Terdesak Pengukuhan Raja, Pemo Ohoinangan Rehab Balai Ohoi Tanpa ADD 2019

Category: Ekonomi & Pembangunan

 

Kebijakan untuk merehab balai ohoi ditempuh dengan mengambil utang dari pedagang di Elat untuk sejumlah kebutuhan bahan baku. Selain itu, warga turut berswadaya untuk pengadaan bahan baku kayu.

Balai Desa

Ilustrasi Balai Rehab Balai Desa. (bitra.or.id)

 

Elat (Ohoinangan), suaradamai.com – Pengukuhan Raja Racshap Merohoinean dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober nanti. Mengingat jarak waktu yang semakin dekat, Pemerintah Ohoi (Pemo) Ohoinangan segera mengambil langkah persiapan untuk menyambut pelaksanaan momen adat tersebut.

Salah satu langkah persiapan yang ditempuh Pemo Ohoinangan adalah dengan segera merehab balai ohoi yang menjadi tempat berlangsungnya proses pengukuhan nanti. Langkah tersebut ditempuh mengingat kondisi atap Balai Ohoi Ohoinangan yang dibangun sejak tahun 2017 sudah mengalami kerusakan karena hanya terbuat dari daun rumbia

Kebijakan yang diputuskan oleh Pemo Ohoinangan bersama segenap staf dan perangkat lainnya adalah dengan merehab balai ohoi dengan dana di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Ohoi (APBO) 2019, dengan mengambil pinjaman dalam bentuk bahan dari pedagang di Elat.

"Karena terdesak waktu untuk pengukuhan Raja makin dekat di bulan Oktober ini sedangkan atap balai sebagian besar sudah rusak, karena dari daun rumbia jadi terpaksa kami harus buat kebijakan untuk segera rehab balai itu," demikian disampaikan Sekretaris Ohoinangan Abdullah M Rusbal kepada Suaradamai.com di Ohoinangan, Sabtu (31/08/2019).

 

Baca juga: Angin Kencang Hantam Balai Ohoi Rahareng Atas. Pemo Rehab Atap

 

Rusbal mengatakan bahan yang diambil dari pedagang itu terdiri dari daun seng, paku dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan total nilai pinjaman sebesar Rp. 12.400.000. Selain itu, warga ohoi juga berswadaya untuk pengadaan bahan baku kayu. (tarsytemorubun/nickleuw)