Breaking News

Makna MRS Bagi Hasdiana. Potret Warga Kota Tual yang Diabaikan Polres Malra

 

Penulis Erwin Pires, penyunting Linus Remetwa

 

Di tengah kemeriahan MRS Festival, publik disuguhkan dengan potret terbalik penanganan Kasus Lakalantas. Kasus Hasdiana merupakan salah satu contoh lambannya penangan masalah di Polres Malra.

Hasdiana kanan bersama Ibunda

 Tampak Hasdiana, kanan, bersama Ibunda. (Foto. Erwin Pires)

 

Tual, PT – Ketika puncak Milenial Road Safety (MRS) Festival dilaksanakan serentak di Indonesia, Polres Maluku Tenggara (Malra) tidak terkecuali turut terlibat merayakan MRS dengan meriah. Sejumlah artis ibu kota diundang untuk memeriahkan acara yang bertujuan untuk memberikan kesadaran berlalulintas bagi kaum milenial. Megahnya MRS ditandai dengan kehadiran Wali Kota Tual, Wakil Wali Kota Tual, dan Wakil Bupati Malra serta jajaran pemerintahan Kota Tual dan Kabupaten Malra. Tidak hanya itu, kaum milenial turut tumpah ruah memenuhi Lapangan Lodar El sebagai bentuk dukungan bagi terselenggaranya acara yang disponsori langsung Presiden Jokowi.

Festival yang dimulai dengan goyang meti Kei, hingga hiburan artis ibu kota, sangat menyenangkan kaum milenial. Kontras dengan momen puncak MRS yang ditanggapi begitu meriah oleh banyak orang, sosok Hasdiana justru melihat MRS dalam pandangan yang agak berbeda.

“Bagi saya, MRS itu biasa-biasa saja. Tidak membawa dampak untuk saya,” kata Hasdiana.

Hasdiana, wanita yang mengalami ketidakadilan dalam proses penanganan perkara Lakalantas di Kepolisian Resort Maluku Tenggara. Sekitar bulan Juni 2017, Hasdiana ditabrak pengendara roda dua yang sedang mabuk berat, di depan Kantor Pengadilan Tual. Kejadian tersebut kemudian menjadi awal penderitaan berkepanjangan bagi Hasdiana.

Secara fisik, Hasdiana kehilangan kaki sebelah kirinya. Kini hanya dibantu dengan kaki palsu. Kondisi cacat seumur hidup yang dialami, tak pelak kemudian mengakibatkan penderitaan psikis bagi Hasdiana. Terbatasnya pergaulan karena harus berkutat dengan rasa malu seorang perempuan muda, mengakibatkan terbentuknya sosok Hasdiana yang putus asa berkepanjangan, sebagai konsekuensi kekurangannya.

Krisis Hasdiana tidak terbatas pada fisik dan psikis belaka. Secara finansial, Hasdiana bahkan harus meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum setiap hari, setelah harus merogoh kocek yang tidak sedikit untuk biaya pengobatan yang lama. Imbasnya, harapan bisa memperoleh kaki palsu dengan teknologi robotik, urung, karena terlalu mahal. Realitas ini, semakin diperparah dengan upaya pengambilan platina melalui operasi yang masih harus dilakukan dan memakan biaya yang tidak sedikit.

”Ka, jangankan untuk berobat, untuk makan saja, saya sudah mengemis sama keluarga. Jasa Raharja yang saya terima itu, bahkan hanya bagian paling kecil dari biaya operasi pertama di Tual, untuk sekedar menghentikan pendarahan pada kaki yang hancur. Saya dirujuk ke Makassar. Di Makassar saya harus dioperasi sebanyak dua kali. Untuk sekali operasi saya bahkan harus mempersiapkan uang sebanyak Rp40.000.000 lebih, belum lagi biaya operasi kedua. Terapi di Makassar dan Bandung juga makan uang yang sangat besar biayanya,” tutur Hasdiana ketika ditemui Wartawan suaradamai.com di kediamannya.

Hasdiana menjalani proses amputasi di Makassar. Selain operasi pertama (amputasi), operasi kedua harus dijalani Hasdiana dalam rangka pemasangan platina pada tulang kaki yang retak dan patah. Proses penyembuhan pasca operasi, mewajibkan Hasdiana mengikuti serangkaian terapi selama dua tahun, dengan harga terapi yang mendebarkan jantung, Rp6 juta sekali terapi. Selama dua tahun di Makassar, daya tahan Hasdiana untuk bertahan hidup diuji dengan bertempat tinggal pada sejumlah kos secara berpindah-pindah. Semuanya itu terjadi sebagai dampak pengusiran karena tidak mampu membiayai hidup dan kos.

“Ratusan juta kami keluarga keluarkan untuk berobat dan biaya hidup di Makassar dan Bandung. Jujur saja, telinga kami justru harus tebal supaya tidak malu ketika diusir karena tidak mampu membayar kos,” ungkap Hasdiana.

Kegetiran hidup Hasdiana tidak hanya sampai di situ. Upaya memperjuangkan keadilan melalui proses hukum pun seperti bertepuk sebelah tangan. Sejak Juni tahun 2017 hingga Maret 2019, unit Lakalantas terkesan lamban memproses, bahkan tidak memiliki status jelas terkait kasus pidana murni ini. “Terlalu banyak janji dari Polisi. Katanya Berita Acara Pemeriksaan sudah sampai di kejaksaan pada tahun 2018 itu, tapi berita acara pemeriksaannya saja kami tidak tahu,” tambah Hasdiana.

“Pihak keluarga tidak hanya tinggal diam. Segala upaya telah dilakukan. Puluhan kali kami bolak balik Polres dan menghubungi via telepon tapi Kanit Lakalantas Polres (Sapaan Akrab Pak Supri) tidak dapat ditemui la, kasi keterangan yang tidak jelas la. Bahkan kakak kami yang di Kalimantan pernah datang untuk memohon agar proses hukum secepatnya berjalan, namun tidak membawa hasil sama sekali. Dia (Kakak), pulang ke Kalimantan tanpa kejelasan proses penangan perkara dari Pak Kanit. Bahkan hingga saat ini, pelaku tabrakan masih bebas berkeliaran,” ungkap Adik Hasdiana.

Proses pelaporan Keluarga Hasdiana di Unit Lakalantas Polres Malra, bahkan semakin tidak jelas. Hal ini terbukti terjadi melalui keabsahan pihak Polres dalam memberikan SP2HP selama kasus dilaporkan pada bulan Juni 2017. Ketika ditemui Wartawan suaradamai.com di ruang kerjanya (4/1/19), Kanit Supri mengaku selalu memikirkan masalah ini, “la kita sering komunikasi lewat WA. Memikirkan hal ini, saya sampai tidak bisa tidur,” kata Kanit.

Ketika ditanyakan tentang Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Kanit Lakalantas dengan tegas menyatakan, “BAP-nya ada pada kami”. Namun ketika Hasdiana yang saat itu turut hadir bersama dalam kunjungan memohon izin untuk melihat BAP, sontak Kanit dan beberapa anggota Polisi yang hadir sepakat untuk menyatakan bahwa, BAP kasus Hasdiana tertinggal di rumah.

Kasat Lantas Polres Malra, ketika ditemui pada waktu yang sama, berjanji akan segera menyelesaikan kasus Hasdiana pada bulan berjalan (Januari). Kendati demikian, hingga 1 Maret 2019, belum ada kejelasan pasti menyangkut kasus Hasdiana, baik melalui WA, bahkan SP2HP.

Lambannya penanganan masalah Polres Malra, sejatinya telah menjadi keluhan banyak masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual. Bagaimanapun, setiap orang membutuhkan kepastian hukum, terkait masalah yang dibawa ke ranah hukum. Eksistensi Polres sebagai lembaga penegak hukum, wajib memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Jika tidak demikian, masyarakat akan sulit untuk mengandalkan Institusi Polres Malra sebagai andalan dalam proses penegakan hukum. Hasdiana berharap agar Prestasi Polres Maluku Tenggara dalam menggelar MRS, dapat menjadi semangatpula dalam menyelesaikan masalahnya.

 

Berita lainnya:

- Dinilai Gagal Selesaikan Masalah Kekerasan di Kepulauan Kei, Masyarakat Minta Kasat Reskrim Polres Malra Dicopot

- Mahasiswa Unpatti Ambon Protes Tindakan Represif Anggota Polisi

- Tuntut Keadilan Warga Lupus, Amara “Gerebek” Polres Malra

- Makam Anak-Anak Rusak Tertimpa Pohon, Keluarga Tuntut Ganti Rugi

- Pembatalan Pelantikan Kepala Ohoi Elat Disambut Sukacita Masyarakat Ohoi

- Pj. Kepo Watngon Tolak Tanda Tangan Kwitansi Kosong dari Petugas Kemendes PDTT

BERITA TERKINI

Tangani Kesenjangan Pendidikan Kei Besar, PKBM Fet...

Pendidikan
on Selasa, 19 Maret 2019
Tangani Kesenjangan Pendidikan Kei Besar, PKBM Fet Kubni Bersama Pemkab Malra Gelar Diklat

  Reporter Piet Pires, editor Linus Remetwa &...

PKS Optimis Rebut Satu Fraksi DPRD Kota Tual

Politik
on Selasa, 12 Maret 2019
PKS Optimis Rebut Satu Fraksi DPRD Kota Tual

  Yulius Maturan, penulis Linus Remetwa Foto...

Makna MRS Bagi Hasdiana. Potret Warga Kota Tual ya...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 06 Maret 2019
Makna MRS Bagi Hasdiana. Potret Warga Kota Tual yang Diabaikan Polres Malra

  Penulis Erwin Pires, penyunting Linus Remet...

Dinilai Gagal Selesaikan Masalah Kekerasan di Kepu...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 06 Maret 2019
Dinilai Gagal Selesaikan Masalah Kekerasan di Kepulauan Kei, Masyarakat Minta Kasat Reskrim Polres Malra Dicopot

  Penulis Pires, penyunting Linus Remetwa Lam...

Mahasiswa Unpatti Ambon Protes Tindakan Represif A...

Hukum & Kriminal
on Sabtu, 02 Maret 2019
Mahasiswa Unpatti Ambon Protes Tindakan Represif Anggota Polisi

  Penulis Caken Ruban, penyunting Linus Remet...

Tuntut Keadilan Warga Lupus, Amara “Gerebek” Polre...

Hukum & Kriminal
on Sabtu, 02 Maret 2019
Tuntut Keadilan Warga Lupus, Amara “Gerebek” Polres Malra

  Penulis Nick Renleuw, penyunting Linus Reme...

Edi Sambuaga: Kalau Mau Kaya Jangan Jadi Anggota D...

Politik
on Kamis, 28 Februari 2019
Edi Sambuaga: Kalau Mau Kaya Jangan Jadi Anggota DPR

  Penulis Piet Resok, penyunting Linus Remetw...

Pengembangan Produksi Teripang (Holothuria sp) di...

Opini
on Kamis, 28 Februari 2019
Pengembangan Produksi Teripang (Holothuria sp) di Kepulauan Kei

  Oleh Pitjont Tomatala dan Petrus P. Letsoin...

PRMI dan IndoBarca Kei Gelar Konvoi dan Nobar

Olaharaga
on Rabu, 27 Februari 2019
PRMI dan IndoBarca Kei Gelar Konvoi dan Nobar

  Penulis Linus Remetwa Foto bersama PRMI dan...

Pesan Toleransi. Dari Bumi Maren untuk Nuhu Evav

Budaya Kita
on Sabtu, 23 Februari 2019
Pesan Toleransi. Dari Bumi Maren untuk Nuhu Evav

  Penulis Piet Resok, penyunting Linus Remetw...

Masyarakat Kota Tual Dukung Reklamasi Pantai Kiom

Kota Tual
on Sabtu, 23 Februari 2019
Masyarakat Kota Tual Dukung Reklamasi Pantai Kiom

  Nick Renleuw, penulis Linus Remetwa Wali Ko...

Makam Anak-Anak Rusak Tertimpa Pohon, Keluarga Tun...

Hukum & Kriminal
on Sabtu, 23 Februari 2019
Makam Anak-Anak Rusak Tertimpa Pohon, Keluarga Tuntut Ganti Rugi

  Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Reme...

Petani Rumput Laut Hoat Sorbay Terancam Gulung Tik...

Ekonomi & Pembangunan
on Kamis, 21 Februari 2019
Petani Rumput Laut Hoat Sorbay Terancam Gulung Tikar

  Penulis Piet Resok, penyunting Linus Remetw...

Surat Cinta dari Yafawun

Sosial
on Kamis, 21 Februari 2019
Surat Cinta dari Yafawun

Penulis Piet Resok, penyunting Linus Remetwa Bupat...

Ohoi Arso Genjot Ekonomi Melalui Usaha Budi Daya R...

Ekonomi & Pembangunan
on Kamis, 21 Februari 2019
Ohoi Arso Genjot Ekonomi Melalui Usaha Budi Daya Rumput Laut

Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Remetwa &nb...

Berhasil Bangun Ohoi Rumadian, Masyarakat Apresias...

Ekonomi & Pembangunan
on Kamis, 21 Februari 2019
Berhasil Bangun Ohoi Rumadian, Masyarakat Apresiasi Kinerja Tethool

  Penulis Linus Remetwa   Mantan Penjaba...

Pembatalan Pelantikan Kepala Ohoi Elat Disambut Su...

Hukum & Kriminal
on Rabu, 20 Februari 2019
Pembatalan Pelantikan Kepala Ohoi Elat Disambut Sukacita Masyarakat Ohoi

  Penulis Piet Resok, penyunting Linus Remetw...

Sekali Panen, Masyarakat Arso Hasilkan 8 – 12 Ton...

Ekonomi & Pembangunan
on Selasa, 19 Februari 2019
Sekali Panen, Masyarakat Arso Hasilkan 8 – 12 Ton Rumput Laut

  Penulis Gerry Ngamel, penyunting Linus Reme...

100 Beasiswa, Lippo Bersinergi Bangun Pendidikan d...

Maluku Tenggara
on Selasa, 19 Februari 2019
100 Beasiswa, Lippo Bersinergi Bangun Pendidikan di Bumi Larvul Ngabal

  Penulis Piet Resok, penyunting Linus Remetw...

Lippo Group Serahkan Beasiswa BMBL Tahun 2018 Bagi...

Pendidikan
on Selasa, 19 Februari 2019
Lippo Group Serahkan Beasiswa BMBL Tahun 2018 Bagi 100 Mahasiswa Polikant

Penulis Nick Renleuw Presiden Komisaris Lippo Grou...

«
||
»

BERITA PARIWISATA

Rumadian Dikukuhkan Sebagai KSW Pertama di Negeri...

Pariwisata
on Rabu, 21 November 2018
Rumadian Dikukuhkan Sebagai KSW Pertama di Negeri Raja-Raja

Penulis Daniel Mituduan, penyunting Linus Remetwa...

Berkat Komunitas “Wisata Kei”, Malra Akan Terima P...

Pariwisata
on Jumat, 16 November 2018
Berkat Komunitas “Wisata Kei”, Malra Akan Terima Penghargaan dari Kemenpar

Penulis Linus Remetwa Pantai Nirun Ohoi Elaar Ngur...

Jelang FPMK ke-3, Pemkab Malra Gelar Jalan Santai...

Pariwisata
on Selasa, 30 Oktober 2018
Jelang FPMK ke-3, Pemkab Malra Gelar Jalan Santai dan Goyang Meti Kei I dan II

Penulis Daniel Mituduan, penyunting Linus Remetwa...

Festival Pesona Meti Kei (Met Ev) 2018 Kembali Dig...

Pariwisata
on Jumat, 07 September 2018
Festival Pesona Meti Kei (Met Ev) 2018 Kembali Digelar

FPMK 2018 Dipastikan Terselenggara Bulan Okober,...

Miss Indonesia Tanam Bakau di Kei

Pariwisata
on Minggu, 02 September 2018
Miss Indonesia Tanam Bakau di Kei

Penulis Linus Remetwa Langgur, suaradamai.com – Mi...

Dari Rumput Laut Ke Wisata Mangrove

Pariwisata
on Selasa, 21 Agustus 2018
Dari Rumput Laut Ke Wisata Mangrove

Penulis Nelson Amaral Fansiskus Xaverius Liefofid...

Dari Batu Bata Menuju Cafe Fid Tilus

Pariwisata
on Senin, 20 Agustus 2018
Dari Batu Bata Menuju Cafe Fid Tilus

Penulis Linus Remetwa suaradamai.com - Berawal dar...

Wearsus Park, Destinasi Wisata Baru di Malra

Pariwisata
on Senin, 02 April 2018
Wearsus Park, Destinasi Wisata Baru di Malra

Istri Pemilik Wearsus Park   Langgur, suarad...

Risambbessy Optimis Malra Bangun Hotel Homestay

Pariwisata
on Kamis, 08 Maret 2018
Risambbessy Optimis Malra Bangun Hotel Homestay

Plt. Bupati Maluku Tenggara, Semmy Risambessy &nb...

Bupati Rentanubun Instruksikan Bentuk Pokja Rencan...

Pariwisata
on Kamis, 08 Februari 2018
Bupati Rentanubun Instruksikan Bentuk Pokja Rencana Aksi Kampung Wisata

Ir Anderias Rentanubun, Bupati Maluku Tenggara La...

Goa Hawang, Hanya 1 di Maluku

Pariwisata
on Selasa, 16 Januari 2018
Goa Hawang, Hanya 1 di Maluku

Rombongan Raker I Majelis Latupati Maluku, menuru...

«
||
»

e-Paper Majalah & Pilar Timur

Tentang Kami