surat Menpan tanggal 27 Mei 2019 tentang laporan hasil pemantauan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) sesudah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) melaksanakan Apel Besar ASN, Senin (10/6/19).

Bertempat di halaman Kantor Bupati baru, apel akbar dihadiri langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, para Staf Ahli, Asisten, kepala-kepala OPD dan mayoritas ASN-Honorer Daerah (Honda). Tampak juga sebagian anggota DPRD Malra.

Kegiatan dimulai tepat pukul 09.10 WIT diawali dengan laporan kehadiran ASN dan honorer setiap OPD. Laporan kehadiran disampaikan langsung oleh masing-masing kepala OPD. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sejumlah ASN dan tenaga honorer tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Ketidakhadiran sebagian ASN dan tenaga honorer dalam menghadiri kegiatan apel bersama, ditanggapi serius oleh Bupati Maluku Tenggara, Drs. M. Thaher Hanubun.

Dengan nada yang keras, Bupati Hanubun menegaskan bahwa, tidak ada toleransi dalam konteks kedisiplinan. Hanubun memerintahkan setiap Kepala OPD untuk menyampaikan dafar hadir kepadanya melalui Kepala BKPSDM, untuk selanjutnya diteruskan kepada Menpan.

“Tidak ada alasan bagi setiap penyelenggara negara untuk tidak hadir dalam apel akbar ini. Sakit itu bukanlah alasan. Kecuali mereka (ASN dan Honorer) yang sebelumnya telah menyampaikan izin cuti sebelumnya. Saya tidak ingin uang daerah ini dihabiskan hanya untuk orang-orang yang tidak punya hati bagi daerah ini”, tegas Hanubun.

Apel Akbar

Suasana Apel Akbar di Kantor Bupati baru. (Dok. Humas Malra)

 

Kepada kepala OPD, Hanubun memerintahkan agar memberikan sanksi tegas berupa hukuman disiplin terhadap aparatur sipil negara yang tidak mengikuti apel dan masuk kerja tanpa alasan yang sah. Ketidakhadiran ASN dalam mengikuti apel akbar jelas menyalahi kewajiban pasal 3, Angka 17 PP 53 Tahun 2010 tentang menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

“Disiplin adalah kesanggupan ASN untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang jika tidak ditaati atau dilanggar, dijatuhi hukuman disiplin”, ungkap Hanubun.

Tidak hanya mengkritisi kedisiplinan ASN, Hanubun juga memberikan pujian bagi setiap ASN yang hadir, kendati pada saat yang sama, lokasi kegiatan sementara diguyur hujan. Bagi Hanubun, kedisiplinan ASN harus menjadi indikator utama untuk promosi jabatan, kesempatan memperoleh DIKLAT, perbaikan penghasilan (tunjangan kerja) serta penghargaan lainnya.

 

Berita lainnya:

- Malra Raih WTP High Class

- Tekan Angka Kemiskinan, Bupati Janji Cari Modal Usaha bagi Masyarakat

- Rumah Dinas Bupati Malra Berubah Jadi Rumah Toleransi Antar Umat Beragama

- Sambut Idul Fitri 1440 H, Bupati Serukan Harmonisasi dan Toleransi Antar Umat Beragama

- Difinubun: Ain Ni Ain sebagai Komitmen Nilai Kearifan Lokal yang Termaktub dalam Pancasila

 

Apel Akbar 2