Kanubun: SMAK Kei Besar Adalah Kebutuhan, Tidak Boleh Tutup

Category: Pendidikan

 

Penulis: Tarsy Temorubun. Editor: Nick Renleuw.

 

Pihak sekolah dan orang tua murid menggelar pertemuan untuk membahas eksistensi SMA Kristen Kei Besar. Sejumlah rekomendasi pun dibuat untuk memperlancar proses belajar mengajar di sekolah yang sudah berusia 3 tahun itu.

Suasana pertemuan dengan ortu

Kepala SMA 1 Kei Besar Theo Kanubun, S.Pd saat pertemuan bersama orang tua murid (Foto: Tarsy Temorubun).

 

Elat (Yamtel), suaradamai.com - Keberadaan SMA Kristen Kei Besar adalah sebuah kebutuhan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu dukungan para pihak terutama orang tua murid adalah salah satu kunci untuk menghidupkan keberadaan SMA Kristen yang belokasi di Waurtahit ini.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMA 1 Kei Besar, Theo Kanubun, S.Pd saat rapat bersama orang tua murid SMAK di Yamtel, Sabtu (10/8). Kaanubun juga berharap, SMAK Kei Besar bisa memperoleh izin operasional dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dalam waktu dekat.

”SMA ini (SMA Kriaten) ada di sini untuk menyiapkan sumber daya anak-anak dan masa depan perkembangan pendidikan di sini. Jadi kuncinya harus ada dukungan dari orang tua dan masyarakat dari Yamtel, Waurtahit dan Nabheng. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah mendapat izin operasional," ungkap Kanubun.

Sejumlah rekomendasi pun dibuat untuk memperlancar proses belajar mengajar di sekolah yang sudah berusia 3 tahun itu. Salah satu rekomendasinya adalah setiap anak yang tamatan SMP 9 Waurtahit diwajibkan masuk di SMA Kristen, kecuali mereka yang melanjutkan studinya di SMK.

Selain itu, Kepala Sekolah SMA 1 Kei Besar juga telah minta kesepakatan dan persetujuan orang tua dari 17 siswa yang saat ini sementara belajar di kelas 10 di SMA 1 Elat Kei Besar agar dalam waktu dekat Kepala Sekolah akan  kembalikan mereka untuk belajar di SMA Kristen Waurtahit.

Untuk memperlancar proses dan kebutuhan belajar mengajar di SMA tersebut, Kanubun berjanji akan mendatangkan 6 tenaga guru termasuk dirinya untuk membantu tenaga pengajar yang berasal dari SMP 9 Waurtahit.

Sementara itu, Ibu Atty Rumthe, salah satu dari orang tua murid, berharap agar keberadaan SMA Kristen di Kei Besar tetap dipertahankan. "Kami orang tua berharap agar sekolah ini tetap jalan, saya tidak setuju sekolah ini tutup," harap Ibu Atty.

Dukungan yang sama disampaikan orang tua murid lainnya, Hans Elkel. Secara khusus Hans berterima kasih atas perhatian, dukungan dan kerja keras Kepala SMA 1 Elat dalam komitmennya untuk mempertahankan keberadaan SMAK Kei Besar.

Senada dengan itu, Pdt. Dewi Marantika, S.Si brharap agar komitmen yang sudah menjadi kesepakatan orang tua tetap jalan, demi masa depan pendidikan di jazirah itu.

Dalam kesempatan itu secara aklamasi forum menyetujui dan menunjuk Marhten Metuduan yang juga pensiunan guru untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah pada SMA Kristen Kei Besar yang berlokasi di Waurtahit.