17 Tahun Jalan Rusak, Masyarakat Ohoi Ngabub Buka Suara

Category: Ekonomi & Pembangunan

 

Kita mendambakan agar jalan ini secepatnya diselesaikan karena ini sudah bertahan terlalu lama. Jalanutama diatas tidak dirasakan manfaatnya sama sekali oleh masyarakat

Ruas jalan utama Ohoi Ngabub

Tampak anak-anak melintasi salah satu ruas jalan utama Ohoi Ngabub yang rusak parah dan berdebu (Foto: Piet Res).

 

Langgur (Ngabub), suaradamai.com – Masyarakat Ohoi Ngabub mengeluh kondisi jalan utama ohoi yang sangat memprihatinkan hingga saat ini. Kondisi ini sebenarnya telah beberapa kali disuarakan kepada pemerintah daerah oleh beberapa tokoh masyarakat Ngabub, namun hingga saat ini belum terlihat adanya tanda-tanda pengerjaan. Padahal situasi ini sudah berlangsung selama 17 tahun.

Aktivitas penggunaan prasarana jalan yang tidak layak pakai telah menjadi kebiasaan dan rutinitas yang wajib dilalui oleh seluruh masyarakat meski diakui bahwa situasi ini sangat menyulitkan dan menghambat dalam banyak hal di Ohoi Ngabub. Sementara bagi mayoritas masyarakat setempat, pembangunan ruas jalan hotmix di bagian barat Ohoi Ngabub sama sekali tidak dirasakan manfaatnya.

 

Baca juga: Jalan Raya Langgur-Debut Rusak Parah, Kelompok Masyarakat Rutin Lakukan Penambalan Jalan

 

Realitas ini sangat disesalkan oleh beberapa tokoh masyarakat. Etus Kasihiuw, salah satu tokoh masyarakat Ohoi Ngabub menilai bahwa kondisi jalan ohoi yang tidak layak pakai ini berdampak buruk bagi pengembangan ohoi, rutinitas warga dan bahkan kesehatan masyarakat.

Terhambatnya pengembangan inovasi ohoi yang berbasis pada wisata religi, rusaknya kendaraan roda dua milik masyarakat dan maraknya kunjungan ke puskesmas setempat karena gangguan pernapasan merupakan sebagian kecil keluhan yang diterima wartawan media ini ketika meliputi realitas jalan rusak Ohoi Ngabub.

 

Baca juga: Ohoi Wermav Alokasikan Dana Desa Bangun Jalan Aspal

 

Senada dengan Etus, Johanis Karel Kasihiuw tokoh masyarakat setempat menambahkan bahwa pembahasan tentang jalan di Ohoi Ngabub menjadi topik pembicaraan utama yang disampaikan masyarakat Ngabub pada pelaksanaan beberapa musrembang di tingkat ohoi dan kecamatan. Kendati demikian, hingga saat ini perbaikan jalan yang menjadi harapan masyarakat belum sama sekalidilaksanakan.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi ini. Seng nyaman cuma karena sudah jadi kebiasaan jadikatong nikmati saja. Dalam musrembang di tingkat ohoi dan kecamatan kita sudah usulkan tetapi hingga saat ini tidak ada realisasi. Katong saja su sampe bosan untuk ikut musrembang itu. Ini yangmenjadi prioritas dalam setiap kali pelaksanaan musrembang tapi tetap saja tidak ada eksekusinya,”ungkap Johanis.

Etus mengakui bahwa pada bulan Mei 2019 tim dari Dinas PUPR Kabupaten Malra dan beberapa konsultan telah turun langsung dan melihat kondisi jalan. Kunjungan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengukuran lebardan panjang badan jalan ohoi, serta dibarengi dengan janji pengerjaan pada bulan Agustus iniNamun hingga hingga berita ini diturunkan, tanda-tanda pengerjaan ruas jalan Ohoi Ngabub bahkan belum terlihat sama sekali.

“Bulan Mei itu, konsultan dan PUPR dorang su turun dan ukur semua. Tapi sampai saat ini belum ada pelaksanaan apa-apa. Diakhir bulan Agustus katanya mereka sudah akan kerja. Jadi kita berikan masukan kepada masyarakat untuk mengumpulkan kerikil tetapi hingga saat ini tidak ada pelaksanaan,” ungkapEtus.

Masyarakat Ohoi Ngabub mengharapkan agar ruas jalan ohoi yang telah terabaikan selama 17 tahun dapat segera diperbaiki. Karena dengan akses jalan yang lebih baik, masyarakat Ohoi Ngabub optimis bahwa pengembangan pemberdayaan ohoi akan menjadi lebih baik kedepan. (pietres/NR)

 

Ruas jalan utama Ohoi Ngabub 2

Salah satu ruas jalan utama lainnya di Ohoi Ngabub yang rusak parah (Foto: Piet Res).