Breaking News

Sayonara Maluku Tenggara

Vakum Dua Tahun, Raja Kat...

Pemkot Tual Target Kepemi...

Melestarikan Budaya, Memelihara Iman, dan Memperkuat Persaudaraan

Category: Opini

 

Adat, Kubni, Agam

 

Prosesi adat di Wulurat 5

 

Adat, Pemerintah, dan Gereja, atau dalam sebutan dalam Bahasa Kei, Adat, Kubni, Agam (AKA), dipercaya oleh masyarakat Kepulauan Kei, adalah tiga tungku menopang kehidupan masyarakat di Bumi Larvul Ngabal.

Perjalanan kehidupan masyarakat Kei yang awalnya masih mempercayai alam (adat), setelah itu mengenal agama, dan terbentuklah pemerintah, telah membuktikan, keterlibatan tiga unsur AKA, dalam menopang kehidupan, masyarakat Kei dapat memberikan jaminan keselarasan hingga kini.

Prosesi penutupan atap gereja Katolik Santo Antonius de Padua Stasi Wulurat, Paroki Elat, Katlarat, Wulurat dan Ohoilim, yang berlangsung pada hari Kamis 12 September 2019 menjadi bukti tiga unsur AKA dipadukan menghasilkan suatu tatanan kehidupan masyarakat yang beragama, berbudaya dan bernegara.

Tulisan ini, tidak untuk menyombongkan diri tapi menjadi momentum sebagai generasi muda Kei, yang juga meyakini keselarasan tiga unsur AKA yang perlu dilestarikan dan dihormati.

Sebagai anak muda Kei, yang berasal dari Ohoi Wulurat dari mata rumah RAHAN RUS A WEAR, mencoba mendeskripsikan balutan prosesi adat dan agama yang begitu mistis dan agung tersebut dalam penulisan ini.

 

Baca juga: Berdialektika untuk Evav

 

Peninggalan Leluhur

Hari itu, langit sangat bersahabat, di bawah cahaya matahari sekira pukul 11.30 WIT, yang menembus dedaunan diantara pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalan masuk Ohoi Wulurat, telah berdiri para tetua adat Ohoi Wulurat dan kelompok para penari. Mereka bersiap menyambut kedatangan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Kabupaten Maluku Tenggara, serta tamu undangan. Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Maluku Tenggara dan rombongan ini, untuk menghadiri Prosesi Tutup Atap Gereja Santo Antonius de Padua Stasi Wulurat.

Sesuai tradisi masyarakat Ohoi Wulurat, para tamu yang baru tiba di kampung, harus menjalani prosesi adat. Rombongan yang telah tiba, tidak diantar langsung ke lokasi pembangunan gereja, tetapi harus melewati jalan tua yang oleh masyarakat ohoi Wulurat disebut jalan WEAR BEL menuju lokasi pekuburan leluhur Ohoi Wulurat, dan selanjutnya memasuki Woma EL WALOB BAEL NGANU yang dilindungi oleh benteng yang terbuat dari bebatuan alam.

Ritual yang berlangsung ini merupakan ritual adat ditinggalkan para leluhur dan diteruskan oleh masyarakatKO YAM FAAK, Ohoi Wulurat. Ritual adat ini, merupakan tradisi yang kami pegang dan lestarikan dari generasi ke generasi, setiap adanya kegiatan agama (dalam gereja Katolik) atau pemerintahan, harus didahului ritual adat.

Bertolak dari cerita turun temurun, jauh sebelum masyarakat Kepulauan Kei, mengenal dan menerima agama sebagai suatu keyakinan imannya, masyarakat telah hidup ratusan tahun dengan kepercayaaan alam. Masyarakat meyakini adanya kekuataan lain yang tak terlihat yang menguasai kehidupan alam semesta. Pepohonan, bebatuan, hutan, lautan, udara, dijadikan sebagai mediator untuk menyampaikan doa dan permohonan bagi leluhur mereka, dan bagi penguasa alam semesta yang tak kelihatan.

Prosesi adat di Wulurat 2

 

Prosesi adat yang diterima Wakil Bupati Maluku Tenggara bersama rombongan pada acara penutupan atap gereja, merupakan tradisi peninggalan para leluhur. Selain ritual adat itu, setidaknya terdapat 3 peninggalan leluhur yang kami lestarikan hingga saat ini, dan menjadi keindahan alam dan peradaban budaya yang saya percaya sebagai sebuah mahakarya seni yang luar biasa yang ditinggalkan para leluhur bagi kami.

1.  Makam (Kuburan) para leluhur kami yang kami sebut IKSAEL. Inilah makam kuno, denga cara penguburan yang tergolong unik. Dikatakan unik, karena para leluhur Ohoi Wulurat yang mangkat, dikuburkan tidak secara lazim, yaitu digali lubang tanah dan ditutupi. Sebaliknya, para leluhur yang mangkat, dibaringkan diatas tanah kemudian, disekelilingnya disusun batu dengan rapi membentuk kuburan dengan rongga (cela) di tengah.Kuburan bebatuan alami ini berdiamater panjang sekira 2 meter dan lebar 1 meter.Jika menengok melalui cela yang terletak di tengah kuburan dapat terlihat dengan jelas tulang belulang para leluhur kami yang terbaring diatas tanah beralaskan piring sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka membangun sebuah benteng pertahanan yang kami sebut Benteng Kot Ohoiwait.

Didalam makam kuno itu terbaring dengan tenang, leluhur dari 4 marga terbesar yang lebih dahulu mendiami Ohoi Wulurat yaitu Moryaan, Morwarin, Sarkol, dan Rahangiar. Makam kuno ini, masih terjaga hingga saat ini, sebagai bukti tanda peradaban leluhur Ko Yam Faak.

Saat kedatangan Wakil Bupati Maluku Tenggara bersama rombongan, berhenti di depan IKSAEL dan mengikuti doa adat yang dibawakan tetua adat, tujuannya memberitahukan acara yang digelar dan memohon perlindungan untuk keselamatan masyarakat dan seluruh tamu undangan.

2. Benteng Pertahanan dari batuan alam yang kami sebut Benteng KOT OHOIWAIT. Sebuah mahakarya arsitektur bernilai seni buatan tangan para leluhur kami sekira abad 14 M yang diceritakan dibangun selama 3 musim timur. Benteng kokoh initersusun dari batu papan alam yang diperkirakan batuan ini dikirim dari gunung melalui aliran air kali yang berada di sisi utara benteng. Ukuran batuan lebar 1-2 meter per batu. Dari hasil tangan-tangan perkasa leluhur Ko Yam Faak, menghasilkan sebuah karya seni benteng berukuran panjang sekira 40,5 meter, lebar 39,9 meter, dengan ketebalan tembok 2 meter masih asli seperti awalnya.Ketinggian benteng mencapai mencapai 7 tingkat atau sekira 7 meter. Namun, saat pemerintahan kolonial Belanda, memerintahkan renovasi benteng itu sehingga kini tersisa 4 tingkat (4 meter).

Saya menduga, tuntutan untuk mempertahankan kehidupan di tanah yang didiami zaman itu, mendorong para leluhur merancang benteng tersebut sebagai benteng yang begitu startegis, menjadi benteng bertahan sekaligus menyerang. Betapa hebatnya leluhur Ko Yam Faak merancang pembangunan benteng,buktinya dari peninggalan benteng masih terlihat dua pintu, satu pintu depan bagian utara yang disebut FID KARBAUW dengan lebar 1,5 meter, dan satu pintu belakang bagian selatan disebut FID WALUIS, berukuran 2 meter. Masih terdapat pula 2 pintu rahasia di sisi timur dan barat dasar tembok, bahkan terdapat 4 jendela pengintai berada 2 jendela di sudut barat, 1 di sudut selatan dan 1 satu di sudut timur.

Setelah Rombongan Wakil Bupati Maluku Tenggara mengikuti doa adat di makam kuno leluhur Ko Yam Faak, selanjutnya rombongan menaiki tangga benteng, menuju Woma El WALOB BAEL NGANU yang terletak di dalam benteng. Di pintu masuk rombongan disambut oleh tetua adat yang mendapat kawalan, hulu balang berpakaian cawat, dengan memegang peralatan perang berupa, parang, tombak dan panah, dengan gagah menunjukan benteng tersebut dijaga.

3.  WOMA ELWALOB BAELNGANU, merupakan kampung tua, dan lokasi yang dijadikan oleh para leluhur kala itu hingga oleh generasi saat ini, menjalankan ritual adat. Woma El Walob Bael Nganu, dibagi menjadi 2 pelataran, dimana pelataran di atas berfungsi sebagai maduwun (lokasi tempat dilaksanakan sob-sob) dan pelataran di bagian bawah sebagai tempat pembakaran api kehidupan (saat acara api unggun telah dinyalakan dan dijaga sejak sehari sebelumnya). Hanya mereka yang kami sebut sebagai tuan tan, atau tuan tanah dari marga Moryaan yang sejak zaman para leluhur dipercaya membawa dan mempersembahkan 'sob-sob'.

Rombongan Wakil Bupati Maluku Tenggara, kemudian diarak menuju Woma, disana telah bersiap ‘Tuan Tan” atau tuan tanah dari marga Moryaan mempersembahkan sob-sob. Setelah prosesi sob-sob di Woma, Wakil Bupati diarak masuk ke rumah adat ‘RAHAN RUS A WEAR’. Rumah yang diyakini sebagai tempat sakral, untuk membahas keberlangsungan masyarakat ohoi, tempat memutuskan perkara warga ohoi, dan tempat untuk pelaksanaan ritual adat lainnya.

 

Baca juga: Menyelaraskan Adat, Agam dan Kubni

 

Prosesi Penutupan Atap Gereja

Rombongan Wakil Bupati Maluku Tenggara, setelah menjalani prosesi adat dimulai dari doa adat di lokasi IKSAEL, persembahan adat sob-sob di Woma, dilanjutkan penyambutan secara kekeluargaan di dalam rumah adat Rahan Rus a Wear. Rombongan kemudian diantar menuju lokasi pembangunan gereja yang terletak di pusat kampung. Dari Woma menuju lokasi gereja, sekira 300 meter. Rombongan diantar menggunakan belan (perahu adat) yang diberi Belan SAKRAU. Dendengan tifa,gong dan seluring memberi semangat para pendayung belan SAKRAU, membawa rombongan yang berada dalam belan menuju lokasi gereja.

Di lokasi gereja, tamu undangan telah hadir, mereka yang hadir bukan saja dari perwakilan umat Katolik tiap ohoi di Pulau Kei Besar, tetapi juga keluarga yang berasal dari agama Protestan dan Islam yang memiliki hubungan kekerabatan dengan masyarakat Ohoi Wulurat, terutama mereka yang kami sebut Vat Yan Ur, sebagai turunan pihak perempuan yang berasal dari berbagai ohoi di sekitar Wulurat dan Pulau Kei Besar maupun Kei Kecil.

Dalam tradisi masyarakat Kei, ketika ada salah satu keluarga yang menutup atap rumah, maka akan diadakan tradisi memanggil saudari perempuan atau turunan perempuan untuk ikut serta dalam prosesi tutup atap rumah tersebut. Tradisi inipun dipakai oleh masyarakat Ohoi Wulurat, ketika prosesi penutupan atap gereja.

Perpaduan ritual adat dan agama, menciptakan situasi yang begitu mulia dan agung. Sebelum atap gereja dinaikan, berlangsung ritual agama Katolik berupa doa dan percikan air keatap gereja yang diletakan di tanah oleh Pastor Ely Ohoiledwarin didampingi Pastor Frederikus Sarkol.

Usai ritual agama, dilanjutkan tradisi pemasangan atap rumah, terlihat adanya tari-tarian dan dibawanya persembahan berupa makanan dan uang dari perwakilan Vat Yan Ur dibawa kepada saudara laki-laki Ohoi Wulurat, diiringi gendengan tifa,gong dan seruling. Vat Yan Ur, menjadi pihak pertama yang dipersilahkan membawa atap gereja menuju lokasi pemasangan.

 

Baca juga: Livi Zheng, Joko Anwar dan Napak Tilas Nen Dit Sakmas

 

Prosesi adat di Wulurat 4

 

Peran Pemerintah Melestarikan Budaya dan Adat

Perpaduan antara ritual agama dan tradisi budaya masyarakat Kei, terlihat jelas pada acara penutupan atap Gereja Santo Antonius de Padua Stasi Wulurat. Bahkan, perpaduan antar tiga unsur juga terlihat ketika rombongan pemerintah daerah disambut dengan prosesi adat merupakan budaya Ohoi Wulurat.

Keindahan dan keagungan yang dihasil oleh tiga unsur Adat, Kubni dan Agam, mendapatkan apresiasi pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Sejatinya, pemerintah daerah harus mendudukan ketiga unsur sama derajat tingginya atau dalam peribahasa disebut ‘Berdiri Sama Tinggi, Duduk Sama Rendah’ sehingga tiga unsur ini mewujudkan keselarasan kehidupan yang berbudaya, beragama, dan bernegara.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Petrus Beruatwarin, mengakui kegiatan tersebut membuktikan bahwa Adat dan Agama dapat berjalan selaras. Demikian penegasan Wakil Bupati saat membawa sambutan pada Acara Penutupan Atap Gereja Santo Antonius de Padua Stasi Wulurat di Desa Wulurat Kecamatan Kei Besar, Kamis (12/9).

Wakil Bupati Maluku Tenggara, mengajak Umat Katolik Stasi Wulurat hendaknya lebih menghayati kehadiran Gereja ini sebagai suatu kesatuan pribadi-pribadi umat untuk menyuarakan kedamaian sejati yang membawa cinta bagi sesama.

Salah satu dasar kedamaian sejati adalah hidup solider dengan sesama, hormati kepelabagaian, jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan yang dapat menghacurkan kebersamaan masyarakat.

Menurut Wakil Bupati Maluku Tenggara, pembangunan Gedung Gereja St. Antonius De Padua Stasi Wulurat, bukan kemegahan gedung gereja yang menjadi penilaian kebaikan, namun melalui kehadiran bangunan gereja melahirkan kualitas iman umat Katholik khususnya Stasi Wulurat yang benar-benar 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, akan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan umat lewat organisasi-organisasi keagamaan yang ada untuk mengembangkan potensi umat melalui kegiatan-kegiatan kerohanian serta bantuan-bantuan keagamaan yang bertujuan untuk membantu pengembangan umat beragama di Bumi Larvul Ngabal.

Apa yang disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara, mewakili pemerintah daerah merupakan suatu keniscayaan. Namun, seiring dengan semakin tergerusnya adat dan budaya masyarakat Kei, komitmen pemerintah untuk menempatkan adat, pemerintah, dan agama harus terlihat melalui kebijakan berupa program dan kegiatan yang mengarah pada perpaduan tiga unsur dimaksud.

Kepemimpinan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun dan Wakilnya Petrus Beruatwarin, yang ingin mengembalikan jati diri masyarakat Kei, perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Olehnya itu, salah satu wujud upaya mengembalikan jati diri masyarakat adat Kei, yaitu secara konsisten dan berkelanjutan mengalokasikan anggaran, memfasilitasi kegiatan agama dan budaya yang didalamnya terlihat perpaduan seperti prosesi penutupan atap gereja Stasi Wulurat. Selain itu, tradisi seperti budaya maren yang mulai ditinggalkan misalnya pembangunan rumah adat, gereja dan masjid yang melibatkan sanak saudara dari berbagai ohoi atau agama lain yang memiliki hubungan kekerabatan.

 

Prosesi adat di Wulurat 3

 

Makna Penutupan Atap Gereja

Pada akhirnya, apa yang ditunjukan oleh umat Katolik Stasi Wulurat, melalui penutupan atap gereja dengan balutan tradisi adat dan budaya, sesungguhnya juga memiliki makna dan pesan moril yang mendalam bukan saja bagi masyarakat Ohoi Wulurat, tapi seluruh keluarga, tamu dan undangan yang hadir. Dari rangkaian acara tersebut, ada beberapa makna dan pesan yang dapat kita pelajari sebagai berikut:

1.   Bahwa sebelum agama dikenal oleh masyarakat Wulurat dan masyarakat Kei secara umum, adat dengan tradisinya sudah dipraktekan dalam kehidupannya. Dengan demikian, kehadiran agama menjadi jembatan untuk mempertegas lagi keyakinan masyarakat Kei, bahwa persembahan ‘sob-sob’ yang disembahkan kepada penguasa alam semesta yang dimaksud adalah Tuhan, sebagaimana diajarkan dalam agama, sehingga kehadiran agama tidak menghilangkan adat beserta tradisinya.

2.   Perpaduan ritual agama dan adat tersebut, menjadi contoh betapa kaya, adat dan budaya masyarakat Kei. Paduan ini, seharusnya dikelola menjadi potensi bagi kemaslahatan masyarakat dengan cara masyarakat dan pemerintah mendorong, setiap tradisi adat dan budaya di tiap ohoi, perlu ditampilkan tiap momentum acara agama, adat ataupun pemerintahan. Bila ini terus dilakukan, maka kerasnya perubahan zaman tidak akan mengerus tradisi adat dan budaya masyarakat Kei, sebaliknya dikelola menjadi potensi pariwisata berupa wisata budaya dan wisata rohani.

3. Momentum pemasangan atap gereja Santo Antonius de Padua, tidak sekedar dilihat sebagai ritual belaka, tapi disadari sungguh, momentum itu menunjukan bagaimana masyarakat Kei, yang kini telah memiliki keyakinan agama, latar belakangan sosial-ekonomi yang berbeda, dan pengaruh zaman, namun masyarakat tetap hidup saling berdampingan. Nilai yang terkandung dalam acara tersebut yaitu melestarikan budaya, memelihara iman,dan memperkuat persaudaraan antar sesama masyarakat Kei.

4. Namun, yang tak kalah penting bagi masyarakat Ohoi Wulurat, mau menunjukkan dan memotivasi tiap ohoi lain, untuk dapat menunjukan jati diri dan potensi keindahan budaya peninggalan leluhur. Oleh karena itu, bila ada waktu, berkunjunglah ke Ohoi Wulurat, suatu ohoi kecil, dipinggiran Kota Elat,Kecamatan Kei Besar, yang hingga kini masih memegang teguh tradisi adat dan merawat hasil peninggalan leluhur yang merupakan bukti peradaban masyarakat Ohoi Wulurat sejak zaman dahulu.

 

Penulis: Tarsisius Sarkol, S.Sos, M.Si (Pemuda Ohoi Wulurat,- Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu-Ilmu Sosial Tual)

 

Tonton Video Penutupan Atap Gedung Gereja Gereja Santo Antonius de Padua Stasi Wulurat

Cinema Icon

 

 

BERITA TERKINI

Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

Sosial
on Senin, 14 Oktober 2019
Maluku Tuan Rumah Peringatan Bulan PRB 2020

  Peringatan bulan Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktifitas PRB sebagai investasi untuk ketanggu...

Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

Sosial
on Sabtu, 12 Oktober 2019
Rayakan HUT ke 20, Bupati: Buru Miniatur Indonesia

  “Mari terus kita rawat kebersamaan ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat buru,” ajak Bupati Ramlly. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ambon Mohammad Irfan Suryaward...

Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan...

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Jelang Masa Purna Bakti, DPRD Kota Tual Tuntaskan Tanggung Jawab

  Wali Kota Tual meyakini bahwa melalui kerjasama yang baik dan harmonis, DPRD bersama pemkot akan mampu menyusun dan menetapkan APBD tahun 2020 sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan penyelengg...

Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai B...

Lingkungan Kita
on Jumat, 11 Oktober 2019
Semburan Minyak dan Lumpur Kembali Cemari Pantai Babyotang MBD

  Ini merupakan fenomena alam setiap tahun. Tetapi kali ini juga ada kandungan minyak. Air laut berubah warna menjadi kuning kecokelatan di Desa Babyotang, Babar Timur, MBD.   Tual, suaradam...

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malra Gelar Lomba Pidato Bahasa Kei

  Maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membangkitkan rasa cinta, rasa memiliki, menjaga dan melestarikan serta mengimplementasikan bahasa dan budaya Kei dalam pergaulan setiap ha...

Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

Pemerintahan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Wawali Tual Bergerilya Cari ASN Mangkir Tugas

  Selama ini para ASN sudah diberi peringatan dan himbauan tegas terkait masalah kedisiplinan melalui pelaksanaan apel pagi, namun hal itu tidak dihiraukan oleh sebagian oknum. Wawali Tual Usman...

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lem...

Pendidikan
on Jumat, 11 Oktober 2019
Masa Depan Kei Besar Tergantung Pada Penyiapan Lembaga Pendidikan

  Pendidikan adalah cara terbaik menyiapkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan yang lebih baik. Pendirian SMA Katolik Johanis Aerts Katlarat dilandasi pada keputusan Musyawarah Pastora...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Panda...

Opini
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepulauan Kei di Tengah Kebijakan Publik dan Pandangan Masyarakat Adat

  Apabila perubahan nomenklatur Kabupaten Maluku Tenggara tidak dilegitimasi oleh pemerintah provinsi, maka Pemkab Malra perlu berinisiatif untuk mewadahi dan mengakomodir kembali segala aspirasi...

Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rok...

Hukum & Kriminal
on Kamis, 10 Oktober 2019
Komitmen Pangkalan Utama TNI AL IX Ambon Bebas Rokok

  Bahaya rokok dan HIV – AIDS merupakan ancaman potensial yang akan menghambat bahkan menghancurkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Prajurit Lantamal IX menandatangani Komitmen Sehari Tid...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

Sosial
on Kamis, 10 Oktober 2019
Kepala BNPB Tinjau Pengungsi di Pulau Haruku

  Ia mengatakan, kunjungan yang dilakukan kedua kali ini, merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikan pelayan terbaik kepada warga negaranya. Kepala BNPB Doni Monardo bersama para pengungsi.(...

Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kem...

Ekonomi & Pembangunan
on Rabu, 09 Oktober 2019
Pemprov Maluku Apresiasi Seminar Forum Ekonomi Kemenkeu

  Di lain sisi, mantan Bupati MBD ini juga mengatakan, pembangunan sebuah daerah memerlukan peran banyak pihak. Selain dukungan dana dari APBN dan APBD, peran swasta juga sangat diharapkan. Suasa...

Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Ketua DPRD Tual: Posisi Desa Adat Sangat Istimewa

  DPRD berharap peraturan daerah tentang desa adat dapat diterima dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat adat dalam wilayah Pemerintahan Kota Tual. Ketua DPRD Kota Tual Taufik Hamud. (Foto...

Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tamkot Tual Berubah Jadi Pub, Kasat Pol PP: Belum Ada Surat Perintah Pimpinan

  Taman Kota Tual dijadikan sebagai pub atau tempat minum minuman keras. Meski begitu, Satpol PP Tual terkesan melakukan pembiaran.   Tamkot Tual saat malam hari. (Dok. Instasaver)   Tu...

RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akredit...

Kesehatan
on Rabu, 09 Oktober 2019
RSUD KS Langgur Mantapkan Persiapan Jelang Akreditasi

  Akreditasi merupakan dasar bagi semua instansi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. RSUD KS Langgur telah melakukan persiapan secara bertahap, baik terkait dokumen maupun unsur fisik lainny...

Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

Hukum & Kriminal
on Rabu, 09 Oktober 2019
Tiga Koramil di Wilayah Kota Tual Rampung 2020

  Pendirian Koramil dan Kodim di wilayah Kota Tual akan memperpendek rentang kendali kesatuan TNI dalam melaksanakan peran dan fungsinya sebagai abdi negara. Komandan Satgas BKO Kodim/Koramil Per...

MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN...

Politik
on Rabu, 09 Oktober 2019
MTR: Tidak Sah, MP Batalkan Hasil Musdalub DPW PAN Maluku

  Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Maluku yang dilaksanakan pada 26 Juni 2019 lalu, dinyatakan tidak sah dan dibatalkan Ket...

Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Am...

Pendidikan
on Selasa, 08 Oktober 2019
Wagub Buka EXPO Kewirausahaan SMA Kristen YPKPM Ambon

  Wagub berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha. Suasana pembukaan kegiatan EXPO Kewirausahaan di halaman SMA Kristen YPKPM Ambon. (Foto. Chintia S)   Ambon, suaradamai.com...

«
||
»

BUDAYA KITA

Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Wakt...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 24 September 2019
Vakum Dua Tahun, Raja Kat El Dikukuhkan dalam Waktu Dekat

  Berdasarkan sejarah Hukum Larvul, Raja Raschap Mer Ohoi Nean akan dikukuhkan oleh Raja Bal Du Wahadat dari Dullah. Pemasangan Gelang Mas Kei kepada Ketua Ikatan Maskei Papua oleh Raja Fer Drs....

Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan N...

Peristiwa Budaya
on Sabtu, 14 September 2019
Ketua Dewan Adat Tanggapi Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas

  Lembaga Dewan Adat Rat Ur Siu, Lor Lim dan Lor Labai merupakan benteng terakhir penjaga kelestarian adat Evav. Hakim dari setiap penyimpangan dan pelanggaran terhadap hukum adat Larvul Ngabal....

Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit...

Asal Usul
on Rabu, 11 September 2019
Orang Kei Harus Aktualisasikan Nilai Hidup Nen Dit Sakmas

  Tingginya nilai luhur dan martabat perempuan Kei tercermin dalam diri Nen Dit Sakmas. Pelaksanaan Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan aktualisasi dari penghargaan terhadap tingginya...

Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat E...

Asal Usul
on Selasa, 10 September 2019
Tentang Perdebatan Seputar Khazanah Pakaian Adat Evav

  Pakaian adat dipahami sebagai kostum yang mengekspresikan identitas yang biasanya dikaitkandengan wilayah geografis atau periode waktu dalam sejarah. Perdebatan terkait corak pakaian adat Evav...

Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Duku...

Peristiwa Budaya
on Jumat, 06 September 2019
Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas: Antara Dukungan dan Kritik

  Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bagi pelestarian kearifan lokal budaya Suku Bangsa Kei. Sebuah maha karya yang dihasilkan pemerintah daerah Kab...

Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

Peristiwa Budaya
on Jumat, 23 Agustus 2019
Tim Safari Adat Pemkot Tual Kunjungi Desa Fiditan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.   “Saya janji tidak akan memberikan rekomendasi pecalonan bagi marga lain yang bukan punya hak. Khususnya untuk Desa Fiditan, selain marga Raha...

Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

Asal Usul
on Rabu, 07 Agustus 2019
Pengertian, Fungsi, dan Peranan Voma

  Pengangkatan sesajen bagi leluhur di Woma El Fangvur, Langgur.   Suatu ketika sekelompok masyarakat bertemu satu sama lain dan sepakat membentuk ohoi. Kebutuhan pertama mereka adalah tempa...

Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di De...

Peristiwa Budaya
on Senin, 05 Agustus 2019
Konsisten! Safari Adat Pemkot Tual Berlanjut di Desa Tamedan

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Safari Adat adalah salah satu upaya Pemkot Tual dalam memulihkan kembali tatanan adat dalam masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkua...

Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemko...

Peristiwa Budaya
on Kamis, 25 Juli 2019
Raja Yarbadang Dukung Penuh Misi Safari Adat Pemkot Tual

  Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw. Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota Tual Usman Tamnge bersama para Rat/Raja. (Foto: Gerry Ngamel)   Langgur (Tetoat), suaradamai.com...

Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

Peristiwa Budaya
on Rabu, 24 Juli 2019
Safari Adat Wujud Pengembalian Wibawa Para Raja

  Reporter: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw   Keempat Rat (Raja) yang wilayahnya berada dalam lingkungan Pemerintahan Kota Tual didampingi Walikota Tual Adam Rahayaan dan Wakil Walikota T...

Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

Asal Usul
on Senin, 22 Juli 2019
Menggali Makna Meti Kei dan Met Ef

  Rat Yab Ratchap Oholim Tahit Patris Renwarin   Istilah Meti Kei dan Met Ef masih menjadi perdebatan, mana yang tepat mana yang keliru. Untuk memberi kepastian, Suaradamai.com mewawancarai...

Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Bangl...

Misil Masal
on Minggu, 21 Juli 2019
Misil Masal "It Foeng Fo Kut, It Fau Fo Banglu"

  Pemerhati Adat, Robert Remetwa   Berucap dan mendengar ayat tersebut bagi orang yang paham Bahasa Kei akan berpikir pada suasana perang. Memang benar, bahwa perang di Kei zaman dulu, para...

Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer B...

Peristiwa Budaya
on Senin, 18 Februari 2019
Rayakan Valentine's Day, Tim Kreatif ULDNE Pamer Budaya Kei Era 1940an

  Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa Para Wanita berpose di depan tempat pameran   Langgur (Ngilngof), suaradamai.com – Kali ini ada yang unik dari perayaan Valentine’s Day tahun...

Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jad...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 05 Februari 2019
Angkat Tradisi Kei yang Hilang, Ohoi Loon Bisa Jadi Contoh

Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa   Mulai dari persiapan, penyampaian undangan, cara memasak, alat makan, makanan, gaya makan, dan prosesi pengukuhan, menggunakan kebiasaan orang tua...

Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran...

Peristiwa Budaya
on Selasa, 02 Oktober 2018
Dewan Adat Kei Desak Penerbit Tarik dari Peredaran, Buku Larvul Ngabal

Langgur, suaradamai.com - Ketua Dewan Adat Rat Ursiuw Rat Lorlim Kepulauan Kei (Dewan Adat Kei) Drs. Hi. Abdul Hamid Rahayaan mendesak kepada penerbit agar menarik buku berjudul “Larvul Ngabal: Anasir...

«
||
»

Maluku Tenggara

Sayonara Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Jumat, 11 Oktober 2019
Sayonara Maluku Tenggara

  Selama ini oleh pemerintah pusat disinyalir masih mengidentikkan Kabupaten Maluku Tenggara dengan Kota Tual sebagai ibukota kabupaten. Hal ini dalam banyak hal sangat merugikan Kabupaten Maluku...

Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebi...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Bupati: Perubahan Nama Maluku Tenggara Adalah Kebijakan Progresif Antisipatif

  Menurut Hanubun, berbagai pandangan yang dikemukakan, baik yang menyetujui maupun yang tidak menyetujui, adalah sebuah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan, bukan upaya mengesamping...

Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengaw...

Maluku Tenggara
on Kamis, 10 Oktober 2019
Hanubun Lantik 14 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Malra

  Pelantikan ini merupakan kepentingan daerah dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan masyarakat, dan bukan sekadar penempatan figur-figur pejabat jenjang jabatan yang mementingkan kepentingan...

Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Apa...

Maluku Tenggara
on Minggu, 06 Oktober 2019
Wabup Malra Buka Bimtek Peningkatan Kompetensi Aparatur Disdukcapil

  Administrasi kependudukan perlu didukung dengan strategi pelaksanaan dan penganggaran guna mendorong kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal pemerintah.Sehubungan dengan hal tersebut...

Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. S...

Maluku Tenggara
on Rabu, 02 Oktober 2019
Thaher: Berbeda Hanya Ketika Masuk Rumah Ibadah. Selebihnya Kita Satu

  Budaya maren merupakan warisan leluhur yang mempersatukan perbedaan. Melalui budaya maren setiap sekat perbedaan menjadi tidak berarti. Diharapkan melalui momen bakti sosial di Masjid Ohoi Mast...

Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

Maluku Tenggara
on Senin, 30 September 2019
Pemkab Malra Benahi Pasar Ikan Langgur

  Pemkab Malra melalui Disperindag sementara berupaya membenahi Pasar Ikan Langgur lewat pengerjaan saluran pembuangan limbah dan pengadaan sejumlah fasilitas pendukung. Meski demikian, diharapka...

Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jad...

Maluku Tenggara
on Rabu, 25 September 2019
Dinas Lingkungan Hidup Malra Berdayakan Sampah Jadi Pupuk

  Masyarakat diharapkan dapat memilah antara sampah organik dan sampah anorganik sejak dari rumah tangga. Nantinya sampah organik akan diolah kembali menjadi pupuk sehingga dapat mengurangi pasok...

Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
Dinas Perikanan Malra Gelar Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Ikan bagi 68 Nelayan

  Para nelayan peserta pelatihan dan pendampingan akan diberikan sertifikasi sebagai jaminan bahwa produk mereka telah melewati 18 fase yang dipersyaratkan Dinas Perikanan Malra. Suasana Pelatiha...

PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Mi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 22 September 2019
PKK Malra Dukung Pengembangan Pariwisata Kelapa Miring

  Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada tim penggerak PKK Malra dan Pemerintah Ohoi Wab Ngufar melalui program pengembangan pariwisata. Upaya ini diharapkan kelak semakin menjadi acuan dal...

Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hu...

Maluku Tenggara
on Minggu, 08 September 2019
Hanubun: Pengajaran Nen Dit Sakmas Menjadi Akar Hukum Larvul Ngabal

  Pengajaran Nen Dit Sakmas menjadi fondasi bagi Hukum Adat Larvul Ngabal yang telah merasuki sendi-sendi hidup orang Kei jauh sebelum hukum positif negara ini dibentuk dan sebelum agama dikenal....

PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan...

Maluku Tenggara
on Selasa, 03 September 2019
PKK Malra Inisiasi Gerakan Revitalisasi Harkat dan Martabat Perempuan Kei

  Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali jati diri vat-vat Evav yang kini hilang, serta menceritakan perjalanan Nen Dit Sakmas sebagai pencetus Hukum Larvul Ngabal. Ketua Tim Penggerak P...

Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Se...

Maluku Tenggara
on Kamis, 29 Agustus 2019
Pemda Malra Alami Peningkatan Pendapatan Daerah Sebesar 0,75 Persen

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Catatan peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara mencapai angka Rp. 951,45 milyar (0,75 persen). Sejalan dengan kenaikan pendapata...

Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh...

Maluku Tenggara
on Minggu, 25 Agustus 2019
Bupati Malra: Birokrasi Pemerintahan Harus Tangguh Kelola Kearsipan

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Aparatur birokrasi harus mampu menjadi pelopor pertanggungjawaban arsip dan kearsipan dalam proses manajemen pemerintahan dan pembangunan di ling...

Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

Maluku Tenggara
on Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati Thaher Ajak Pemuda Bangun Maluku Tenggara

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Momen peringatan HUT ke-74 kemerdekaan dimaknai dengan upaya mengejar ketertinggalan di Malra. Ditandai dengan pelaksanaan upacara detik-detik pr...

Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Ko...

Maluku Tenggara
on Senin, 19 Agustus 2019
Pemkab Malra Upayakan Pengembangan Perwilayahan Komoditas Pertanian

  Penulis: Nela Lobya. Editor: Nick Renleuw.   Pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan kebutuhan daerah dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Upaya pemenu...

Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidi...

Maluku Tenggara
on Minggu, 11 Agustus 2019
Bupati Thaher Akan Tindaklanjuti Peta Mutu Pendidikan Malra

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw.   Sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, setiap satuan pendidikan formal dan non-formal wajib melakukan pen...

Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Den...

Maluku Tenggara
on Sabtu, 03 Agustus 2019
Bupati Hanubun Ingin Dinas Terkait Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0

  Reporter: Ella Kudubun. Editor: Nick Renleuw Bupati Malra M. Thaher Hanubun. (Dok. Humas Malra)   Langgur, suaradamai.com – Gerakan Nasional masih membudayakan kewirausahaan dan menjadi ko...

Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya...

Maluku Tenggara
on Kamis, 01 Agustus 2019
Bupati Thaher Hanubun: Jangan Coba-coba Sogok Saya!

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Bupati Maluku Tenggara, Drs M. Thaher Hanubun menerima pesan singkat dari salah seorang oknum PNS yang berisikan tawaran sejumlah uang yang dituj...

Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sa...

Maluku Tenggara
on Selasa, 30 Juli 2019
Malra Dinilai Sukses Menyelenggarakan Wonderful Sail To Indonesia

  Reporter: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Sebagai pintu masuk Wonderful Sail to Indonesia, Maluku Tenggara dinilai oleh wisatawan sukses dalam penyelenggaraan. Suksesnya pelaksanaan Wonde...

Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Ke...

Maluku Tenggara
on Rabu, 24 Juli 2019
Bupati Malra: Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut Kei Besar Merupakan Peluang Ekonomi Daerah

  Penulis: Piet Res. Editor: Nick Renleuw   Pulau Kei Besar memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Identifikasi potensi perikanan dan kelautan di Kei Besar menjadi sangat pentin...

«
||
»

e-Paper Majalah & Pilar Timur

Tentang Kami