Mahasiswa Papua di Bandung Gelar Pelatihan Jurnalistik

Category: Papua

Penulis Barnabas Subagio, penyunting Linus Remetwa

Mahasiswa Papua di Bandung

Suasana Pelatihan Jurnalistik

 

Bandung, suaradamai.com – Mahasiswa se-Tanah Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai Kota Study Bandung berkolaborasi dengan Solidaritas Mahasiswa Se-Tanah Papua Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Pelatihan Jurnalistik.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa bagi Pemula diberikan oleh Bastian Theofilus Tebai selaku wartawan www.suarapapua.com di Alfamart Lantai II Jl. Cikawao No. 101 Paledang, Lengkong Besar pada Sabtu, (5/1/19) Kota Bandung.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Jurnalistik Andreas Tagi mengatakan, kegiatan bertujuan untuk memberi rangsangan kepada warga Mahasiswa Papua agar mampu menggali potensinya.

Lebih lanjut, Andreas yang juga Wakil Ketua IPMANAPANDODE Kota Study Bandung menyampaikan, Mahasiswa Papua harus dibekali Pelatihan Jurnalistik agar segala masalah dan peristiwa yang terjadi di Papua dapat dituliskan dengan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan oleh orang Papua saat ini.

Di tempat yang sama, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Alex Adelin Madai menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk melangsungkan proses Belajar dan mengajar tentang dunia Jurnalistik bagi mahasiswa.

Selanjutnya, Alex menambahkan bahwa kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini baru dilaksanakan setelah hampir delapan tahun tidak pernah dibuat oleh mahasiswa Papua di Bandung.

“Saya selaku Ketua IPMANAPANDODE Bandung memprioritaskan kegiatan ini sekaligus membuka akses belajar mahasiswa Papua di Bandung,“ pungkasnya dengan penuh harap.

Di samping itu, Demisioner IPMANAPANDODE Bandung Wilda A. M. Ukago menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus baru karena telah melaksanakan pelatihan yang tertunda sebelumnya, sekaligus meminta waktu kepada pemateri untuk terus meluangkan waktu agar pembimbingan menulis dapat dilakukan secara kontinyu.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu senior Mahasiswa Papua Leonardus O. Magai, bahwa usai pelatihan Jurnalistik, kedua Komunitas ini dapat menindaklanjuti untuk menerbitkan karyanya melalui Tabloid, Majalah atau Koran agar dapat melanjutkan karya menulis tetap diteruskan.

 

Ia menegaskan bahwa Mahasiswa sebagai warga penulis mampu menuangkan ide dan gagasannya secara tertulis sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama mahasiswa harus lebih cerdas, kritis, dan kreatif dalam menjalankan perannya yakni Agent of Change melalui peluru ujung pena menuju perubahan.

Mahasiswa Papua di Bandung 2

Kebersamaan Mahasiswa Papua di Bandung

Penulis Barnabas Subagio, penyunting Linus Remetwa

 

 

Bandung, suaradamai.com – Mahasiswa se-Tanah Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai Kota Study Bandung berkolaborasi dengan Solidaritas Mahasiswa Se-Tanah Papua Universitas Pendidikan Indonesia menggelar Pelatihan Jurnalistik.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa bagi Pemula diberikan oleh Bastian Theofilus Tebai selaku wartawan www.suarapapua.com di Alfamart Lantai II Jl. Cikawao No. 101 Paledang, Lengkong Besar pada Sabtu, (5/1/19) Kota Bandung.

Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Jurnalistik Andreas Tagi mengatakan, kegiatan bertujuan untuk memberi rangsangan kepada warga Mahasiswa Papua agar mampu menggali potensinya.

Lebih lanjut, Andreas yang juga Wakil Ketua IPMANAPANDODE Kota Study Bandung menyampaikan, Mahasiswa Papua harus dibekali Pelatihan Jurnalistik agar segala masalah dan peristiwa yang terjadi di Papua dapat dituliskan dengan apa yang didengar, dilihat, dan dirasakan oleh orang Papua saat ini.

Di tempat yang sama, Ketua IPMANAPANDODE Bandung Alex Adelin Madai menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemateri dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk melangsungkan proses Belajar dan mengajar tentang dunia Jurnalistik bagi mahasiswa.

Selanjutnya, Alex menambahkan bahwa kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini baru dilaksanakan setelah hampir delapan tahun tidak pernah dibuat oleh mahasiswa Papua di Bandung.

“Saya selaku Ketua IPMANAPANDODE Bandung memprioritaskan kegiatan ini sekaligus membuka akses belajar mahasiswa Papua di Bandung,“ pungkasnya dengan penuh harap.

Di samping itu, Demisioner IPMANAPANDODE Bandung Wilda A. M. Ukago menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus baru karena telah melaksanakan pelatihan yang tertunda sebelumnya, sekaligus meminta waktu kepada pemateri untuk terus meluangkan waktu agar pembimbingan menulis dapat dilakukan secara kontinyu.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu senior Mahasiswa Papua Leonardus O. Magai, bahwa usai pelatihan Jurnalistik, kedua Komunitas ini dapat menindaklanjuti untuk menerbitkan karyanya melalui Tabloid, Majalah atau Koran agar dapat melanjutkan karya menulis tetap diteruskan.

Ia menegaskan bahwa Mahasiswa sebagai warga penulis mampu menuangkan ide dan gagasannya secara tertulis sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama mahasiswa harus lebih cerdas, kritis, dan kreatif dalam menjalankan perannya yakni Agent of Change melalui peluru ujung pena menuju perubahan.