PT. BSP Bentuk Koperasi di Aroba Teluk Bintuni: Diawasi Langsung Disperindagkop dan UKM

Sejauh ini sudah ada enam dari 12 marga di Distrik Aroba yang telah bekerja sama dengan PT. Borneo Subur Prima (BSP), perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.


Bintuni, suaradamai.com – PT. Borneo Subur Prima, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, mulai membentuk koperasi di Distrik Aroba, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Agenda pembentukan koperasi itu dilaksanakan di Balai Pertemuan Distrik Aroba, Selasa (6/5/2025). Hadir dalam pertemuan, manajemen perusahaan dan masyarakat setempat.

Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Teluk Bintuni Ongen Pattikawa dan jajaran, yang mengawasi langsung jalannya pembentukan koperasi tersebut.

Acara berlangsung sederhana dengan agenda awal berupa sosialisasi tentang koperasi dan tujuan pembentukan koperasi yang dibentuk ini.

Kepada awak media, Manajer PT. Borneo Subur Prima (BSP) Maradu Pandjaitan menjelaskan, pembentukan koperasi ini bertujuan untuk mewadahi petani yang bekerja sama dengan perusahaan.

“Kita sedang merencanakan pembangunan kerja sama kebun kelapa sawit, yang sebagiannya akan menjadi kebun plasma atau kebun kemitraan. Maka dalam administrasi hubungan kemitraan itu, harus ada wadah petani, yang berbentuk koperasi,” ujar Pandjaitan menjelaskan alasan pembentukan koperasi mitra tersebut.

Pandjaitan menambahkan, koperasi ini bakal menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan saran dan masukkan terhadap kerja sama kemitraan yang akan dilakukan.

Saat ini kebun kelapa sawit masih dalam tahap rencana pembukaan lahan. Karena itu, aktivitas koperasi juga saat ini masih meliputi kegiatan usaha pada tahap pembukaan lahan kebun sampai penanaman.

“Bila nanti kebun kita sudah produksi, sudah panen, koperasi ini akan sangat intens mengawasi proses produksi dan panen,” jelas Pandjaitan.

Dengan adanya kontrol seperti demikian, Pandjaitan berharap, hubungan kemitraan ini bisa awet. Sehingga berdampak poisitif terhadap dan kesejahteraan anggota dan masyarakat setempat.

Enam marga tergabung

Menurut Pandjaitan, sejauh ini sudah ada enam dari 12 marga di Distrik Aroba yang telah bekerja sama dengan PT. BSP, diantaranya marga Kasina, Susure, Motombrie, Mopino, dan Manwama.

“Marga-marga lain kita masih sedang negosiasi. Ada marga Nauri, Yawena. Kita masih negosiasi agar kita bersama bangun kebun kemitraan,” sebut Pandjaitan.

Pandjaitan menargetkan kebun kelapa sawit yang bakal dibuka ini seluas 15.000 hektare.

Ia menambahkan, pihaknya kini tengah mengurus kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) guna mendapat persetujuan untuk membuka kebun kelapa sawit.

Editor: Labes Remetwa


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Raker I FGM GKI Dibuka: Pemuda Gereja Diminta Jaga Integritas

"Jangan bergantung pada pegawai negeri terus." Pesan itu menggema...

Lewat Upacara Pasawari, Raja Baru Aboru Ajarkan Kembali Nilai Kebersamaan Orang Maluku

AMBON — Anthoni David Cornelis Usmany resmi dikukuhkan sebagai Upu Latu atau Raja Adat sekaligus Kepala...

Dua Peran Besar Raja Aboru: Jaga Persatuan dan Dorong Pembangunan Negeri Adat

AMBON — Pasca pelantikan Raja Negeri Adat Aboru yang...

Gubernur PBD Elisa Kambu Hadiri Raker I FGM GKI se-Tanah Papua di Bintuni

Raker I FGM GKI se-Tanah Papua di Kabupaten Teluk...