25 Taruna/i SMK PBN Tual Dilepas Prakerin ke Empat Titik

Category: Pendidikan

 

Penulis: Gerry Ngamel. Editor: Nick Renleuw.

 

“Prakerin dapat memberikan pengalaman kerja langsung kepada peserta didik dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja serta memberikan bekal etos kerja yang tinggi”

25 Tarunai SMK PBN Tual Dilepas Prakerin Ke 4 Titik 

Kepala SMK Pelayaran BN Tual bersama perwakilan Dinas Diknas Provinsi Cabang Tual dan Manajer PT ASDP Cabang Tual secara simbolis melepas 25 taruna/taruni yang akan melaksanakan Prakerin (Foto: Gerry Ngamel).

 

Tual, suaradamai.com - Sebanyak 25 taruna/i Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Bahari Nusantara (PBN) Tual tahun ajaran 2019/2020 melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) selama dua bulan ke depan.

Sebelum terjun Prakerin, para taruna/i dilepas secara resmi oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Maluku Cabang Kota Tual dan Tim PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Tual, Kamis (29/8/19).

Ke-25 taruna/i tersebut terdiri dari dua jurusan, yakni Jurusan Nautika Kapal Niaga dan Jurusan Teknika Kapal Niaga. Mereka akan melaksanakan Prakerin di empat titik berbeda diantaranya sebanyak enam orang di KMP. Lobster dengan rute pelayaran Tual-Dobo, enam orang di KMP. Erana dengan rute pelayaran Tual-Kaimana-Fak Fak, tujuh orang di KMP. Madlahar dengan rute pelayaran Tual−Tayando−Kur dan enam orang di KMP. Iranha.

Kepala Sekolah SMK Pelayaran Bahari Nusantara Tual H. Reliubun, ST mengatakan, Prakerin atau yang lebih dikenal dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang saat ini hendak dilaksanakan merupakan bagian dari implementasi teori pendidikan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 dan Permendikbud Nomor 60 Tahun 2014 serta Peraturan Pemerintah lainnya yang berkaitan.

“Dengan dilaksanakannya Prakerin dapat memberikan pengalaman kerja langsung kepada peserta didik dalam rangka menanamkan iklim kerja positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja. Selain itu, memberikan bekal etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global,” ungkap Reliubun.

Menurut Reliubun, apabila para taruna/i tidak melaksanakan Prakerin atau mengikutinya tetapi tidak selesai, maka taruna/i tersebut dinyatakan tidak lulus. Atas dasar itu, tambahnya, maka pihak sekolah berkewajiban mengikutsertakan para taruna/i dalam pelaksanaan Prakerin sesuai program keahlian yang ditekuni.

Lebih lanjut ia menjelaskan, setelah menjalani masa Prakerin, para taruna/i nantinya akan kembali melanjutkan program Basic Safety Training (BST). Program ini sendiri merupakan bagian dari proses untuk mendapatkan sertifikat wajib yang harus dimiliki seorang pelaut.

Meskipun demikian ia mengakui, program BST bukan merupakan program wajib yang harus dikuti oleh para taruna/i. “Kalau anak-anak naik di atas kapal kan harus memiliki beberapa sertifikat, termasuk buku pelaut. Dan ini setiap tahun sudah kita programkan, namun tidak menjadi suatu keharusan yang harus diikuti oleh anak-anak yang orang tuanya tidak mampu,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi taruna/i dengan status keluarga ekonomi bawah, pihak sekolah mengarahkan taruna/i tersebut ke wilayah perkantoran, seperti Kantor Syahbandar, Pelni atapun Perhubungan. Menurutnya, pertimbangan tersebut diambil mengingat bukan suatu keharusan bagi para lulusan dari SMK Pelayaran BN Tual untuk nantinya terjun ke industri pelayaran atau perkapalan.

Reliubun berharap, Prakerin bagi taruna/i SMK Pelayaran Bahari Nusantara Tual akan menjadi bekal di kemudian hari. “Kegiatan ini kan berlangsung selama kurang lebih dua bulan dan ini adalah waktu yang cukup lama. Sehingga diharapkan setelah dari Prakerin ini, akan dapat membawa perubahan signifikan bagi taruna/i itu sendiri,” pintanya.

Sementara itu, Manajer PT ASDP Cabang Tual Ong Roso menyatakan, suatu kehormatan bagi pihak PT ASDP ketika pihak perusahaan dilibatkan dalam pelaksanaan Prakerin bagi SMK BN Tual. “Sebagai salah satu perusahan perkapalan yang berada di Kota Tual, sudah seyogyanya kami ikut berkontribusi dalam memajukan tunas bangsa dari segi menerima para siswa/i Prakerin di perusahan kami,” katanya.

Untuk itu juga, ia berharap agar para taruna/i dapat melaksanakan praktek di atas kapal dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sehingga nantinya dapat membawa citra yang baik bagi sekolah, daerah dan dirinya sendiri.